Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Enam Akademisi Aceh Tergabung dalam Anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Berikut Profilnya

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
May 2, 2026
Reading Time: 4 mins read
0
Enam Akademisi Aceh Tergabung dalam Anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Berikut Profilnya

BANDA ACEH — Setidaknya enam akademisi yang bernaung di perguruan tinggi Aceh tercatat sebagai anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), lembaga bergengsi yang bernaung di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI). Kehadiran mereka mencerminkan kontribusi nyata insan akademik Aceh dalam peta ilmu pengetahuan nasional, dari bidang virologi, fisika material, antropologi hukum, linguistik, hingga studi Islam dan HAM.

ALMI merupakan organisasi bagi ilmuwan muda Indonesia yang bernaung di bawah AIPI, dideklarasikan pada 20 Mei 2015 dan berdiri resmi setelah Presiden Joko Widodo menandatangani Keputusan Presiden RI No.9/2016 pada 29 Februari 2016.

Ketua ALMI periode 2024–2026, Dr. Lilis Mulyani dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bersama Sekretaris Jenderal Dr. Grandprix T. M. Kadja dari Institut Teknologi Bandung (ITB), memimpin lembaga ini memasuki fase baru pengembangan ilmu pengetahuan Indonesia.

Dalam sambutannya saat pelantikan di tahun 2024 lalu, Dr. Lilis Mulyani menggarisbawahi pentingnya inklusivitas dan penguatan riset sebagai pilar utama ALMI ke depan.

Ia juga menegaskan, “tujuan ALMI adalah menyebarkan ilmu pengetahuan kepada generasi muda, khususnya untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan membentuk karakter ilmuwan yang gemar mengamati dan tidak mudah menyerah.”

Enam Akademisi Aceh di ALMI

1. Harapan — Virologi dan Epidemiologi (Universitas Syiah Kuala)

Harapan adalah dosen dan peneliti di Universitas Syiah Kuala yang telah menerbitkan lebih dari 100 publikasi ilmiah di jurnal internasional, dengan H-Index Scopus 19.

Bidang kepakarannya meliputi virologi, epidemiologi, dan kesehatan masyarakat. Ia aktif sebagai Associate Editor jurnal BMC Public Health, Topic Editor Frontiers in Public Health, dan Editor Reviews in Medical Virology, serta menjabat sebagai Chief Editor di jurnal nasional yang dikembangkan di bawah Universitas Syiah Kuala.

Riset-risetnya mencakup COVID-19, dengue, monkeypox, malaria, dan tuberkulosis — banyak terbit di The Lancet, PLoS ONE, dan BMC Infectious Diseases. Bergabung dalam kelompok kerja Sains Garda Depan. Harapan adalah salah satu ilmuwan kesehatan paling produktif yang pernah dihasilkan Aceh.

2. Abd Mujahid Hamdan — Fisika Material dan Nanoteknologi (UIN Ar-Raniry)

Abdullah Mujahid Hamdan, M.Si., Ph.D., lahir pada 1989, saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry dengan pangkat Lektor Kepala. Dengan H-index Scopus 7 dan lebih dari 20 publikasi di jurnal internasional bereputasi, kontribusinya mencakup fisika material, nanoteknologi, energi terbarukan, magnetik lingkungan, hingga phytoremediation.

Ia berhasil memperoleh hibah LPDP senilai Rp 5 miliar (2024–2027) untuk pengembangan anoda baterai kendaraan listrik berbasis nanopartikel nikel oksida hasil sintesis hijau. Selain itu, ia turut berkontribusi dalam penyusunan RPJM Aceh dan menjadi Tim Ahli Bappeda Aceh. Hamdan bergabung dalam kelompok kerja Sains dan Kebijakan.

3. Arfiansyah — Antropologi Hukum (UIN Ar-Raniry)

Arfiansyah menyelesaikan studi master dari McGill University, Kanada (2010) dalam bidang Islamic Studies dan meraih gelar PhD dari Leiden University (2022) dalam bidang Antropologi Hukum. Minat kajiannya meliputi hukum dan masyarakat muslim, pluralisme hukum, gender, konflik, perlindungan masyarakat sipil, bencana, dan studi Islam, serta ia aktif melakukan advokasi perubahan sosial dan mendorong riset sebagai basis kebijakan publik.

Sejak 2022, bersama Nonviolence Peaceforce yang berkantor pusat di Filipina, ia melakukan penelitian di daerah konflik di Asia Tenggara untuk memetakan mekanisme perlindungan masyarakat sipil dari kekerasan. Ia juga memimpin tim peneliti untuk perlindungan anak yatim piatu di Aceh yang diharapkan menghasilkan Qanun Provinsi. Arfiansyah bergabung dalam kelompok kerja Sains dan Masyarakat.

4. Reza Idria — Antropologi dan Studi Islam (UIN Ar-Raniry)

Reza Idria memperoleh gelar master di bidang Studi Islam dari Leiden University (2010) dan gelar doktor di bidang Antropologi dari Harvard University (2020) dengan predikat terpuji. Risetnya berfokus pada dampak sosial, hukum, dan politik pelaksanaan Syariat Islam di Aceh dan Indonesia secara umum, serta isu-isu bencana, trauma, dan pelanggaran HAM.

Saat ini Reza menjabat sebagai Direktur Eksekutif International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS). Pada 2011, bersama rekan-rekan aktivis Aceh, ia mendirikan Museum HAM Aceh — museum komunitas pertama di Indonesia yang mengusung program memorialisasi dan pemulihan pasca bencana kemanusiaan. Ia juga menginisiasi Sekolah Dokarim, sekolah menulis kreatif untuk anak-anak korban konflik Aceh, dan aktif membantu Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh. Reza bergabung dalam kelompok kerja Sains dan Masyarakat.

5. Firman Parlindungan — Literasi dan Linguistik (Universitas Teuku Umar)

Firman Parlindungan adalah dosen Universitas Teuku Umar (UTU), Aceh, yang meraih gelar Ph.D dalam bidang reading and literacy dari The Ohio State University, Amerika Serikat. Minat penelitiannya berfokus pada studi literasi, strategi pembelajaran bahasa, pedagogi multikultural, dan sosialisasi bahasa.

Penelitian terbarunya mengkaji cerita pahlawan Indonesia dalam sastra anak dalam kaitannya dengan konstruksi pengetahuan dan identitas siswa, yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI. Saat ini ia juga menjabat sebagai Visiting Scholar pada Worlds of Words Center for Global Literature and Literacy di The University of Arizona, Amerika Serikat. Firman bergabung dalam kelompok kerja Sains dan Pendidikan.

6. Saiful Akmal — Pendidikan Bahasa dan Komunikasi (UIN Ar-Raniry)

Saiful Akmal menyelesaikan gelar Master of Arts dari University of Liverpool, Inggris, dan gelar doktoral dari University of Frankfurt, Jerman. Saat ini ia menjadi dosen tetap di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, almamaternya sendiri, sekaligus menjabat sebagai Kepala Pusat Audit dan Pengembangan Mutu.

Kepakaran Saiful Akmal mencakup pendidikan, bahasa, budaya, dan komunikasi. Penelitiannya antara lain mengkaji identitas dan bahasa generasi Z Aceh dalam komunikasi media sosial, serta tantangan guru pendamping sekolah Islam dalam mengimplementasikan rencana pembelajaran bahasa Inggris — yang terbit di jurnal Scopus Q1. Ia juga merupakan awardee program International Deans’ Course South East Asia (IDC-SEA) dari DIES-DAAD-HRK Jerman. Saiful Akmal bergabung dalam kelompok kerja Sains dan Pendidikan.

Sekilas Tentang ALMI

Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) merupakan wadah bagi ilmuwan muda terkemuka Indonesia, didirikan untuk mendorong peran ilmuwan muda dalam memajukan ilmu pengetahuan dan budaya ilmiah unggul di Indonesia, dengan tujuan meningkatkan daya saing bangsa.

Lahirnya ALMI berawal dari penyusunan buku SAINS45: Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia Menyongsong Satu Abad Kemerdekaan. Tiga belas ilmuwan muda yang menjadi komite studi dalam penyusunan buku tersebut menjadi anggota perdana ALMI.

ALMI memiliki empat misi utama: mendorong kemajuan ilmu pengetahuan garda depan melalui kolaborasi lintas disiplin, menumbuhkan budaya ilmiah unggul pada generasi muda, mendorong penggunaan ilmu pengetahuan dalam perumusan kebijakan publik, serta menjadi bagian dari gerakan akademi ilmuwan muda dunia dalam menjawab tantangan global.

ALMI juga merupakan anggota International Science Council (ISC) dan memiliki lima kelompok kerja, termasuk kelompok terbaru Sains, Kesetaraan dan Inklusi yang dibentuk pada Desember 2024.[]

Tags: AcehakademikakademisiALMIilmuwan
ShareTweetSendShare

Related Posts

Sejumlah Pejabat Akan Ikuti Uji Kompetensi dan Evaluasi, Isyaratkan Pergantian Kepala Dinas
Daerah

APBA Aceh Tunjukkan Capaian Positif: Realisasi 23.27 persen, Lampaui Target Awal Tahun

May 2, 2026
MAA Perwakilan Jakarta: Revisi UUPA Harus Perkuat Adat dan Kekhususan Aceh
Daerah

MAA Perwakilan Jakarta: Revisi UUPA Harus Perkuat Adat dan Kekhususan Aceh

May 1, 2026
Bupati Syech Muharram Ajak Ratusan Guru Program Beut Kitab Bak Sikula Kuasai Materi Bimtek, Dorong Pengajaran Berkualitas
Daerah

Bupati Syech Muharram Ajak Ratusan Guru Program Beut Kitab Bak Sikula Kuasai Materi Bimtek, Dorong Pengajaran Berkualitas

May 1, 2026
Dirjen LIP Apresiasi TA Khalid Dalam Percepatan Rehab Lahan Pertanian Pascabencana
Daerah

Dirjen LIP Apresiasi TA Khalid Dalam Percepatan Rehab Lahan Pertanian Pascabencana

May 1, 2026
Ketua HUDA Kota Lhokseumawe Ingatkan Bahaya Meremehkan Ulama di Tengah Polemik Publik
Daerah

Ketua HUDA Kota Lhokseumawe Ingatkan Bahaya Meremehkan Ulama di Tengah Polemik Publik

May 1, 2026
Usai Video Penganiayaan Anak Viral, Pemko Banda Aceh Segel Daycare Ilegal
Daerah

Usai Video Penganiayaan Anak Viral, Pemko Banda Aceh Segel Daycare Ilegal

April 29, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Menko Yusril : Pemerintah Pasti Akan Merespons Positif 17+8 Tuntutan Rakyat

Kunjungi Rutan Polda Metro Jaya, Menko Yusril dan Wamenko Otto Dialog dengan Delpedro Marhaen

September 10, 2025
Aliansi Rakyat Aceh (ARAH) Sesalkan Sikap Pemerintah Pusat Terkait Izin Bantuan Internasional

Aliansi Rakyat Aceh (ARAH) Sesalkan Sikap Pemerintah Pusat Terkait Izin Bantuan Internasional

December 6, 2025
Bupati Aceh Barat Lantik 100 Pejabat, Tegaskan Tidak Ada Ruang untuk Transaksi dan Penyimpangan

Bupati Aceh Barat Lantik 100 Pejabat, Tegaskan Tidak Ada Ruang untuk Transaksi dan Penyimpangan

August 26, 2025

Popular Stories

  • Tingkat Pengangguran Usia Muda Tinggi, Indonesia Berjuang Ciptakan Lapangan Kerja

    Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buntut Polemik di DPRA, Mualem Dikabarkan Kantongi Dua Nama Kandidat Pengganti Ketua DPRA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!