Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Dunia

Trump Tegaskan Ambisi Kuasai Greenland di Davos, Berikut Alasannya

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
January 22, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Trump Tegaskan Ambisi Kuasai Greenland di Davos, Berikut Alasannya

Trump mempertegas niatnya untuk mengambil alih Greenland dari Denmark, sebuah langkah yang ia sebut bukan sekadar keinginan bisnis, melainkan kebutuhan mendesak bagi keamanan global.

DAVOS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang panggung internasional melalui pidatonya di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Rabu (21/1/2026). Dalam pidato tersebut, Trump mempertegas niatnya untuk mengambil alih Greenland dari Denmark, sebuah langkah yang ia sebut bukan sekadar keinginan bisnis, melainkan kebutuhan mendesak bagi keamanan global.

Meskipun dalam pidato terbarunya Trump menyatakan tidak ingin menggunakan kekuatan militer, ia memberikan peringatan keras kepada negara-negara yang menghalangi ambisi tersebut.

Benteng Keamanan Nasional dan Pertahanan AS

Trump menekankan bahwa posisi geografis Greenland sangat strategis di wilayah Arktik. Ia mengklaim bahwa Rusia dan China telah meningkatkan kehadiran mereka di sekitar pulau tersebut, yang ia anggap sebagai ancaman langsung bagi AS.

“Greenland sangat penting untuk keamanan nasional dan dunia. Tidak ada jalan kembali,” tegas Trump.

Ia juga berencana menjadikan Greenland sebagai lokasi utama bagi sistem pertahanan udara terintegrasi yang ia sebut sebagai “Golden Dome” (Kubah Emas) untuk melindungi daratan Amerika dari serangan rudal.

Koreksi Sejarah

Dalam pidatonya, Trump mengungkit peran AS saat Perang Dunia II, di mana militer Amerika Serikat membangun pangkalan di Greenland untuk melindunginya dari Nazi Jerman setelah Denmark jatuh. Trump menyebut keputusan AS untuk mengembalikan Greenland ke Denmark setelah perang sebagai sebuah kebodohan.

“Bagaimana bisa kita begitu bodoh mengembalikannya? Dan lihat betapa tidak bersyukurnya mereka sekarang,” ujar Trump merujuk pada penolakan Denmark untuk menjual wilayah tersebut.

Alasan Lain

Selain alasan militer, Greenland dikenal kaya akan cadangan minyak, gas alam, dan mineral langka (rare earth). Mineral seperti litium, grafit, dan neodinium sangat krusial bagi industri teknologi tinggi, kendaraan listrik, dan pembuatan jet tempur F-35. Trump ingin mengamankan sumber daya ini agar tidak jatuh ke tangan China, yang saat ini mendominasi pasar mineral langka dunia.

Akibat mencairnya es di kutub, rute pelayaran baru di utara mulai terbuka. Kontrol atas Greenland akan memberikan AS kendali besar atas jalur perdagangan laut yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Amerika Utara, yang diprediksi akan menghemat waktu dan biaya bahan bakar hingga jutaan dolar bagi industri perkapalan.

Untuk memuluskan niatnya, Trump telah mengancam akan memberlakukan tarif masuk yang tinggi bagi Denmark dan negara-negara Eropa lainnya (seperti Inggris, Prancis, dan Jerman) jika mereka terus menghalangi proses negosiasi. Ia menetapkan tenggat waktu hingga pertengahan 2026 bagi para pemimpin Eropa untuk setuju bernegosiasi mengenai “pembelian total” Greenland.

Pemerintah Denmark dan otoritas otonom Greenland secara konsisten menyatakan bahwa Greenland tiidak untuk dijual.

Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menyebut ide tersebut absurd. Sementara itu, para pemimpin NATO memperingatkan bahwa langkah sepihak AS terhadap Greenland dapat memicu keretakan besar dalam aliansi pertahanan Barat yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Trump menutup pernyataannya di Davos dengan nada menantang: “Anda bisa mengatakan ya dan kami akan sangat menghargainya, atau bisa mengatakan tidak dan kami akan mengingatnya.”[]

ShareTweetSendShare

Related Posts

Rabithah Alumni MUDI Aceh Utara Resmi Dikukuhkan, Perkuat Khidmah Alumni untuk Guru dan Dayah
Daerah

Rabithah Alumni MUDI Aceh Utara Resmi Dikukuhkan, Perkuat Khidmah Alumni untuk Guru dan Dayah

May 11, 2026
PB HUDA Dukung Penuh Penegakan Hukum Maksimal Terhadap Terduga Pelaku Penistaan Agama
Daerah

PB HUDA Dukung Penuh Penegakan Hukum Maksimal Terhadap Terduga Pelaku Penistaan Agama

May 10, 2026
Ketua DPRA Usul Pergub JKA Dicabut, Jubir Pemerintah Aceh: Kita Hormati, Hal Itu Wajar Saja
Daerah

Pemerintah Aceh Bantah Kabar Pasien Rumah Sakit Diabaikan Akibat Pergub JKA

May 10, 2026
RSUDZA Layani 2.000 Pasien per Hari, Obat Diberikan, Administrasi Diurus 
Daerah

RSUDZA Layani 2.000 Pasien per Hari, Obat Diberikan, Administrasi Diurus 

May 10, 2026
Tingkatkan Kapasitas Wirusahawan Digital, Diskop UKM Aceh Gelar Pelatihan Go Digital
Daerah

Tingkatkan Kapasitas Wirusahawan Digital, Diskop UKM Aceh Gelar Pelatihan Go Digital

May 10, 2026
Soal WNI Masuk Militer Asing, Menko Yusril Nyatakan Tidak Otomatis Kehilangan Status Kewarganegaraan
Nasional

Pemerintah Harapkan Persidangan Perkara Andrie Yunus Berjalan Profesional, Obyektif, dan Menjaga Kepercayaan Publik

May 8, 2026
Next Post
AHY Tunjuk Rian Syaf sebagai Plt. Ketua Demokrat Aceh, Berikut Profilnya

AHY Tunjuk Rian Syaf sebagai Plt. Ketua Demokrat Aceh, Berikut Profilnya

Perpanjang Status Tanggap Darurat, Ini Pesan Gubernur Mualem

Perpanjang Status Tanggap Darurat, Ini Pesan Gubernur Mualem

Discussion about this post

Recommended Stories

Sarana dan Prasarana Sekolah; Fondasi Utama Pendidikan Berkualitas

Sarana dan Prasarana Sekolah; Fondasi Utama Pendidikan Berkualitas

October 20, 2025
Pegawai PPPK Berharap Gaji Segera Dibayar setelah APBA-P Disahkan

Permendagri 14 Tahun 2025 Tegaskan Keadilan dan Kesetaraan Dalam Pemberian TPP ASN

October 9, 2025
Aliansi Rakyat Aceh (ARAH) Sesalkan Sikap Pemerintah Pusat Terkait Izin Bantuan Internasional

Aliansi Rakyat Aceh (ARAH) Sesalkan Sikap Pemerintah Pusat Terkait Izin Bantuan Internasional

December 6, 2025

Popular Stories

  • Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!