Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Syech Muharram Temui Wamen Perumahan Fahri Hamzah, Bahas Program Perumahan untuk Aceh Besar

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
April 26, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Syech Muharram Temui Wamen Perumahan Fahri Hamzah, Bahas Program Perumahan untuk Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Syech Muharram bersama Wamen Perumahan Fahri Hamzah, Minggu, (26/4/2026) di Aceh Jaya. Foto: Humas Pemkab Aceh Besar

KOTA JANTHO — Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris yang akrab disapa Syech Muharram bertemu secara khusus dengan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Fahri Hamzah membahas penguatan program perumahan rakyat. Hal ini berlangsung dibalik agenda peresmian master plan Kampung Nelayan Merah Putih di Gampong Mata Ie, Kabupaten Aceh Jaya,

Bupati Aceh Besar memenuhi undangan khusus dari Wamen PKP RI bersama Anggota DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri, sekaligus menghadiri peresmian kawasan permukiman nelayan di Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu (25/04/2026).

Di luar rangkaian seremoni, keduanya memanfaatkan momentum untuk berdiskusi lebih mendalam terkait kebutuhan hunian layak bagi masyarakat Aceh Besar.

Dalam pembicaraan tersebut, Bupati Aceh Besar menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan rumah rakyat serta program renovasi atau bedah rumah tidak layak huni di Kabupaten Aceh Besar.

“Aceh Besar merupakan kabupaten penyangga ibu kota Provinsi Aceh. Saat ini kami melihat kebutuhan hunian layak masih cukup besar. Karena itu, dukungan dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar program pembangunan dan perbaikan rumah masyarakat dapat berjalan lebih maksimal,” ujar Muharram Idris.

Syech Muharram juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas permukiman menjadi salah satu kunci dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Perbaikan kualitas hunian bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga menyangkut kesehatan, kenyamanan, dan masa depan masyarakat. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Menanggapi hal itu Fahri Hamzah menyebut pemerintah pusat terus berupaya memperkuat kebijakan di sektor perumahan melalui pendekatan kolaboratif lintas kementerian dan pemerintah daerah. Ia menegaskan, berbagai langkah sedang diupayakan agar program perumahan rakyat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk di kawasan pesisir.

“Kami terus mendorong sinergi antara pusat dan daerah agar program perumahan ini benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah, termasuk jajaran direktur Kementerian PKP RI, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh Taufik, Bupati Aceh Jaya Safwandi, serta Wali Kota Sabang H. Zulkifli H. Adam, yang bersama-sama mendorong percepatan pembangunan kawasan permukiman layak huni bagi masyarakat.[]

Tags: fahri hamzahPemkab Aceh Besarperumahan rakyatSyech Muharram
ShareTweetSendShare

Related Posts

Menko Yusril : Pemerintah Pasti Akan Merespons Positif 17+8 Tuntutan Rakyat
Nasional

Menko Yusril Minta Polri Tingkatkan Keamanan dan Perlindungan Masyarakat, Cegah Aksi Main Hakim Sendiri

July 29, 2026
Dirut PT. PEMA Tinjau Pembangunan KIA Ladong, Percepat Realisasi Pabrik Baja Ringan dan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Daerah

Dirut PT. PEMA Tinjau Pembangunan KIA Ladong, Percepat Realisasi Pabrik Baja Ringan dan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

July 29, 2026
Dewan Pers Gelar Uji Publik Rancangan Peraturan Dana Jurnalisme Demi Keberlanjutan Pers Independen
Nasional

Dewan Pers Gelar Uji Publik Rancangan Peraturan Dana Jurnalisme Demi Keberlanjutan Pers Independen

July 29, 2026
Lembaga Wali Nanggroe Serap Aspirasi Penguatan MoU Helsinki di Aceh Jaya
Daerah

Lembaga Wali Nanggroe Serap Aspirasi Penguatan MoU Helsinki di Aceh Jaya

July 29, 2026
Ketua DPRA Terima Silaturahmi dan Diskusi Strategis Bersama KIP Aceh
Daerah

Ketua DPRA Terima Silaturahmi dan Diskusi Strategis Bersama KIP Aceh

July 29, 2026
FISIP USK Satukan Suara, Aceh Harus Jadi Pemain Utama di Blok Andaman
Daerah

FISIP USK Satukan Suara, Aceh Harus Jadi Pemain Utama di Blok Andaman

July 29, 2026
Next Post
Sorot Pemborosan Anggaran, Aktivis Perempuan Kecam Pemko Banda Aceh

Sorot Pemborosan Anggaran, Aktivis Perempuan Kecam Pemko Banda Aceh

Wali Nanggroe Malik Mahmud, Penafsir Hasan Tiro dan Penjaga Arah Aceh di Masa Depan

Wali Nanggroe Malik Mahmud, Penafsir Hasan Tiro dan Penjaga Arah Aceh di Masa Depan

Discussion about this post

Recommended Stories

Alijullah Hasan Yusuf Hadiri Syarah Budaya di Sigli, Bagikan Kisah Perjalanan Hidup ke Eropa Sigli, 23 Juli 2025 – Komunitas Beulangong Tanoh menggelar kegiatan Syarah Budaya bersama tokoh Aceh, Alijullah Hasan Yusuf, pada Rabu (23/7) sore di balai kayu Pekarangan Warong Kupi Kulam, Sigli. Acara dimulai pukul 16.30 hingga 18.00 WIB dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan serta komunitas, termasuk FAMe Pidie dan sejumlah komunitas literasi dan budaya lainnya. Alijullah Hasan Yusuf, atau akrab disapa Pak Ali, merupakan tokoh asal Blang Paseh yang dikenal luas sejak tahun 1970-an melalui kisahnya sebagai “penumpang gelap” menuju Eropa. Kisah tersebut kemudian dibukukan dengan judul Penumpang Gelap dan menjadi titik awal ketenarannya. Dalam kegiatan tersebut, Pak Ali membagikan pengalamannya merantau dari Aceh hingga ke Eropa. Ia bercerita tentang masa kecilnya yang dipenuhi oleh pembacaan Hikayat Aceh di kampung halaman, ketertarikannya terhadap pesawat, hingga akhirnya memberanikan diri naik pesawat sebagai penumpang gelap setelah meneliti kebiasaan orang-orang di bandara saat bekerja di Jakarta. “Waktu kecil saya hanya dengar bunyi pesawat dari kejauhan. Saat melihat langsung pesawat di Kuta Cane, saya cuma bisa berbisik dalam hati: suatu hari saya akan naik pesawat itu, apa pun caranya,” ujar Pak Ali disambut tawa oleh segenap peserta yang hadir. Selain berbagi kisah pribadinya, Pak Ali juga menceritakan pertemuannya dengan sejumlah tokoh nasional, seperti Bung Hatta, Soemitro Djojohadikoesoemo, Daud Beureueh, Hasan Tiro, dan B.J. Habibie. Ia mengungkapkan bahwa Bung Hatta adalah sosok yang menyemangatinya untuk menuliskan kisah hidupnya. “Pak Hatta bilang langsung ke saya, ‘Ali, kamu harus menulis kisah hidupmu. Ini penting untuk generasi muda.’ Itu yang membuat saya mulai serius menulis,” jelas Pak Ali. Dorongan itu melahirkan buku otobiografi Penumpang Gelap yang kemudian banyak dibaca dan dikagumi, termasuk oleh calon istrinya sendiri, yang kelak ia temui dan nikahi di Indonesia. Sementara itu, pertemuannya dengan B.J. Habibie terjadi di sebuah bukit di Paris, di mana Pak Ali dan Mantan Presiden Indonesia ke-3 itu berdiskusi panjang mengenai pembangunan Aceh, termasuk rencana menghidupkan kembali jalur kereta api Aceh yang belum sempat terwujud. “Pak Habibie bilang ke saya, dia ingin membangun Aceh dengan menghidupkan kembali jalur kereta api. Tapi takdir berkata lain, beliau keburu dilengserkan,” ujar Pak Ali dengan nada haru. Pak Ali hadir di lokasi acara dengan pakaian santai, kaos berkerah putih, celana jeans biru, sepatu putih, lengkap dengan topi dan kacamata. Ia didampingi oleh istrinya, Suryati, serta anak perempuan mereka. Acara yang dipandu langsung oleh Yulia Erni, berlangsung dalam suasana akrab dan penuh antusiasme. Pesertapun terlihat aktif menyimak dan berebutan untuk melayangkan pertanyaan yang bermuara dialog panjang. Di penghujung ceritanya tadi, Pak Ali menyampaikan pesan yang menjadi inti dari perjalanan hidupnya sekaligus warisan pemikiran yang ingin ia tularkan kepada generasi muda, “Kita harus berani merantau, menulis, dan membaca,” Menurutnya, tiga hal sederhana ini merantau, menulis, dan membaca adalah kunci yang telah membuka banyak pintu dalam hidupnya. Merantau mengajarkannya tentang dunia dan keberanian, menulis membuatnya diingat dan dikenang, sementara membaca membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan. “Merantau membuat saya berani keluar dari kampung, dari zona nyaman. Menulis membuat saya bisa merekam hidup saya, dan membaca membuat saya mengerti hidup orang lain,” jelasnya. Pak Ali berharap agar generasi muda Aceh, khususnya peserta yang hadir hari itu, tidak ragu untuk bermimpi besar, dan menjelajah dunia.

Alijullah Hasan Yusuf Hadiri Syarah Budaya di Sigli, Bagikan Kisah Perjalanan Hidup ke Eropa

July 23, 2025
Baitul Mal Aceh Besar Buka Pendaftaran Bantuan Modal Usaha, Pengurusan Berkas Membludak

Baitul Mal Aceh Besar Buka Pendaftaran Bantuan Modal Usaha, Pengurusan Berkas Membludak

April 27, 2026
Kadis ESDM Aceh Asnawi Beri Dukungan Penuh atas Sikap Tegas Mualem: Gas South Andaman Kunci Bangkitnya Lhokseumawe

Kadis ESDM Aceh Asnawi Beri Dukungan Penuh atas Sikap Tegas Mualem: Gas South Andaman Kunci Bangkitnya Lhokseumawe

June 4, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!