Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Jelang Tahun Baru, Pasar Tani Jadi Penopang Dapur Warga Aceh

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
December 24, 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Jelang Tahun Baru, Pasar Tani Jadi Penopang Dapur Warga Aceh

Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh bersama Asosiasi Pasar Tani Aceh (APTANI) kembali menggelar pasar tani sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan memotong rantai distribusi pangan.

BANDA ACEH— Menjelang pergantian tahun, tekanan inflasi pangan semakin dirasakan warga Banda Aceh dan Aceh Besar. Dampak banjir di sejumlah wilayah Aceh ikut mengganggu distribusi bahan pokok, membuat harga sayur, cabai, dan telur merangkak naik di pasar tradisional. Di tengah situasi itu, Pasar Tani Aceh 2025 hadir sebagai penopang dapur masyarakat.

Rabu (24/12/2025), kawasan Expo Bank Aceh di Lampineung dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh bersama Asosiasi Pasar Tani Aceh (APTANI) kembali menggelar pasar tani sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan memotong rantai distribusi pangan.

Beragam komoditas dijajakan langsung oleh petani dan pedagang kecil. Sayur-mayur segar, buah-buahan, telur ayam, cabai, bawang, hingga sembako tersedia dengan harga yang relatif lebih rendah dibandingkan pasar umum.

Yunita, pedagang sayuran, menyebut pasar tani memberi ruang tersendiri bagi pelaku usaha kecil untuk tetap berjualan di tengah harga yang fluktuatif.

“Kami memang diarahkan untuk menjual dengan harga terjangkau supaya masyarakat terbantu,” ujarnya.

Ia merinci harga telur ayam Rp57 ribu per papan, cabai merah Rp28 ribu per kilogram, bawang merah Aceh Rp45 ribu, dan bawang putih Rp40 ribu per kilogram. Pasokan berasal dari Takengon dan Medan yang selama ini menjadi jalur utama distribusi pangan ke Banda Aceh.

Meski omzetnya belum menyamai lapak harian karena waktu operasional terbatas, Yunita menilai pasar tani tetap penting sebagai penyeimbang harga.

“Paling tidak, masyarakat punya pilihan belanja yang lebih murah,” katanya.

Bagi Eva, seorang pembeli, selisih harga menjadi alasan utama datang ke pasar tani.

“Di pasar biasa telur bisa Rp60 ribu. Di sini lebih murah, itu sudah sangat membantu,” ucapnya.

Pasar Tani Aceh 2025 pun menjadi lebih dari sekadar tempat jual beli. Di tengah inflasi dan dampak banjir, pasar ini hadir sebagai upaya konkret menjaga daya beli masyarakat sekaligus menghidupkan sektor pertanian lokal. []

Tags: ekonomi AcehPasar tani
ShareTweetSendShare

Related Posts

Seuramoe Heritage Dorong Generasi Muda Kenali Sejarah Aceh Lewat Lomba Bertutur
Daerah

Seuramoe Heritage Dorong Generasi Muda Kenali Sejarah Aceh Lewat Lomba Bertutur

September 27, 2026
Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar
Daerah

Realisasi Tambahan TKD Aceh 2026 Tembus 30,16 Persen, Total Pagu Rp1,65 Triliun

September 26, 2026
Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar
Daerah

Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar

September 26, 2026
Panen Raya Aceh Barat, Gubernur Mualem: Sejalan dengan Misi Pemerintah Aceh
Daerah

Panen Raya Aceh Barat, Gubernur Mualem: Sejalan dengan Misi Pemerintah Aceh

September 26, 2026
Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga
Daerah

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga

September 24, 2026
Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Daerah

Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

September 24, 2026
Next Post
Jadi Mesin Pertumbuhan, Ekonomi Kreatif Kini Tambang Baru Nasional

Jadi Mesin Pertumbuhan, Ekonomi Kreatif Kini Tambang Baru Nasional

Relawan: Banjir Aceh Bencana Ekologis, Bukan Murni Bencana Alam

Relawan: Banjir Aceh Bencana Ekologis, Bukan Murni Bencana Alam

Discussion about this post

Recommended Stories

Cegah Eskalasi, Pendekatan Humanis Kapolda Aceh Tangani Kerusuhan di Hari Damai Aceh Diapresiasi

Cegah Eskalasi, Pendekatan Humanis Kapolda Aceh Tangani Kerusuhan di Hari Damai Aceh Diapresiasi

August 18, 2026
Sekda M. Nasir Buka Forum Konsultasi Publik RKPA 2027, Dorong Pembangunan Tangguh dan Sinergi Pusat-Daerah

Sekda M. Nasir Buka Forum Konsultasi Publik RKPA 2027, Dorong Pembangunan Tangguh dan Sinergi Pusat-Daerah

April 9, 2026
Dituduh Terima Fee Proyek Bencana, Mantan Sekda Aceh M. Nasir Syamaun Tempuh Jalur Hukum

Dituduh Terima Fee Proyek Bencana, Mantan Sekda Aceh M. Nasir Syamaun Tempuh Jalur Hukum

September 2, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!