Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Martini Buka Suara Sebut Pokir Anggota DPRA Rp4 Miliar, Minta Dokumen Pokir Dibuka ke Publik

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
April 7, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Martini Buka Suara Sebut Pokir Anggota DPRA Rp4 Miliar, Minta Dokumen Pokir Dibuka ke Publik

BANDA ACEH — Gedung DPRA, Senin (6/4/2026), menjadi saksi keberanian seorang anggota dewan bicara lantang soal sesuatu yang selama ini jarang diungkap secara terbuka di ruang paripurna, kesenjangan alokasi pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRA.

Martini, anggota DPRA dari Fraksi NasDem, memilih berbicara blak-blakan. Ia menegaskan bahwa setiap anggota DPRA hanya mendapat pokir sebesar Rp4 miliar, angka yang menurutnya jauh dari cukup untuk menyerap aspirasi masyarakat dari daerah pemilihan masing-masing.

“Kami anggota DPRA ingin menyampaikan secara jelas kepada masyarakat bahwa Pokir anggota DPRA itu Rp4 miliar satu orang,” katanya di hadapan forum paripurna.

Bukan sekadar angka, Martini membeberkan ke mana saja uang itu mengalir. Dari Rp4 miliar miliknya, Rp3,5 miliar habis untuk masjid, Rp300 juta untuk sekolah, dan Rp200 juta untuk dayah. “Ini sangat sedikit, tidak bisa mengakomodir aspirasi masyarakat,” tegasnya.

Ia bahkan memohon langsung kepada Ketua DPRA agar alokasi itu tak dipangkas. “Jangan dipotong ya, Ketua. Ini sangat sedikit sekali,” pintanya.

Martini juga mengingatkan agar usulan dari reses benar-benar diakomodir, bukan sekadar formalitas.

“Reses anggota DPRA ini dilindungi undang-undang,” ujarnya.

Yang tak kalah keras, Martini mendorong agar dokumen pokir yang nilainya membengkak di tingkat eksekutif dibuka ke publik.

“Kalau ada dokumen Pokir DPRA yang membengkak di Pemerintahan Aceh, mohon dipublikasi. Karena masyarakat sering menganggap, ‘kenapa bencana ini tidak selesai, pasti dimakan Pokir DPRA’,” ucapnya.

Kritik soal pokir ini bukan yang pertama dari Martini. Sebelumnya ia juga pernah menyebut tata kelola DPRA tidak berjalan profesional dan cenderung amburadul, bahkan menuding lembaga legislatif Aceh seolah menjadi milik pribadi dan hanya melayani kepentingan kelompok tertentu.

Pertanyaan yang menggantung di ruang paripurna itu sederhana namun menusuk, jika anggota hanya dapat Rp4 miliar, berapa pokir yang dikantongi sang ketua?

Respons Ketua DPRA Soal Pokir

Ketua DPRA Zulfadhli alias Abang Samalanga memilih merespons dengan argumentasi hukum. Ia menegaskan tidak ada regulasi yang membatasi nilai pokir siapapun. “Tidak ada undang-undang yang menyatakan harus Rp4 miliar, Rp5 miliar, Rp100 miliar, atau Rp1 triliun,” katanya.

Abang Samalanga juga menyinggung soal penggunaan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dalam pengusulan pokir. Menurutnya, tidak ada kewajiban hukum bagi anggota DPR untuk tunduk pada sistem itu.

“Makanya ketika saya tawarkan kepada kawan-kawan semua, kita jangan pakai SIPD. Tidak ada undang-undang dan ketentuan hukum yang menyatakan akun harus pakai akun DPRA. DPR itu bukan kabid program,” tegasnya.

Menurutnya, selama pokir diusulkan melalui reses, masuk proses Musrenbang, dan mengacu pada RPJM, maka nilainya sah untuk dibahas, berapapun besarnya.

Kesepahaman soal mekanisme pokir rencananya akan dibahas lebih lanjut dalam rapat Banggar DPRA.[]

Tags: Dana Pokir DPRADPRAKetua DPRAMartini
ShareTweetSendShare

Related Posts

Mengapa Rocky Gerung Begitu Digemari Publik Indonesia?
Laporan dan Analisis

Mengapa Rocky Gerung Begitu Digemari Publik Indonesia?

July 17, 2026
Sri Mulyani Kini Mengajar di Oxford, Cerita Pengalaman Mengajar di Kampus Top Dunia
Nasional

Sri Mulyani Kini Mengajar di Oxford, Cerita Pengalaman Mengajar di Kampus Top Dunia

July 17, 2026
Hadiri Munaslub Gubernur se-Indonesia, Mualem Kawal Sinkronisasi Kebijakan Strategis Nasional
Daerah

Hadiri Munaslub Gubernur se-Indonesia, Mualem Kawal Sinkronisasi Kebijakan Strategis Nasional

July 17, 2026
Demokrat Bireuen: Dr. Sayuti Abubakar Pilihan Tepat Untuk Demokrat Aceh
Politik

Demokrat Bireuen: Dr. Sayuti Abubakar Pilihan Tepat Untuk Demokrat Aceh

July 16, 2026
Zainal: Surat Terbuka Bukan Mekanisme Resmi Musda Partai Demokrat
Politik

Zainal: Surat Terbuka Bukan Mekanisme Resmi Musda Partai Demokrat

July 15, 2026
Proses Lelang Proyek Irigasi di Pidie Diduga Bermasalah, Berita Acara Hasil Pemilihan Tidak Diunggah
Daerah

Proses Lelang Proyek Irigasi di Pidie Diduga Bermasalah, Berita Acara Hasil Pemilihan Tidak Diunggah

July 15, 2026
Next Post
Pokir Anggota DPRA Hanya Rp4 Miliar, Lalu Kemana Sisanya?

Pokir Anggota DPRA Hanya Rp4 Miliar, Lalu Kemana Sisanya?

Rapat Paripurna DPRA Memanas, Anggota Soroti Transparansi Pokir dan Minta Bertemu Gubernur Tanpa Pimpinan

Rapat Paripurna DPRA Memanas, Anggota Soroti Transparansi Pokir dan Minta Bertemu Gubernur Tanpa Pimpinan

Discussion about this post

Recommended Stories

Wapres Ma’ruf Amin targetkan Indonesia menjadi produsen halal dunia di 2024

January 1, 2023
Tingkatkan Mutu Pendidikan, Mualem Godok Program Kartu Aceh Unggul

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Mualem Godok Program Kartu Aceh Unggul

October 27, 2025
Kak Na: TP Posyandu Aceh Dukung Upaya Kemenkes Capai Target Cakupan Vaksinasi dan IDL

‎Wagub Fadhlullah dan Grup Aceh Bersatu Malaysia Bantu Pemulangan Jenazah Warga Pidie dari Malaysia

May 30, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!