Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Dunia

Barack Obama Luncurkan Podcast tentang Buku yang Membentuk Cara Pandangnya

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
August 11, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Barack Obama Luncurkan Podcast tentang Buku yang Membentuk Cara Pandangnya

Washington — Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan meluncurkan podcast baru yang membahas buku-buku yang dianggap memiliki pengaruh besar terhadap cara pandangnya mengenai kehidupan, masyarakat, dan dunia.

Podcast tersebut berjudul “A Great Book with Barack Obama” dan akan mulai tayang di platform Audible pada 24 September 2026.

Serial ini terdiri atas enam episode. Dalam setiap episode, Obama akan membahas satu buku pilihannya bersama seorang tamu. Nama-nama tamu yang akan tampil dalam podcast tersebut belum diumumkan.

Program ini diproduksi Audible, perusahaan yang berada di bawah Amazon, bekerja sama dengan Higher Ground, perusahaan produksi milik Barack dan Michelle Obama.

Enam buku yang dipilih Obama berasal dari karya sejumlah penulis terkenal. Buku-buku tersebut adalah:

– Song of Solomon karya Toni Morrison

– Tinker Tailor Soldier Spy karya John le Carré

– The Fire Next Time karya James Baldwin

– All the Pretty Horses karya Cormac McCarthy

– Gilead karya Marilynne Robinson

– All the King’s Men karya Robert Penn Warren

Obama mengatakan buku-buku tersebut bukan sekadar bacaan yang ia sukai, tetapi karya yang telah membentuk pemikiran dan pandangannya sepanjang hidup.

“Buku-buku besar selalu membantu saya memahami siapa diri saya dan apa yang saya yakini,” kata Obama, sebagaimana dikutip The Guardian.

Menurut Obama, keenam buku yang dipilihnya telah melekat dalam perjalanan hidupnya dan masing-masing memiliki sesuatu untuk diajarkan mengenai pengalaman manusia.

Melalui podcast tersebut, Obama ingin mengajak pendengar membicarakan alasan sebuah karya sastra dapat begitu berpengaruh, bagaimana buku dapat membentuk pemahaman seseorang terhadap dirinya sendiri dan orang lain, serta mengapa sastra tetap penting di tengah kehidupan modern.

Ia juga berharap podcast tersebut mendorong masyarakat untuk menemukan kembali buku-buku yang mampu mengubah cara mereka melihat diri sendiri maupun dunia.

Obama dan Tradisi Membaca

Kecintaan Obama terhadap buku sebenarnya bukan hal baru. Selama bertahun-tahun, ia rutin membagikan daftar bacaan favoritnya, baik melalui rekomendasi musim panas maupun daftar buku pilihan pada akhir tahun.

Dalam daftar bacaan musim panas yang dibagikannya pada akhir Juli 2026, Obama antara lain memasukkan Kin karya Tayari Jones, Vigil karya George Saunders, The Things We Never Say karya Elizabeth Strout, Transcription karya Ben Lerner, dan Cool Machine karya Colson Whitehead.

Menariknya, enam buku yang dipilih untuk podcast tersebut hampir seluruhnya merupakan karya abad ke-20. Satu pengecualian adalah Gilead karya Marilynne Robinson yang diterbitkan pada 2004.

Obama memiliki hubungan khusus dengan Robinson. Keduanya mulai berkorespondensi setelah Obama mengundangnya makan malam di Gedung Putih. Pada 2012, Obama juga menganugerahkan kepada Robinson National Humanities Medal.

Melalui A Great Book with Barack Obama, mantan presiden ke-44 Amerika Serikat itu kini membawa kebiasaan membacanya ke dalam format percakapan audio, membahas bukan hanya isi buku, tetapi juga bagaimana karya sastra dapat memengaruhi cara seseorang memahami manusia, masyarakat, dan dirinya sendiri.[]

Tags: Amerika SerikatBarrack Obamabuku
ShareTweetSendShare

Related Posts

Beasiswa sebagai Alat Diplomasi: Membaca Strategi Geopolitik Cina lewat Pendidikan di Indonesia
Dunia

Beasiswa sebagai Alat Diplomasi: Membaca Strategi Geopolitik Cina lewat Pendidikan di Indonesia

July 27, 2026
Iran Gelar Pemakaman Kenegaraan Ayatollah Ali Khamenei, Dihadiri Delegasi Puluhan Negara
Dunia

Iran Gelar Pemakaman Kenegaraan Ayatollah Ali Khamenei, Dihadiri Delegasi Puluhan Negara

July 4, 2026
Miliarder dan Tokoh Dunia Ajarkan  Anak-Anak Mereka Bahasa Mandarin, Ini Alasannya
Dunia

Miliarder dan Tokoh Dunia Ajarkan  Anak-Anak Mereka Bahasa Mandarin, Ini Alasannya

July 3, 2026
AS dan Iran Capai Kesepakatan Damai Bersejarah, Selat Hormuz Dibuka Kembali
Dunia

AS dan Iran Capai Kesepakatan Damai Bersejarah, Selat Hormuz Dibuka Kembali

June 16, 2026
Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo
Dunia

Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo

June 3, 2026
Intip Peluang Kerja di Australia: Berikut Panduan, Syarat, dan Informasi Lebih Lanjut
Dunia

Intip Peluang Kerja di Australia: Berikut Panduan, Syarat, dan Informasi Lebih Lanjut

April 7, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Antisipasi dampak bencana, Dinsos Aceh kembali kirim bantuan penyangga

June 14, 2023
Gubernur Mualem Minta Revisi UUPA Sesuai MoU Helsinki

Gubernur Mualem Minta Revisi UUPA Sesuai MoU Helsinki

September 15, 2025
Peluang Kuliah di Australia Makin Terbuka bagi Pelajar Indonesia pada 2026, Berikut Infonya

Peluang Kuliah di Australia Makin Terbuka bagi Pelajar Indonesia pada 2026, Berikut Infonya

July 12, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!