Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Nasional

Gerak Taktis AHY Tangani Bencana Sumatera

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
December 18, 2025
Reading Time: 3 mins read
0
Gerak Taktis AHY Tangani Bencana Sumatera

Langkah taktis AHY dalam penanganan bencana banjir Sumatera kali ini, serta perhatiannya terhadap Aceh, mengingatkan kita dengan Presiden SBY yang responsif dalam menangani bencana dahsyat tsunami.

Bencana banjir bandang telah mengakibatkan dampak besar di Sumatera, baik dalam jumlah korban, kerusakan infrastruktur, maupun kerugian materil. Bencana dahsyat ini mengakibatkan 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terdampak.

Skala kerusakan masif ini menuntut respons terpusat yang terintegrasi. Sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan komando koordinasi pemulihan. Segera setelah bencana, AHY menyatakan duka cita mendalam atas korban jiwa dan warga yang hilang, sekaligus menetapkan Logistical Imperative sebagai strategi inti.

Logistical Imperative (keharusan logistik) adalah sebuah prinsip dasar dalam manajemen logistik yang menegaskan bahwa keberhasilan suatu operasi, baik dalam konteks bisnis, militer, maupun penanganan bencana, sangat bergantung pada kelancaran rantai distribusi logistik.

Kronologi Langkah AHY Tangani Bencana

Minggu pagi, pada tanggal 30 November 2025, Menko AHY telah berada di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara untuk memimpin rapat koordinasi dengan BMKG dan Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman dan jajaran terkait dalam penanganan bencana banjir bandang Sumatera.

Di hari yang sama, tanggal 30 November 2025, Menko AHY memastikan langsung pengiriman bantuan logistik untuk wilayah pedalaman yang paling terisolir di Samar Kilang, Kabupaten Bener Meriah. Pengiriman dilakukan dengan helikopter Caracal milik TNI-AU, diterbangkan dari Pangkalan TNI-AU Soewondo, Medan, Sumut.

Pada Senin tanggal 1 Desember 2025, Menko AHY bersama Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman memastikan langsung bantuan Presiden Prabowo lebih dari 50 ton bantuan di Pelabuhan Belawan yang diangkut dengan KRI Sutedi Senaputra-378. Bantuan ini ditujukan untuk distribusi di Aceh Utara dan Aceh Timur. Jalur laut menjadi pilihan di saat itu karena akses jalur darat yang masih terputus.

Keesokan harinya, pada Selasa siang tanggal 2 Desember 2025, Menko AHY dan Mentrans Iftitah Sulaiman naik pesawat Hercules bersama TNI-AU dari Lanud Soewondo, Medan, menuju Bandara Rembele, Bener Meriah, untuk meninjau langsung lokasi bencana.

AHY langsung bertemu dengan Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar dan jajaran Forkopimda, sekaligus menyalurkan bantuan presiden sejumlah 13 ton beras. Bantuan tersebut disalurkan bagi warga di pengungsian yang telah lima hari mengungsi.

Di hari yang sama, 2 Desember 2025, Menko AHY bersama Mentrans Iftitah Sulaiman menempuh jalan darat dari Bener Meriah menuju Aceh Tengah, tepatnya di kawasan Danau Laut Tawar. AHY menyaksikan kawasan perumahan yang tertimbun longsor. AHY segera berkordinasi dengan Kementerian PU untuk mengerahkan alat berat guna membersihkan material longsor.

Ia juga meninjau ruas jalan Bener Meriah-Bireuen yang terputus sembari mengupayakan pemulihan akses jalan. Di lokasi tersebut.

Setelah itu, AHY bertolak ke Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat untuk meninjau dampak bencana banjir bandang yang terbilang cukup parah, tak jauh dengan kondisi di Aceh.

Pada Selasa sore, tanggal 9 Desember 2025, Menko AHY bertemu dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem di Bandara Kualanamu, Sumut, untuk mengupdate kondisi Aceh pascabencana banjir bandang. AHY sekali lagi ingin melihat langsung kondisi bencana di lapangan guna memastikan pekerjaan pemulihan di lapangan bisa berjalan taktis dan efektif.

Setelah bertemu Mualem di Bandara Kualanamu untuk mendengar langsung mengenai kondisi Aceh terkini, agaknya pertemuan tersebut membuat Menko AHY tergerak mempersiapkan kunjungannya kembali ke Aceh. Kali ini AHY menuju Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu daerah dengan dampak bencana terparah di Aceh.

Pada Rabu pagi, 10 Desember 2025, Menko AHY tiba di Aceh Tamiang. Bersama dengan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya yang sebelumnya menyusuri jalur darat dari Banda Aceh, AHY bertemu dengan Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dan jajaran.

Disana AHY melakukan pemetaan kondisi lapangan. khususnya mendata kerusakan infrastruktur yang terdampak. Tak lupa ia juga mengupayakan tersedianya kebutuhan logistik yang memadai dan memastikan konektivitas wilayah di Aceh Tamiang dapat segera ditangani.

Di Aceh Tamiang, AHY menyerahkan sejumlah bantuan logistik, diantaranya beras, sembako dan kebutuhan bayi bagi korban bencana. AHY tak lupa memastikan pengerahan alat-alat berat berupa eskavator dan loader, juga pembangunan jembatan perintis untuk membuka akses transportasi yang rusak.

Di Aceh Tamiang, AHY meninjau Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Wilayah yang termasuk paling parah terdampak bencana. Di sana, ia memastikan akses logistik menjangkau dua desa yang masih terisolir.

AHY juga sempat meninjau Kota Lintang Bawah, Aceh Tamiang, yang terdampak cukup parah. AHY memastikan Kementerian PU menyediakan fasilitas publik berupa air bersih dan MCK, serta alat berat dikerahkan untuk memulihkan kondisi yang terdampak.

Penanganan Berkelanjutan Pascabencana

Sejak 30 November 2025, hingga kunjungan terakhir di Aceh Tamiang pada 10 Desember 2025, perhatian besar AHY terhadap  bencana banjir bandang hidrometeorologi Sumatera, khususnya Aceh sebagai provinsi dengan dampak bencana paling luas dan parah, ditunjukkan dengan kehadiran langsung di lokasi bencana dan penanganan berkelanjutan.

Langkah taktis AHY selaku Menko IPK dalam penanganan bencana banjir Sumatera kali ini, serta perhatiannya terhadap Aceh, mengingatkan kita dengan tindakan Presiden SBY yang responsif dan taktis dalam menangani bencana dahsyat tsunami yang menerjang Aceh di tahun 2004, 21 tahun lalu.

Meski untuk pemulihan pascabencana sepenuhnya butuh waktu, energi dan sumberdaya yang tidak sedikit, penanganan awal AHY selaku Menko IPK membantu penanganan bencana di masa-masa awal yang paling krusial.

Oleh: Jabal Ali Husin Sab

Penulis adalah warga Banda Aceh.

Makin Tahu Indonesia

Tags: Acehbanjir AcehBencana banjir SumateraMakin Tahu Indonesia
ShareTweetSendShare

Related Posts

Soal WNI Masuk Militer Asing, Menko Yusril Nyatakan Tidak Otomatis Kehilangan Status Kewarganegaraan
Nasional

Pemerintah Harapkan Persidangan Perkara Andrie Yunus Berjalan Profesional, Obyektif, dan Menjaga Kepercayaan Publik

May 8, 2026
Pewarta Foto Aceh Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026
Nasional

Pewarta Foto Aceh Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026

May 8, 2026
Stafsus Menekraf Rian Syaf Beri Pemaparan di Lemhanas Perihal Ekonomi Kreatif
Nasional

Stafsus Menekraf Rian Syaf Beri Pemaparan di Lemhanas Perihal Ekonomi Kreatif

May 5, 2026
Persoalan JKA yang Harus Dipahami
Opini

Persoalan JKA yang Harus Dipahami

May 3, 2026
Memulihkan Infrastruktur Sumber Daya Air Aceh Pascabencana Hidrometeorologi
Kolom

Memulihkan Infrastruktur Sumber Daya Air Aceh Pascabencana Hidrometeorologi

April 30, 2026
Menyambut HI, Membenahi FISIP USK:  Momentum Reformasi Fakultas Ilmu Sosial
Opini

Menyambut HI, Membenahi FISIP USK:  Momentum Reformasi Fakultas Ilmu Sosial

April 27, 2026
Next Post
Cerita Korban Banjir Aceh di Cot Ara: Harapan pada Sawah yang Terkubur Lumpur

Cerita Korban Banjir Aceh di Cot Ara: Harapan pada Sawah yang Terkubur Lumpur

Kemenko Infra Adakan Rakor di Aceh, AHY Bahas Empat Agenda Penting Pascabencana

Kemenko Infra Adakan Rakor di Aceh, AHY Bahas Empat Agenda Penting Pascabencana

Discussion about this post

Recommended Stories

Jepang Maju dengan Melakukan Reformasi Sosial, Dimulai Tahun 1919

Jepang Maju dengan Melakukan Reformasi Sosial, Dimulai Tahun 1919

September 4, 2025
Wali Nanggroe Aceh temui SBY, bahas Otsus dan solusi penguatan UUPA

Wali Nanggroe Aceh temui SBY, bahas Otsus dan solusi penguatan UUPA

August 14, 2025
Tingkat Pengangguran Usia Muda Tinggi, Indonesia Berjuang Ciptakan Lapangan Kerja

Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

September 12, 2025

Popular Stories

  • Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!