Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Dunia

Konflik Timur Tengah Picu Ancaman Krisis Pangan Dunia, 45 Juta Jiwa Terancam Kelaparan Akut

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
March 23, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Konflik Timur Tengah Picu Ancaman Krisis Pangan Dunia, 45 Juta Jiwa Terancam Kelaparan Akut

​ROMA – Dunia kini berada di ambang krisis kemanusiaan baru. Eskalasi konflik bersenjata yang terus meluas di kawasan Timur Tengah, khususnya ketegangan antara poros Iran-Israel yang melibatkan Amerika Serikat, mulai memukul stabilitas rantai pasok pangan global.

Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) mengeluarkan peringatan merah, harga komoditas pokok dunia terancam melonjak drastis akibat gangguan logistik dan energi.

​Ancaman Kelaparan

​Dalam laporan terbaru WFP per Maret 2026, diproyeksikan sebanyak 45 juta orang akan terjerumus ke dalam tingkat kelaparan akut (kategori IPC3+) sepanjang tahun ini.

Angka ini mendorong populasi dunia yang mengalami kerawanan pangan ke level tertinggi dalam sejarah modern, melampaui dampak awal perang Rusia-Ukraina pada 2022 lalu.

​”Timur Tengah mungkin bukan lumbung gandum seperti Ukraina, namun kawasan ini adalah jantung energi dan jalur logistik dunia. Jika jantung ini terganggu, seluruh sistem pangan global akan mengalami gagal jantung,” ujar Carl Skau, Wakil Direktur Eksekutif WFP dalam konferensi pers di Roma.

​Disrupsi Jalur Logistik: Selat Hormuz & Laut Merah

​Krisis Timur Tengah menciptakan tekanan ganda melalui dua titik nadi pelayaran paling vital menyebabkan beberapa hal.

​Biaya transportasi melejit, harga minyak mentah dunia yang bertahan di atas USD 100 per barel secara otomatis mengerek biaya logistik pengiriman pangan lintas benua.

​Krisis pupuk global diprediksi akan terjadi akibat konflik di Timur Tengah. Sekitar 25-30% komponen bahan baku pupuk dunia transit melalui Selat Hormuz. Blokade atau gangguan di wilayah ini menyebabkan harga pupuk melonjak hingga 40%, yang berisiko menurunkan hasil panen petani secara global pada musim tanam 2026.

Dampak Konflik Timur Tengah bagi Indonesia

​Negara-negara di Asia dan Afrika, termasuk Indonesia, menjadi pihak yang paling rentan terhadap depresiasi mata uang dan pembengkakan biaya impor. Para analis ekonomi memperingatkan bahwa tekanan ini akan segera terasa di pasar-pasar domestik dalam waktu dekat.

​”Kenaikan biaya input pertanian dan energi adalah badai sempurna bagi negara importir neto. Tanpa intervensi cadangan pangan yang kuat, inflasi pangan domestik bisa melampaui dua digit sebelum akhir tahun,” ungkap Dr. Maximo Torero, Kepala Ekonom Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

​Merespons ancaman ini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian mengimbau penguatan cadangan pangan strategis nasional. Modernisasi pertanian dan ekspansi lahan di dalam negeri kini menjadi harga mati untuk memitigasi ketergantungan impor di tengah ketidakpastian geopolitik yang semakin pekat.[]

Tags: EKonomiIrankonflikpanganTimur tengah
ShareTweetSendShare

Related Posts

Pemerintah Aceh Raih Apresiasi Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan
Daerah

Pemerintah Aceh Raih Apresiasi Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan

August 12, 2026
Barack Obama Luncurkan Podcast tentang Buku yang Membentuk Cara Pandangnya
Dunia

Barack Obama Luncurkan Podcast tentang Buku yang Membentuk Cara Pandangnya

August 11, 2026
Menteri Agama Silaturahmi ke Abu Mudi, Mohon Doa dan Sampaikan Dukungan untuk Wisuda UNISAI ke-13
Daerah

Menteri Agama Silaturahmi ke Abu Mudi, Mohon Doa dan Sampaikan Dukungan untuk Wisuda UNISAI ke-13

August 11, 2026
Masuk Grand Final LCC Empat Pilar MPR-RI, Sekda Nasir: Siswa SMA 2 Banda Aceh Wajib Masuk Karantina
Daerah

Masuk Grand Final LCC Empat Pilar MPR-RI, Sekda Nasir: Siswa SMA 2 Banda Aceh Wajib Masuk Karantina

August 11, 2026
Oknum Keuchik dan Anggota Polri Jadi Tersangka Kasus Peredaran Etomidate di Aceh, Kapolda Sebut Jaringan Aceh-Malaysia
Daerah

Oknum Keuchik dan Anggota Polri Jadi Tersangka Kasus Peredaran Etomidate di Aceh, Kapolda Sebut Jaringan Aceh-Malaysia

August 11, 2026
Teuku Rahmatsyah Resmi Jabat Kajati Aceh, Bawa Semangat Baru Penegakan Hukum
Daerah

Teuku Rahmatsyah Resmi Jabat Kajati Aceh, Bawa Semangat Baru Penegakan Hukum

August 11, 2026
Next Post
Harga BBM Diprediksi Naik, Kementerian ESDM Beri Sinyal Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi April 2026

Harga BBM Diprediksi Naik, Kementerian ESDM Beri Sinyal Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi April 2026

Donald Trump Pernah Dianggap Mengalami Gangguan Jiwa oleh Sejumlah Psikiater

Donald Trump Pernah Dianggap Mengalami Gangguan Jiwa oleh Sejumlah Psikiater

Discussion about this post

Recommended Stories

AHY Tunjuk Rian Syaf sebagai Plt. Ketua Demokrat Aceh, Berikut Profilnya

AHY Tunjuk Rian Syaf sebagai Plt. Ketua Demokrat Aceh, Berikut Profilnya

January 22, 2026
Wali Nanggroe Aceh temui SBY, bahas Otsus dan solusi penguatan UUPA

Wali Nanggroe Aceh temui SBY, bahas Otsus dan solusi penguatan UUPA

August 14, 2025
Sekda Aceh Dorong Peran Strategis Mahasiswa KKN dalam Pemulihan Pasca Bencana

Sekda Aceh Dorong Peran Strategis Mahasiswa KKN dalam Pemulihan Pasca Bencana

January 6, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!