Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Nasional

YARA: Negara Mampu Tangani Bencana Hidrometeorologi, Data Jadi Kunci Pemulihan

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
December 17, 2025
Reading Time: 2 mins read
0
YARA: Negara Mampu Tangani Bencana Hidrometeorologi, Data Jadi Kunci Pemulihan

Menurut Ketua YARA Safaruddin, dua fase krusial dalam penanganan bencana rehabilitasi dan rekonstruksi tidak akan berjalan optimal tanpa data yang akurat dan terverifikasi.

‎Jakarta – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin, menegaskan bahwa negara memiliki kemampuan penuh untuk menangani pemulihan pascabencana banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

‎Namun, kunci keberhasilan pemulihan tersebut sangat bergantung pada kesiapan data kerusakan dan korban yang disiapkan pemerintah daerah.

‎Menurut Safaruddin, dua fase krusial dalam penanganan bencana rehabilitasi dan rekonstruksi tidak akan berjalan optimal tanpa data yang akurat dan terverifikasi.

‎Rehabilitasi berfokus pada pemulihan fungsi dasar layanan publik serta kehidupan sosial-ekonomi masyarakat, sementara rekonstruksi bertujuan membangun kembali sarana dan prasarana yang rusak, bahkan dengan kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.

‎“Dampak banjir memang besar, tetapi dengan seluruh sumber daya yang dimiliki, negara sangat mampu melakukan pemulihan. Yang harus segera dilakukan pemerintah daerah adalah menyiapkan data korban, fasilitas umum yang rusak, serta harta benda masyarakat terdampak agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan cepat dan tepat,” ujar Safaruddin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/12/2025).

‎Ia menilai pemerintah pusat telah bergerak cepat dalam upaya pemulihan. Di Aceh, sejumlah fasilitas vital seperti jalan dan jembatan telah diperbaiki meski masih bersifat darurat, sehingga kembali bisa digunakan untuk distribusi logistik.

‎Selain itu, kata Safar, transportasi udara juga telah dikerahkan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses.

‎Namun demikian, Safar menekankan bahwa percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi akan jauh lebih maksimal apabila pemerintah daerah aktif berkomunikasi dan menyinkronkan data lapangan dengan pemerintah pusat.

‎ “Upaya pemulihan sudah terlihat nyata. Infrastruktur vital mulai difungsikan kembali dan akses logistik terus dibuka. Tinggal bagaimana pemerintah daerah lebih aktif menyampaikan data korban dan kerusakan agar proses rehab-rekon benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.

Bentuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi

‎Lebih lanjut, YARA mendorong pemerintah pusat untuk membentuk badan ad hoc khusus percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi bencana hidrometeorologi, serupa dengan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Pascatsunami Aceh 2004 silam.

‎Menurut Safar, model BRR terbukti mampu menangani kerusakan secara terukur, terkoordinasi, dan efektif.

‎ “Kami mendorong pembentukan badan ad hoc seperti BRR. Apalagi Presiden Prabowo telah beberapa kali turun langsung ke Aceh, ini menunjukkan komitmen serius negara. Dengan sumber daya yang ada dan kepemimpinan yang kuat, kami yakin negara mampu memulihkan kondisi pascabencana ini,” tegas Safaruddin.

‎YARA juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, relawan, dan lembaga yang telah bergerak cepat membantu korban banjir di masa-masa genting.

‎Safar melanjutkan, solidaritas ini mencerminkan nilai gotong royong dan semangat Pancasila yang masih hidup kuat di tengah masyarakat Indonesia.

‎“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu tanpa pamrih. Solidaritas kemanusiaan ini adalah wajah sejati bangsa Indonesia. Di saat yang sama, masyarakat juga harus tetap aktif melakukan pengawasan, memberi kritik, dan masukan kepada pemerintah agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan cepat, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya Safaruddin.[]

Tags: banjir AcehBencana banjir Sumaterapenanganan banjirYARA
ShareTweetSendShare

Related Posts

Dana Bantuan Sapi Meugang bagi Daerah Terdampak Bencana Aceh Sudah Ditransfer, Wagub Aceh Apresiasi Presiden
Daerah

Dana Bantuan Sapi Meugang bagi Daerah Terdampak Bencana Aceh Sudah Ditransfer, Wagub Aceh Apresiasi Presiden

February 10, 2026
Kak Na Dampingi Ketum Seruni Serahkan Bantuan di Pidie Jaya
Daerah

Kak Na Dampingi Ketum Seruni Serahkan Bantuan di Pidie Jaya

February 10, 2026
Ray Dalio Peringatkan Dunia di Ambang ‘Perang Modal’, Sarankan Emas sebagai Pelindung Aset
Ekonomi

Ray Dalio Peringatkan Dunia di Ambang ‘Perang Modal’, Sarankan Emas sebagai Pelindung Aset

February 10, 2026
Wagub Aceh Minta Percepatan Jadup, Pemulihan Ekonomi hingga Sapi Meugang saat Kunjungan Pimpinan MPR RI
Daerah

Wagub Aceh Minta Percepatan Jadup, Pemulihan Ekonomi hingga Sapi Meugang saat Kunjungan Pimpinan MPR RI

February 10, 2026
Kemendikdasmen Buka Pendaftaran Program Pertukaran Guru Indonesia–Korea 2026
Daerah

Batasi Penggunaan Gadget di SMA, SMK dan SLB, Dinas Pendidikan Aceh Terbitkan Surat Edaran

February 9, 2026
Waspada Akun Facebook Palsu Catut Nama Mualem, Jangan Percaya Tawaran Bantuan Lewat Medsos
Daerah

Waspada Akun Facebook Palsu Catut Nama Mualem, Jangan Percaya Tawaran Bantuan Lewat Medsos

February 7, 2026
Next Post
Pemadaman Listrik Berkepanjangan di Aceh, Warga Sebut Pelanggaran Hak Rakyat

Pemadaman Listrik Berkepanjangan di Aceh, Warga Sebut Pelanggaran Hak Rakyat

Gerak Taktis AHY Tangani Bencana Sumatera

Gerak Taktis AHY Tangani Bencana Sumatera

Discussion about this post

Recommended Stories

Plt Sekda Sampaikan Raqan RPJMA 2025-2029 di Rapat Paripurna DPRA

Plt Sekda Sampaikan Raqan RPJMA 2025-2029 di Rapat Paripurna DPRA

August 1, 2025
TP PKK Aceh Barat Latih Meracik Kopi

TP PKK Aceh Barat Latih Meracik Kopi

August 7, 2025
Kedai Kopi Pertama di Aceh: Antara Pengaruh Ottoman dan Budaya Perantauan Tionghoa

Kedai Kopi Pertama di Aceh: Antara Pengaruh Ottoman dan Budaya Perantauan Tionghoa

July 19, 2025

Popular Stories

  • Tingkat Pengangguran Usia Muda Tinggi, Indonesia Berjuang Ciptakan Lapangan Kerja

    Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Review Laporan Keuangan Bank Aceh Syariah (I) ; Triliunan Dana Diinvestasikan ke Luar Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi.tinjauan@gmail.com

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • Contact Us

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?