Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Dunia

Dukungan Terhadap Iran Berawal dari Dukungan Terhadap Palestina dan Kekalahan Israel dalam Perang Narasi

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
April 4, 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Dukungan Terhadap Iran Berawal dari Dukungan Terhadap Palestina dan Kekalahan Israel dalam Perang Narasi

Dukungan terhadap Iran menguat secara global di platform online. Hal ini tak terlepas dari ekses dukungan terhadap Gaza, Palestina yang mengalami kehancuran hebat akibat serangan Israel. Di era media sosial, Israel mengalami kekalahan dalam perang narasi.

TINJAUAN.ID | Dukungan luas masyarakat global terhadap Iran hari ini, merupakan bentuk kontinuitas dari dukungan masif terhadap Palestina dan Gaza, yang sama-sama menempatkan Israel sebagai musuh bersama.

Iran selama beberapa dekade, sejak revolusi Islam tahun 1979, dicitrakan sebagai kekuatan berbahaya yang mengancam demokrasi dan perdamaian dunia.

Tudingan ini diperparah dengan narasi bahwa Iran sedang berupaya merampungkan senjata nuklir. Iran bahkan disebut–sejak era kepresidenan Goerge W. Bush–sebagai Axis of Evil (poros setan), bersama dengan Irak dan Korea Utara.

Secara berkelanjutan, framing terhadap rezim Mullah di Iran terus dikembangkan oleh media Barat sebagai rezim yang otoriter dan tiran, hal ini dianggap bertujuan untuk memunculkan pergolakan politik dari dalam negeri.

Di saat Iran harus menghadapi serangan Israel- Amerika Serikat, simpati publik global justru mengalir kepada Iran. Mengingat yang menyerang Iran adalah Israel bersama AS, merupakan negara yang menginisiasi perang, dikenal sebagai pelanggar HAM dan hukum internasional, yang telah lama menunjukkan kekejaman dan kekejiannnya melalui serangkaian operasi militer di Gaza, Palestina.

Palestina Menang Perang Narasi

Berdasarkan berbagai riset dan survei, isu Palestina telah memenangkan perang narasi terhadap Israel. Citra Israel bagi masyarakat global kini telah tergambarkan sebagai negara penjajah, pelanggar HAM, dan opresor yang keji.

Dalam kasus Israel dan Palestina, beberapa dekade lalu, berbagai media mainstream Barat milik korporasi besar menghadirkan pemberitaan yang pro Israel. Namun di era sosial media, di tangan netizen, narasi tersebut berbalik, dukungan terhadap Palestina meluas. Hal ini dibuktikan secara statistik oleh berbagai riset dan survei.

Narasi Palestina di TikTok

Berdasarkan studi Pew Research Center tahun 2025, sebanyak 59 persen warga AS kini memandang pemerintah Israel secara tidak baik. Jumlah ini naik dari 51 persen di awal tahun 2024. Hanya 35 persen warga AS yang masih berpandangan positif terhadap pemerintah Israel, turun dari 41 persen setahun sebelumnya.

Survei New York Times/Siena menunjukkan bahwa di kalangan pemilih usia 18–29 tahun di AS, yang bersimpati terhadap Palestina berjumlah 47 persen, sementara yang bersimpati kepada Israel hanya berjumlah 26 persen.

Di TikTok, tagar #freepalestine memiliki 31 miliar postingan, lebih bannyak dibanding tagar #standwithisrael yang diposting 590 juta kali, unggul lebih dari 50 kali lipat.

Tagar #FreePalestine digunakan dalam 35 juta video di TikTok dan 11,1 juta postingan di Instagram, sekitar 28 kali lebih banyak dibanding tagar #StandwithIsrael.

Kemenangan dalam perang narasi global ini memberikan konsekuensi politik dalam menentukan perubahan kebijakan luar negeri di sejumlah negara.

Beberapa negara Barat, termasuk Inggris, Kanada, Prancis, dan Australia mengumumkan pengakuan negara Palestina pada September 2025, sehingga jumlah negara PBB yang mengakui kedaulatan Palestina mencapai 157 negara.

Terkait pengakuan terhadap negara Palestina, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berkomentar bahwa negaranya mendukung solusi dua negara untuk menjaga kemungkinan perdamaian tetap berlangsung.

“Di tengah kengerian yang semakin bertambah di Timur Tengah, kami bertindak untuk menjaga kemungkinan perdamaian dan solusi dua negara tetap hidup. Ini berarti Israel yang aman dan terjamin, bersama negara Palestina yang layak. Saat ini, kita tidak memiliki keduanya,” terang Starmer.

Sementara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan bahwa rakyat Palestina berhak untuk memiliki negara sendiri.

“Canberra mengakui aspirasi sah dan sudah lama dipegang oleh rakyat Palestina untuk memiliki negara mereka sendiri,” ujarnya.

14 dari 19 negara anggota G20, diantaranya Argentina, Australia, Brasil, Kanada, China, Prancis, India, Indonesia, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, dan Inggris kini telah mengakui Palestina sebagai sebuah negara.

Lima negara yang belum mengakui negara Palestina adalah Jerman, Italia, Jepang, Korea Selatan, dan AS. Namun Italia dan Jepang telah mengisyaratkan kemungkinan pengakuan.

Kemajuan dalam proses pengakuan negara Palestina oleh sejumlah negara, tentu tak bisa dilepaskan dari masifnya narasi dukungan terhadap Palestina, serta menguatnya sentimen negatif terhadap Israel secara global lewat media sosial. []

Tags: IranIsraelmedia sosialnarasipalestinapolitik global
ShareTweetSendShare

Related Posts

Menimbang Liputan The Economist tentang Indonesia dan Pemerintahan Prabowo
Ekonomi

Menimbang Liputan The Economist tentang Indonesia dan Pemerintahan Prabowo

May 19, 2026
Ekonomi Aceh Triwulan I 2026 Bergerak Pulih Pascabencana, Namun Masih Rentan
Ekonomi

Ekonomi Aceh Triwulan I 2026 Bergerak Pulih Pascabencana, Namun Masih Rentan

May 7, 2026
Ratusan Miliar Pokir DPRA 2026 untuk Dayah: Aceh Tenggara dan Bireuen Dominasi, Aceh Utara Tertinggal Jauh
Laporan dan Analisis

Ratusan Miliar Pokir DPRA 2026 untuk Dayah: Aceh Tenggara dan Bireuen Dominasi, Aceh Utara Tertinggal Jauh

May 2, 2026
Petrodollar: Antara Dominasi Dolar, Pola Konflik Global, dan Hegemoni Amerika Serikat
Ekonomi

Petrodollar: Antara Dominasi Dolar, Pola Konflik Global, dan Hegemoni Amerika Serikat

April 26, 2026
Pemko Banda Aceh Habiskan Hampir Rp4 Miliar untuk Rangkaian Pesta HUT Kota Banda Aceh
Daerah

Pemko Banda Aceh Habiskan Hampir Rp4 Miliar untuk Rangkaian Pesta HUT Kota Banda Aceh

April 24, 2026
Dulu Terima Bantuan IMF, Kini Menolaknya: Pelajaran Krisis Moneter 1998 yang Mengubah Ekonomi Indonesia
Ekonomi

Dulu Terima Bantuan IMF, Kini Menolaknya: Pelajaran Krisis Moneter 1998 yang Mengubah Ekonomi Indonesia

April 22, 2026
Next Post
Martini Buka Suara Sebut Pokir Anggota DPRA Rp4 Miliar, Minta Dokumen Pokir Dibuka ke Publik

Martini Buka Suara Sebut Pokir Anggota DPRA Rp4 Miliar, Minta Dokumen Pokir Dibuka ke Publik

Pokir Anggota DPRA Hanya Rp4 Miliar, Lalu Kemana Sisanya?

Pokir Anggota DPRA Hanya Rp4 Miliar, Lalu Kemana Sisanya?

Discussion about this post

Recommended Stories

Harga Gabah di Aceh Besar Tembus Rp 8.500 per Kilogram, Faktor Penurunan Produktifitas Lahan

Harga Gabah di Aceh Besar Tembus Rp 8.500 per Kilogram, Faktor Penurunan Produktifitas Lahan

July 31, 2025
Geutanyo Parfum: Aroma Aceh yang Memikat Pasar Lokal dan Mancanegara

Geutanyo Parfum: Aroma Aceh yang Memikat Pasar Lokal dan Mancanegara

December 4, 2025

Perang Israel-Iran Seret Palestina ke Konflik

March 26, 2026

Popular Stories

  • Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!