Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Rapat Paripurna DPRA Memanas, Anggota Soroti Transparansi Pokir dan Minta Bertemu Gubernur Tanpa Pimpinan

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
April 7, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Rapat Paripurna DPRA Memanas, Anggota Soroti Transparansi Pokir dan Minta Bertemu Gubernur Tanpa Pimpinan

BANDA ACEH – Suasana rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Senin (6/4/2026) memanas. Selain membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Muzakir Manaf tahun 2025, anggota dewan mengangkat isu transparansi anggaran dan permintaan tak biasa bertemu langsung dengan gubernur tanpa melibatkan pimpinan DPR Aceh.

Ketegangan muncul ketika Rijaluddin, anggota DPR Aceh dari Komisi V, menyela rapat yang dipimpin Ketua DPR Aceh Zulfadli. Ia meminta kesempatan menyampaikan permohonan khusus kepada gubernur.

“Pimpinan, satu saja permohonan, saya tidak banyak permohonan,” ujarnya,

Namun, Ketua DPR Aceh Zulfadl sempat meminta agar hal tersebut dikomunikasikan dalam forum lain karena rapat akan segera ditutup dan gubernur memiliki agenda lain. Meski demikian, Rijaluddin tetap bersikeras ingin menyampaikan permohonan tersebut saat itu juga.

Dalam penyampaiannya, Rijaluddin meminta agar gubernur bersedia bertemu seluruh anggota DPR Aceh tanpa kehadiran pimpinan DPR Aceh

“Pak gubernur, kami meminta seluruh anggota DPRA berjumpa dengan pak gubernur tanpa pimpinan. Setuju kawan-kawan semuanya?” tanya Rijaluddin, yang dijawab “setuju” oleh sejumlah anggota dewan.

“Itu permohonan kami dari lubuk hati paling dalam. Pak gubernur kami mohon kebijaksanaannya,” ujarnya.

Sebelumnya, rapat paripurna juga diwarnai pembahasan transparansi anggaran Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRA. Anggota DPRA dari Fraksi Partai Nasdem, Martini, secara terbuka mengungkapkan besaran Pokir yang diterima setiap anggota dewan, yakni Rp 4 miliar per orang.

“Kami anggota DPR ingin menyampaikan secara jelas kepada masyarakat bahwa Pokir anggota DPRA itu 4 miliar satu orang,” kata Martini.

Martini menyebutkan peruntukan Pokir yang dia ajukan Rp 3,5 miliar untuk pembangunan masjid, Rp 300 juta untuk sekolah, dan Rp 200 juta untuk dayah. Menurut Martini, jumlah tersebut masih sangat terbatas dan belum sepenuhnya mengakomodasi aspirasi masyarakat.

“Reses anggota DPRA dilindungi undang-undang dan harus dimasukkan dalam Pokir. Jangan sampai hanya menjadi formalitas,” ujar Martini.

Selain soal keterbatasan anggaran, Martini juga menyoroti isu pembengkakan Pokir yang beredar di tengah masyarakat. Ia mendorong transparansi dokumen Pokir, terutama jika terjadi pembengkakan anggaran di tingkat eksekutif:

“Kami ingin apabila ada dokumen Pokir DPR membengkak di pemerintah Aceh, mohon dipublikasikan. Kenapa? Karena seolah-olah masyarakat menganggap kenapa bencana tidak selesai, ini pasti dimakan Pokir DPR. Tidak, ketua,” tegasnya.

Martini berharap pengelolaan Pokir ke depan dilakukan secara transparan dan tepat sasaran, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.[]

Tags: DPRARapat paripurna DPRA
ShareTweetSendShare

Related Posts

Nasir Djamil Buka Diklat Paralegal YARA, Tekankan Keberpihakan pada Keadilan dan Masa Depan Aceh
Daerah

Nasir Djamil Buka Diklat Paralegal YARA, Tekankan Keberpihakan pada Keadilan dan Masa Depan Aceh

October 16, 2026
Rekam Jejak Kapolda Aceh Ruddi Setiawan Berantas Narkoba, Prestasi Tuai Apresiasi
Daerah

Rekam Jejak Kapolda Aceh Ruddi Setiawan Berantas Narkoba, Prestasi Tuai Apresiasi

October 16, 2026
OTT KPK Guncang BNPB saat Bencana Belum Reda, Ini Faktanya
Nasional

OTT KPK Guncang BNPB saat Bencana Belum Reda, Ini Faktanya

October 16, 2026
Isi Kuliah Umum Gelora Kebangsaan di USK, Kapolda Aceh Ajak Mahasiswa Saring sebelum Sharing
Daerah

Isi Kuliah Umum Gelora Kebangsaan di USK, Kapolda Aceh Ajak Mahasiswa Saring sebelum Sharing

October 15, 2026
Konkretkan Kerja Sama Pendidikan Hingga Investasi, Wali Nanggroe Aceh Temui Konjen Singapura
Daerah

Konkretkan Kerja Sama Pendidikan Hingga Investasi, Wali Nanggroe Aceh Temui Konjen Singapura

October 15, 2026
Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan
Daerah

Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan

October 15, 2026
Next Post
Sejarah Jepang di Aceh: Pergi dari Aceh Diam-Diam

Sejarah Jepang di Aceh: Pergi dari Aceh Diam-Diam

Intip Peluang Kerja di Australia: Berikut Panduan, Syarat, dan Informasi Lebih Lanjut

Intip Peluang Kerja di Australia: Berikut Panduan, Syarat, dan Informasi Lebih Lanjut

Discussion about this post

Recommended Stories

Aksi Tolak Tambang di Beutong Ateuh, Warga Kibarkan Bendera Bulan Bintang

Aksi Tolak Tambang di Beutong Ateuh, Warga Kibarkan Bendera Bulan Bintang

August 30, 2026
Jaringan Aneuk Syuhada Aceh Ingatkan DPR RI dan Jusuf Kalla Perihal Revisi UUPA: Jangan Jadi Wacana Kosong

Jaringan Aneuk Syuhada Aceh Ingatkan DPR RI dan Jusuf Kalla Perihal Revisi UUPA: Jangan Jadi Wacana Kosong

September 13, 2025
Cerita Korban Banjir Aceh di Cot Ara: Harapan pada Sawah yang Terkubur Lumpur

Rp25,65 Triliun Pemulihan Pascabencana Aceh: Uangnya Ada di Mana, Proyeknya Sampai Mana?

September 13, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!