Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Sorot Pemborosan Anggaran, Aktivis Perempuan Kecam Pemko Banda Aceh

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
April 26, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Sorot Pemborosan Anggaran, Aktivis Perempuan Kecam Pemko Banda Aceh

BANDA ACEH — Di tengah kondisi fiskal daerah yang serba terbatas dan sejumlah kabupaten/kota di Aceh yang masih bergulat dengan dampak bencana, Pemerintah Kota Banda Aceh menggelontorkan kisaran Rp4 miliar untuk serangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Kota ke-821. Kebijakan ini menuai kecaman keras dari aktivis perempuan Aceh dan memantik pertanyaan publik soal skala prioritas kepemimpinan Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal.

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) tahun anggaran 2026, total pagu anggaran yang dapat dikonfirmasi untuk rangkaian perayaan HUT kota tersebut mencapai Rp3,988 miliar, belum termasuk satu kegiatan lain yang diduga masuk dalam rangkaian acara namun belum dapat dipastikan.

Jika kegiatan Banda Aceh Academy Talks — yang diduga diinput dengan judul Seminar Nasional di SIRUP LKPP dengan pagu Rp300 juta — turut dihitung, maka total keseluruhan belanja perayaan HUT bisa melampaui Rp4,18 miliar, sebagaimana kami beritakan sebelumnya di tinjauan.id.

Prioritas Dipertanyakan

Aktivis perempuan Aceh, Yulindawati, menyebut kebijakan belanja seremonial ini sebagai bentuk ketidaktepatan prioritas.

“Kami melihat adanya ketidaktepatan prioritas. Saat masyarakat di beberapa daerah sedang menghadapi bencana, Wali Kota Banda Aceh malah menyelenggarakan acara yang terkesan eksklusif, menghadirkan para pejabat, dan minim makna bagi masyarakat luas. Ini hanya seremonial, sekadar potong pita tanpa dampak nyata,” tegasnya dalam pers rilis yang diterima redaksi, Minggu (26/4/2026) di Banda Aceh.

Yulindawati juga menyampaikan informasi yang ia terima mengenai dugaan perekrutan konten kreator untuk kebutuhan komunikasi publik pemerintah kota.

“Kami mendapatkan informasi bahwa sekitar 40 orang konten kreator direkrut untuk membangun branding Wali Kota dan Pemerintah Kota Banda Aceh, dengan gaji mencapai Rp7 juta per orang. Ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah kondisi keuangan daerah,” ujarnya. Redaksi belum dapat memverifikasi secara independen informasi tersebut

Ia juga menyoroti kondisi operasional sejumlah satuan kerja di lingkungan Pemko Banda Aceh yang disebutnya menghadapi keterbatasan anggaran.

Menurut Yulindawati, informasi yang berkembang menyebutkan beberapa dinas harus menahan belanja rutin, termasuk pengadaan alat tulis kantor, karena keterbatasan anggaran yang tersedia.

Sejumlah kegiatan yang melibatkan pimpinan daerah disebut belum jelas mekanisme penggantian biayanya. Redaksi mencatat keterangan ini sebagai informasi yang masih memerlukan konfirmasi dari pihak terkait.

Lonjakan Pokir Dewan

Yulindawati juga menyoroti lonjakan anggaran Pokok Pikiran (Pokir) Dewan Kota Banda Aceh yang meningkat signifikan dari Rp40 miliar menjadi Rp89 miliar.

Ia menilai kenaikan tersebut perlu mendapat perhatian dan penjelasan dari pihak legislatif maupun eksekutif kota, mengingat besarannya yang dinilai tidak proporsional di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai independensi pengawasan dewan terhadap kinerja pemerintah kota,” kata Yulindawati.

Desak Kemendagri Turun Tangan

Yulindawati meminta Kementerian Dalam Negeri melakukan evaluasi serius terhadap pengelolaan anggaran dan arah kebijakan Pemerintah Kota Banda Aceh.

“Kami meminta Kementerian Dalam Negeri tidak menutup mata terhadap kondisi ini. Harus ada evaluasi serius terhadap penggunaan anggaran dan arah kebijakan Pemerintah Kota Banda Aceh,” ujarnya.

Ia juga mengajak alim ulama, seniman, dan budayawan untuk terus bersuara mengawal kebijakan pemerintah agar lebih berpihak kepada kepentingan rakyat, transparan, dan akuntabel.[]

Tags: Illiza Sa'aduddin DjamalKota Banda AcehPemko Banda AcehYulinda Wati
ShareTweetSendShare

Related Posts

Dana Seret, Sejumlah Dapur MBG di Aceh Hentikan Operasional Sementara
Daerah

Dana Seret, Sejumlah Dapur MBG di Aceh Hentikan Operasional Sementara

June 10, 2026
Mukarramah Fadhlullah Terpilih Aklamasi Pimpin PERWOSI Aceh Periode 2026–2030
Daerah

Mukarramah Fadhlullah Terpilih Aklamasi Pimpin PERWOSI Aceh Periode 2026–2030

June 10, 2026
Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur
Daerah

Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur

June 10, 2026
Wabup Aceh Besar Ajak Nazhir Wakaf Tingkatkan Profesionalisme dan Transparansi
Daerah

Wabup Aceh Besar Ajak Nazhir Wakaf Tingkatkan Profesionalisme dan Transparansi

June 10, 2026
Syech Muharram: Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Penting Percepat Pemulihan Pascabencana
Daerah

Syech Muharram: Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Penting Percepat Pemulihan Pascabencana

June 10, 2026
Peneliti Ungkap Temuan “Kuburan Massal” Belanda di Indrapuri
Daerah

Peneliti Ungkap Temuan “Kuburan Massal” Belanda di Indrapuri

June 7, 2026
Next Post
Wali Nanggroe Malik Mahmud, Penafsir Hasan Tiro dan Penjaga Arah Aceh di Masa Depan

Wali Nanggroe Malik Mahmud, Penafsir Hasan Tiro dan Penjaga Arah Aceh di Masa Depan

Baitul Mal Aceh Besar Buka Pendaftaran Bantuan Modal Usaha, Pengurusan Berkas Membludak

Baitul Mal Aceh Besar Buka Pendaftaran Bantuan Modal Usaha, Pengurusan Berkas Membludak

Discussion about this post

Recommended Stories

Dukungan Terhadap Iran Berawal dari Dukungan Terhadap Palestina dan Kekalahan Israel dalam Perang Narasi

Dukungan Terhadap Iran Berawal dari Dukungan Terhadap Palestina dan Kekalahan Israel dalam Perang Narasi

April 4, 2026
Hunian Impian bagi Warga Banda Aceh, Realita atau Harapan?

Hunian Impian bagi Warga Banda Aceh, Realita atau Harapan?

September 23, 2025
Memahami Polemik Bank Aceh

Memahami Polemik Bank Aceh

September 17, 2025

Popular Stories

  • Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!