Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Fokus Liputan Khusus

Hunian Impian bagi Warga Banda Aceh, Realita atau Harapan?

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
September 23, 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Hunian Impian bagi Warga Banda Aceh, Realita atau Harapan?

Rusunawa di Kedah, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh. Foto: DPMG Kota Banda Aceh.

Berdasarkan angka statistik, menunjukkan bahwa hampir separuh penduduk Banda Aceh masih belum memiliki rumah pribadi.

BANDA ACEH – Memiliki rumah sendiri masih menjadi cita-cita banyak warga Banda Aceh. Bagi sebagian orang, rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan simbol kestabilan hidup, kenyamanan, dan masa depan yang lebih baik. Namun, bagi Sultan (45), seorang pedagang asal Pidie yang sudah menetap di Banda Aceh selama 16 tahun, mimpi itu masih jauh dari kenyataan.

Selama hampir dua dekade, Sultan harus berpindah-pindah tempat tinggal. Ia mengaku kesulitan menemukan hunian yang layak dan terjangkau di ibu kota provinsi.

“Ada rumah yang murah, tapi lingkungannya kumuh atau rawan maling. Kalau mau cari yang lebih baik, harganya terlalu mahal. Untuk beli rumah sendiri, saya belum sanggup karena kebutuhan keluarga masih banyak,” ungkapnya.

Kisah Sultan hanyalah satu potret kecil dari kondisi hunian masyarakat Banda Aceh. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat, 58,20 persen penduduk Banda Aceh tinggal di rumah milik sendiri. Sementara itu, 22,46 persen menyewa rumah, 14,08 persen tinggal di rumah bebas sewa, dan 5,26 persen menempati rumah dinas. Angka ini menunjukkan hampir separuh penduduk masih belum memiliki rumah pribadi.

Pengeluaran rumah tangga juga memperlihatkan beban sewa tempat tinggal menjadi salah satu kebutuhan terbesar di luar pangan. Kondisi ini menandakan sulitnya akses masyarakat terhadap hunian yang benar-benar layak.

Pemerintah Kota Banda Aceh sejauh ini sudah membangun rumah susun di Gampong Keudah, Kecamatan Kutaraja. Tingginya minat masyarakat terlihat dari ramainya kompleks tersebut dihuni. Aktivitas sehari-hari warga di sana mencerminkan kebutuhan besar masyarakat terhadap hunian vertikal yang lebih terjangkau.

Namun, upaya itu masih belum sebanding dengan kebutuhan. Tantangan kepemilikan rumah di Banda Aceh terus meningkat seiring keterbatasan lahan untuk perumahan model KPR. Konsep rumah susun bisa menjadi jawaban, dengan catatan kualitas bangunan, infrastruktur, dan fasilitas umum turut dijamin. Tidak kalah penting, desain hunian juga harus ramah bagi anak, lansia, dan kelompok disabilitas, serta tetap mengadopsi nilai budaya lokal.

Bagi Sultan dan masyarakat lainnya, yang terpenting adalah adanya kebijakan nyata untuk membuka akses terhadap rumah murah.

“Kami berharap pemerintah bisa membantu masyarakat kecil dengan program rumah subsidi. Kalau ada bantuan begitu, setidaknya kami bisa punya tempat tinggal yang layak tanpa harus berpindah-pindah lagi,” harapnya.

Di balik geliat pembangunan ibukota provinsi ini, ketersediaan hunian murah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah kota.

Membangun Rusunawa sebagai Solusi

Dengan harga tanah di Banda Aceh yang terbilang tinggi, hampir mustahil menyediakan hunian yang layak dalam bentuk rumah KPR. Salah satu solusinya adalah menghadirkan lebih banyak rumah susun (rusunawa).

Dengan hunian berbentuk rumah susun, akan lebih menghemat biaya dalam pembelian bidang tanah. Rumah susun juga identik sebagai hunian warga di tengah kota, apalagi di kota maju maupun berkembang yang penduduknya makin padat.

Pembangunan rumah susun juga perlu menyertakan fasilitas publik dasar seperti musalla, taman bermain anak, dan kebutuhan publik lain yang menunjang kehidupan masyarakat yang layak dan interaksi sosial yang baik.

Pendekatan kebudayaan dan Syariat Islam bisa dipadukan dalam pembangunan rumah susun dengan menghadirkan kegiatan seperti pengajian warga di musalla dan aktivitas adat kebudayaan masyarakat penghuni rusunawa tersebut.

Dengan membangun rusunawa, salah satu masalah dasar warga kota, yakni ketersediaan hunian, bisa diatasi. Hal ini tentu akan meningkatkan kualitas hidup warga dan tentu akan meningkatkan angka indeks pembangunan manusia (IPM) kota kita tercinta.

Harapan masyarakat sederhana, yaitu sebuah rumah yang nyaman, aman, dan terjangkau untuk ditinggali, sekaligus menjadi tempat membangun masa depan bersama keluarga.[]

Tags: Banda Acehperumahanrumah layak huni
ShareTweetSendShare

Related Posts

Polemik JKA, Praktisi Hukum Nilai Publik Sedang Digiring pada Pemahaman Keliru
Daerah

Polemik JKA, Praktisi Hukum Nilai Publik Sedang Digiring pada Pemahaman Keliru

May 13, 2026
Beredar Surat Undangan Bupati Aceh Tengah Terkait Ekplorasi Tambang Emas dengan Calon Investor, Ada Apa?
Liputan Khusus

Beredar Surat Undangan Bupati Aceh Tengah Terkait Ekplorasi Tambang Emas dengan Calon Investor, Ada Apa?

May 11, 2026
Rabithah Alumni MUDI Aceh Utara Resmi Dikukuhkan, Perkuat Khidmah Alumni untuk Guru dan Dayah
Daerah

Rabithah Alumni MUDI Aceh Utara Resmi Dikukuhkan, Perkuat Khidmah Alumni untuk Guru dan Dayah

May 11, 2026
PB HUDA Dukung Penuh Penegakan Hukum Maksimal Terhadap Terduga Pelaku Penistaan Agama
Daerah

PB HUDA Dukung Penuh Penegakan Hukum Maksimal Terhadap Terduga Pelaku Penistaan Agama

May 10, 2026
Ketua DPRA Usul Pergub JKA Dicabut, Jubir Pemerintah Aceh: Kita Hormati, Hal Itu Wajar Saja
Daerah

Pemerintah Aceh Bantah Kabar Pasien Rumah Sakit Diabaikan Akibat Pergub JKA

May 10, 2026
RSUDZA Layani 2.000 Pasien per Hari, Obat Diberikan, Administrasi Diurus 
Daerah

RSUDZA Layani 2.000 Pasien per Hari, Obat Diberikan, Administrasi Diurus 

May 10, 2026
Next Post
STISNU Aceh Gelar Wisuda Ke-IV: Mencetak Sarjana Berintegritas dan Siap Mengabdi

STISNU Aceh Gelar Wisuda Ke-IV: Mencetak Sarjana Berintegritas dan Siap Mengabdi

Bupati Aceh Besar Sambut Tim Patriot Kajian Kawasan Transmigrasi: Dukung Transmigrasi Lokal

Bupati Aceh Besar Sambut Tim Patriot Kajian Kawasan Transmigrasi: Dukung Transmigrasi Lokal

Discussion about this post

Recommended Stories

Museum Indrapurwa Peukan Bada Resmi Beroperasi, Jadi Pusat Edukasi dan Pelestarian Sejarah di Aceh Besar

Museum Indrapurwa Peukan Bada Resmi Beroperasi, Jadi Pusat Edukasi dan Pelestarian Sejarah di Aceh Besar

April 13, 2026
Relawan Antarkan SLBN Pembina Aceh Tamiang Kembali Belajar Pascabencana

Relawan Antarkan SLBN Pembina Aceh Tamiang Kembali Belajar Pascabencana

January 19, 2026
Membaca Kembali Bung Hatta, Tauladan Sepanjang Zaman

Membaca Kembali Bung Hatta, Tauladan Sepanjang Zaman

February 2, 2026

Popular Stories

  • Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!