Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Fokus

29 Ribu Siswa Aceh Besar Ikuti Pembelajaran Agama Islam Lewat Program Beut Kitab Bak Sikula

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
May 1, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
29 Ribu Siswa Aceh Besar Ikuti Pembelajaran Agama Islam Lewat Program Beut Kitab Bak Sikula

Proses pembelajaran program Beut Kitab Bak Sikula, program prioritas Pemkab Aceh Besar. Foto: Humas Pemkab Aceh Besar.

KOTA JANTHO – Sebanyak 29.280 siswa di Kabupaten Aceh Besar kini mendapatkan pembelajaran agama Islam secara terstruktur di sekolah melalui program Beut Kitab Bak Sikula (BKBS). Program yang menjangkau seluruh jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta ini menjadi salah satu inisiatif pendidikan keagamaan terbesar yang pernah diterapkan di kabupaten tersebut.

Program BKBS diluncurkan pada 10 Maret 2026 untuk mengimplementasikan pendidikan agama Islam, khususnya pembelajaran kitab kuning, di tingkat SD dan SMP, dengan tujuan memperkuat fondasi moral dan karakter siswa melalui literasi keislaman tradisional di lingkungan sekolah.

Dalam pelaksanaannya, program ini mengajarkan materi dasar fardhu ain serta kitab-kitab dasar ilmu agama Islam, seperti fikih, tauhid, dan tasawuf atau akhlak. Materi disampaikan secara bertahap dengan metode yang disesuaikan dengan kemampuan siswa, sehingga mereka lebih cepat memahami isi pelajaran dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mendukung pelaksanaannya, Pemkab Aceh Besar telah menyiapkan sekitar 457 guru mengaji yang mengajar di 215 SD dan 89 SMP yang tersebar di seluruh kecamatan di Aceh Besar.

Program ini tidak lahir secara tiba-tiba. Sebelum diterapkan secara menyeluruh, BKBS telah melewati sejumlah tahapan. Soft launching pertama kali dilaksanakan pada 24 Juli 2025 di SMPN 1 Darul Imarah. Selanjutnya pada tahap percontohan tahun 2025, program diterapkan di 46 sekolah: terdiri dari 23 SD dan 23 SMP, dengan dukungan 124 guru dari dayah.

Pada implementasi penuh tahun 2026, pemerintah daerah merekrut tambahan 333 guru melalui seleksi yang berlangsung pada 12–14 Februari 2026, sehingga total guru yang dibutuhkan mencapai 457 orang.

Sebagai tahap lanjutan, Pemkab Aceh Besar menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi para guru BKBS di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Aceh Besar, Kota Jantho, Kamis (30/4/2026).

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati, SPd MSi, menyampaikan bahwa bimtek berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan ulama dayah sebagai pemateri utama, didampingi materi dari pihak dinas untuk memastikan integrasi kurikulum berjalan efektif.

Syech Muharram Pastikan Bekal Ilmu Agama bagi Siswa

Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, menegaskan bahwa program ini hadir sebagai solusi bagi siswa yang tidak memiliki akses pengajian di luar sekolah.

“Sebagian anak mungkin melanjutkan mengaji setelah pulang sekolah, tapi ada juga yang tidak. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Kita berdosa jika tidak peduli pada generasi kita,” ujarnya.

Ia menekankan, tujuan program bukan untuk menggantikan peran dayah atau balai pengajian, melainkan memastikan setiap siswa memiliki bekal ilmu agama dasar.

“Setidaknya anak-anak kita memahami fardhu ain, seperti tata cara bersuci, berwudhu, hingga pelaksanaan ibadah yang benar. Ini penting agar setiap amal ibadah yang mereka lakukan sah dan bernilai pahala di sisi Allah,” jelasnya.

Perkembangan program ini bahkan mulai melampaui lingkungan sekolah. Setelah sukses diterapkan di seluruh SD dan SMP, BKBS kini akan diperluas ke kalangan aparatur kecamatan dan gampong.

Selain itu, Pemkab Aceh Besar juga berencana memperluas program ke sekolah di bawah kewenangan Kementerian Agama, seperti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), serta madrasah lainnya.

Program ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk PCNU Aceh Besar. Ketua Tanfidziyah PCNU Aceh Besar, Tgk. Muhammad Hafiz, menilai BKBS sebagai langkah strategis yang sangat relevan dengan tantangan sosial generasi muda saat ini, terutama dalam membentengi mereka dari pengaruh budaya global yang tidak sejalan dengan nilai-nilai akhlak Islam.

Sementara bagi para siswa, program ini dirasakan manfaatnya secara langsung. Leni Zakiah, siswi kelas delapan SMPN 1 Darul Imarah, mengungkapkan bahwa BKBS menjadi solusi bagi siswa yang tidak sempat mengikuti pengajian di luar sekolah.

“Dengan adanya Beut Kitab Bak Sikula, kami bisa lebih dalam mendalami ilmu keagamaan. Walaupun kadang tidak pergi mengaji malam, kami sudah belajar kitab di sekolah,” tutupnya. []

Tags: Aceh BesarBeut Kitab Bak SikulaDayahPemkab Aceh Besarsyariat IslamSyech Muharram
ShareTweetSendShare

Related Posts

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga
Daerah

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga

September 24, 2026
Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Daerah

Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

September 24, 2026
Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang
Daerah

Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang

September 24, 2026
Tiga Ahli Perkuat Keterangan M. Nasir, Juanda Akui Tak Tahu Kebenaran Tuduhan Rp132 Miliar
Daerah

Tiga Ahli Perkuat Keterangan M. Nasir, Juanda Akui Tak Tahu Kebenaran Tuduhan Rp132 Miliar

September 24, 2026
Pidato Perdana Sayuti, Ungkap Empat PR Besar Demokrat Aceh
Daerah

Pidato Perdana Sayuti, Ungkap Empat PR Besar Demokrat Aceh

September 20, 2026
Hasil Survei Melesat ke Empat Besar, Partai Demokrat Makin Diperhitungkan Menuju 2029
Laporan dan Analisis

Hasil Survei Melesat ke Empat Besar, Partai Demokrat Makin Diperhitungkan Menuju 2029

September 20, 2026
Next Post
MAA Perwakilan Jakarta: Revisi UUPA Harus Perkuat Adat dan Kekhususan Aceh

MAA Perwakilan Jakarta: Revisi UUPA Harus Perkuat Adat dan Kekhususan Aceh

Shakai Kaizo: Sejarah Jepang Melakukan Reformasi Sosial, Proses Menuju Modernisasi Jepang

Shakai Kaizo: Sejarah Jepang Melakukan Reformasi Sosial, Proses Menuju Modernisasi Jepang

Discussion about this post

Recommended Stories

Gubernur Mualem Lantik Dewan Ekonomi Aceh

Gubernur Mualem Lantik Dewan Ekonomi Aceh

October 10, 2025
Saatnya Pelabuhan Krueng Geukueh Dioptimalkan Sebagai Pintu Utama Ekspor CPO Sawit Aceh

RUU Migas Dibahas, Kewenangan Khusus Migas Aceh Melalui BPMA Perlu Kepastian

September 13, 2026
Dorong Literasi dan Pengayaan Khazanah Aceh, Lhee Sagoe Press Hibahkan 43 Buku Ber-ISBN ke Perpustakaan Wilayah Aceh

Dorong Literasi dan Pengayaan Khazanah Aceh, Lhee Sagoe Press Hibahkan 43 Buku Ber-ISBN ke Perpustakaan Wilayah Aceh

September 3, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!