Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News

Rian Syaf Paparkan Potensi Besar Ekonomi Kreatif Bersama Gekrafs Aceh

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
October 23, 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Rian Syaf Paparkan Potensi Besar Ekonomi Kreatif Bersama Gekrafs Aceh

Rian memaparkan potensi besar sektor ekonomi kreatif dunia. Ia menekankan, jika anak-anak muda punya pemahaman yang luas tentang potensi sektor ekonomi kreatif, tentu mereka akan bisa memanfaatkan peluang besar ini.

BANDA ACEH – Di sela-sela kesibukannya, Stafsus Menteri Ekonomi Kreatif Rian Syaf menyempatkan hadir ke kantor Gekrafs Aceh dalam rangka temu ramah membahas perkembangan ekonomi kreatif. Ketua Gekrafs Aceh Sunnyl Ikbal bersama sejumlah pengurus menyambut kunjungan Stafsus Menteri Ekraf tersebut, Selasa (21/10/2025).

Dalam sesi pemaparan dan sharing session, Rian memaparkan potensi besar sektor ekonomi kreatif dunia. Ia menekankan, jika anak-anak muda punya pemahaman yang luas tentang potensi sektor ekonomi kreatif, tentu mereka akan bisa memanfaatkan peluang besar untuk terlibat di sektor ini.

Rian memaparkan, dalam hal intellectual property (IP), beberapa jenama besar dunia mampu meraih penghasilan yang fantastis.

“Jenama Pokemon misalnya, mereka mampu meraup revenue (laba) sebesar 2.000 Triliun, sama besarnya dengan jumlah APBN Indonesia. Laba yang diraih itu mayoritasnya didapatkan dari hasil penjualan merchandise,” terang Rian.

Rian juga mengungkapkan bahwa kolaborasi antar lintas sektor ekonomi kreatif juga diperlukan. Hal ini akan memperkuat potensi pengembangan produk ekonomi kreatif tersebut.

Ia mencontohkan, film Jumbo adalah film animasi Indonesia yang meraih jumlah penonton terbesar dalam sejarah. Ternyata laba Jumbo tidak hanya berhenti dari jumlah penonton film di sinema saja.

“Melalui intellectual property, Jumbo menandatangani kontrak dengan sebuah perusahaan yang menjual buku tulis bagi pelajar sekolah. Gambar Jumbo dipasang di cover buku tulis tersebut. Hasilnya, berkat popularitas film Jumbo, perusahaan buku tersebut mampu menjual hingga tiga juta eksemplar buku tulis,” Rian menerangkan.

Jadi dengan peluang besar ini, Rian berharap, anak-anak muda di Aceh harus mampu membaca peluang dan mampu tampil sebagai pelaku ekraf yang mumpuni.

“Dengan keberadaan Gekrafs Aceh selaku payungnya, akan lebih mudah mendorong kemajuan pelaku ekonomi kreatif di Aceh,” ujarnya.

Mengkreasi Produk, Melahirkan Jenama, Membangun Bisnis

Salah satu hal terpenting dalam ekonomi kreatif, bagi Rian, bukan hanya soal berkreasi atau menjual produk. Brand atau jenama adalah bagian penting dalam industri kreatif. Dengan menciptakan brand atau jenama tertentu, akan menambah nilai jual dan mempengaruhi kesan konsumen terhadap produk tertentu.

Rian coba menerangkan tentang pentingjya brand atau jenama, “di Aceh, kopi Gayo telah diakui sebagai regional penghasil kopi terbaik di dunia. Tapi tidak ada satu jenama lokal asal Gayo yang mampu menjual produknya di tingkat global. Justru Starbucks yang menjual jenis kopi Gayo ke seluruh dunia. Disini kelemahan kita.”

Ia juga mencontohkan bagaimana minuman matcha Kyoto bisa terkenal ke seluruh dunia karena keunikan produk khas wilayah tertentu yang dikenal sebagai produk matcha terbaik dunia. Jenama asal Jepang itu jadi jenis matcha yang paling dicari di seluruh dunia.

Dalam mengembangkan industri kreatif, Rian juga menekankan pentingnya literasi bisnis. Ia melihat pentingnya kolaborasi dan pengaturan manajemen bisnis yang baik.

“Bagi pelaku ekraf, kadang kemampuannya cuma berkreasi, menciptakan lagu misalnya. Biarkan dia fokus berkarya, sementara dalam pemasaran dan manajemennya, perlu libatkan mereka yang ahli. Ini kunci agar industri kreatif bisa berkembang,” pungkasnya.[]

Tags: ekonomi kreatifGEKRAFS AcehRian Syaf
ShareTweetSendShare

Related Posts

Aceh Memulai Fase Baru REDD+: BPDLH dan PETAI Teken Pendanaan Rp27,13 Miliar
Daerah

Aceh Memulai Fase Baru REDD+: BPDLH dan PETAI Teken Pendanaan Rp27,13 Miliar

August 13, 2026
Pemerintah Aceh dan USK Kaji Pemanfaatan Pasir dan Lumpur Bencana untuk Bata Ringan
Daerah

Pemerintah Aceh dan USK Kaji Pemanfaatan Pasir dan Lumpur Bencana untuk Bata Ringan

August 13, 2026
PKN II Angkatan XXV 2026 Fokus pada Kepemimpinan Adaptif dalam Pemulihan Pascabencana
Daerah

PKN II Angkatan XXV 2026 Fokus pada Kepemimpinan Adaptif dalam Pemulihan Pascabencana

August 13, 2026
Jejak Kebijakan Positif Pemerintah Kota Banda Aceh: Tinjauan 2024–2026
Daerah

Jejak Kebijakan Positif Pemerintah Kota Banda Aceh: Tinjauan 2024–2026

August 13, 2026
Hokkop Situngkir Perkuat Strategi Biomassa PLN EPI, Buka Ruang Akselerasi Ekonomi Aceh
Daerah

Hokkop Situngkir Perkuat Strategi Biomassa PLN EPI, Buka Ruang Akselerasi Ekonomi Aceh

August 13, 2026
Laba BUMN Melonjak Signifikan pada Semester I 2026, Kesuksesan Transformasi Danantara
Ekonomi

Laba BUMN Melonjak Signifikan pada Semester I 2026, Kesuksesan Transformasi Danantara

August 13, 2026
Next Post
Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

Pesantren, Benteng Adab dan Kritis yang Keliru Dibaca sebagai Feodalisme

Transparansi Pemko Banda Aceh: Pembentukan Citra atau Perbaikan Tata Kelola?

Gimmick Transparansi Pemko Banda Aceh: Pembentukan Citra atau Perbaikan Tata Kelola?

Discussion about this post

Recommended Stories

Melihat Sisi Baik Kekerasan: Pandangan Sosiologis

Melihat Sisi Baik Kekerasan: Pandangan Sosiologis

February 5, 2026
Penanganan Bencana Lambat di Aceh Bisa Picu Ideologi Perlawanan

Penanganan Bencana Lambat di Aceh Bisa Picu Ideologi Perlawanan

December 14, 2025
ISNU Aceh Bahas Disabilitas dan Pembangunan Bersama Aktivis Agus Hasan Hidayat

ISNU Aceh Bahas Disabilitas dan Pembangunan Bersama Aktivis Agus Hasan Hidayat

June 26, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!