Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Fokus Laporan dan Analisis

Said Malawi: Profesional Migas Berpengalaman Internasional, Layak Memimpin BPMA

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
July 2, 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Said Malawi: Profesional Migas Berpengalaman Internasional, Layak Memimpin BPMA

TINJAUAN.ID | Pergantian kepemimpinan di Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), apabila jadi dilaksanakan, akan menjadi momentum penting bagi Aceh untuk memastikan pengelolaan sumber daya migas berjalan optimal, transparan, dan berdaya saing. Salah satu nama yang layak dipertimbangkan untuk mengisi posisi strategis ini adalah Said Malawi, putra Pidie Jaya dengan rekam jejak panjang di industri migas nasional maupun internasional.

Rekam Jejak Profesional yang Solid

Said Malawi saat ini menjabat sebagai Commissioning & Start-Up Manager di PT JGC Indonesia, posisi strategis yang mengharuskannya mengawal dan memimpin pengelolaan proyek-proyek migas besar di Indonesia. Pada 2023, ia dipercaya sebagai Commissioning and Startup Manager untuk Terminal LNG Sumbawa dan Regasifikasi — sebuah proyek berskala nasional yang menuntut ketelitian teknis dan kepemimpinan manajerial tingkat tinggi.

Jauh sebelum itu, kariernya telah teruji di panggung internasional. Ia pernah menjabat sebagai LNG S&L Supervisor di Qatargas, salah satu perusahaan energi terbesar dunia. Selama di Qatar, Said terlibat dalam proyek besar seperti Commissioning dan Start-up Dermaga LPG Ras Laffan (2006), serta memimpin penyelesaian Shutdown Train-6 LNG Qatargas dengan standar keselamatan tinggi — pencapaian yang membuatnya menerima sejumlah penghargaan dari Qatargas.

Kombinasi pengalaman ini menempatkan Said sebagai sosok langka: profesional Aceh yang memahami seluk-beluk industri LNG dari hulu ke hilir, dari commissioning hingga operasional, di lingkungan kerja global yang sangat kompetitif.

Fondasi Akademik yang Kuat

Kompetensi teknis Said dibangun di atas fondasi pendidikan yang jelas: Teknik Mesin di Universitas Negeri Medan (Univa) dan Politeknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), dilanjutkan dengan gelar Magister Manajemen predikat Cumlaude dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala. Perpaduan latar belakang teknik dan manajemen ini relevan langsung dengan tuntutan jabatan Kepala BPMA, yang membutuhkan pemahaman teknis migas sekaligus kapasitas manajerial dan pengambilan kebijakan.

Kepemimpinan Organisasi dan Jejaring Internasional

Said bukan sekadar profesional teknis. Ia aktif memimpin organisasi, tercatat sebagai Sekretaris Jenderal Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar (PERMIQA) dan Ketua Umum Badan Musyawarah Masyarakat Pidie Jaya (BAMUS) di Jakarta. Pengalaman ini mengasah kemampuannya membangun konsensus, mengelola kepentingan beragam pihak, dan menjaga hubungan lintas komunitas — kemampuan yang krusial bagi seorang pemimpin lembaga publik seperti BPMA.

Jejaringnya juga menembus level diplomatik dan bisnis internasional. Ia menjadi panitia Forum Bisnis Indonesia di Qatar yang disponsori KBRI, memfasilitasi kunjungan pemerintah Aceh ke Qatar, serta menjadi delegasi Kongres Diaspora Indonesia di Los Angeles pada 2012. Konektivitas internasional semacam ini berpotensi membuka peluang investasi dan kerja sama migas bagi Aceh.

Komitmen Nyata terhadap Aceh

Yang membedakan Said dari sekadar profesional migas berprestasi adalah dedikasinya yang konsisten terhadap tanah kelahirannya. Ia pernah berdiskusi strategis dengan Wali Nanggroe Aceh membahas upaya menarik investasi ke Aceh, tampil sebagai pembicara di Politeknik Lhokseumawe dan forum diskusi publik “Menakar Potensi Besar Energi Aceh” yang digagas Dewan Mahasiswa Aceh, serta mewakili Kesultanan Aceh dalam Festival Warisan Budaya Nusantara di Borobudur.

Rangkaian aktivitas ini menunjukkan bahwa keterlibatan Said terhadap Aceh bukan sekadar simbolis, melainkan berkelanjutan — mencakup dimensi ekonomi, pendidikan, hingga budaya.

Mengapa Said Malawi Layak Memimpin BPMA

Beberapa alasan menjadikan Said Malawi kandidat yang layak dipertimbangkan untuk memimpin BPMA:

Kompetensi teknis teruji — pengalaman langsung dalam commissioning, start-up, dan operasional proyek LNG berskala besar, baik di dalam maupun luar negeri.

Kapasitas manajerial terverifikasi — gelar Magister Manajemen cumlaude dan posisi manajerial aktif di perusahaan migas nasional.

Jejaring internasional — relasi kuat dengan komunitas energi global, khususnya di Qatar, yang dapat dimanfaatkan untuk kerja sama dan investasi.

Kepemimpinan organisasi teruji — pengalaman memimpin organisasi masyarakat di dalam dan luar negeri.

Kedekatan emosional dan komitmen terhadap Aceh — keterlibatan aktif dan berkelanjutan dalam isu pembangunan, investasi, dan budaya Aceh.

Dengan kombinasi keahlian teknis, kapasitas manajerial, jejaring internasional, dan dedikasi terhadap Aceh, Said Malawi merupakan sosok yang pantas dipertimbangkan sebagai calon Kepala BPMA — figur yang diharapkan mampu membawa pengelolaan migas Aceh ke standar profesionalisme internasional sekaligus tetap berpijak pada kepentingan masyarakat Aceh.[]

Tags: AcehBpmamigasSaid Malawi
ShareTweetSendShare

Related Posts

Memaknai Kehadiran Presiden Prabowo di Beijing
Ekonomi

Sejarah Cina Modern: Dari Revolusi hingga Kebangkitan Ekonomi

June 30, 2026
Mualem Sedang Berjuang untuk Aceh: Revisi UUPA, Dana Otsus, dan Migas Aceh
Laporan dan Analisis

Mualem Sedang Berjuang untuk Aceh: Revisi UUPA, Dana Otsus, dan Migas Aceh

June 19, 2026
Chatib Basri Menilai Ekonomi Indonesia Hari Ini
Ekonomi

Chatib Basri Menilai Ekonomi Indonesia Hari Ini

June 14, 2026
Analisis: Gas Andaman, Berkah atau Kutukan yang Terulang?
Laporan dan Analisis

Analisis: Gas Andaman, Berkah atau Kutukan yang Terulang?

June 5, 2026
Menimbang Liputan The Economist tentang Indonesia dan Pemerintahan Prabowo
Ekonomi

Menimbang Liputan The Economist tentang Indonesia dan Pemerintahan Prabowo

May 19, 2026
Ekonomi Aceh Triwulan I 2026 Bergerak Pulih Pascabencana, Namun Masih Rentan
Ekonomi

Ekonomi Aceh Triwulan I 2026 Bergerak Pulih Pascabencana, Namun Masih Rentan

May 7, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Sekda Aceh Buka Rapat Kerja Triwulan III Bank Aceh, Minta Bank Aceh Aktif Salurkan Pembiayaan Produktif

Sekda Aceh Buka Rapat Kerja Triwulan III Bank Aceh, Minta Bank Aceh Aktif Salurkan Pembiayaan Produktif

September 15, 2025

Anies Baswedan Bertemu Habib Rizieq Shihab, Sowan ke Sejumlah Ulama di Jawa Timur bersama Muhaimin Iskandar

September 29, 2023
Berikan Orasi Ilmiah di STISNU Aceh, ini Pesan Abi MUDI

Berikan Orasi Ilmiah di STISNU Aceh, ini Pesan Abi MUDI

September 24, 2025
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!