Washington — Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan meluncurkan podcast baru yang membahas buku-buku yang dianggap memiliki pengaruh besar terhadap cara pandangnya mengenai kehidupan, masyarakat, dan dunia.
Podcast tersebut berjudul “A Great Book with Barack Obama” dan akan mulai tayang di platform Audible pada 24 September 2026.
Serial ini terdiri atas enam episode. Dalam setiap episode, Obama akan membahas satu buku pilihannya bersama seorang tamu. Nama-nama tamu yang akan tampil dalam podcast tersebut belum diumumkan.
Program ini diproduksi Audible, perusahaan yang berada di bawah Amazon, bekerja sama dengan Higher Ground, perusahaan produksi milik Barack dan Michelle Obama.
Enam buku yang dipilih Obama berasal dari karya sejumlah penulis terkenal. Buku-buku tersebut adalah:
– Song of Solomon karya Toni Morrison
– Tinker Tailor Soldier Spy karya John le Carré
– The Fire Next Time karya James Baldwin
– All the Pretty Horses karya Cormac McCarthy
– Gilead karya Marilynne Robinson
– All the King’s Men karya Robert Penn Warren
Obama mengatakan buku-buku tersebut bukan sekadar bacaan yang ia sukai, tetapi karya yang telah membentuk pemikiran dan pandangannya sepanjang hidup.
“Buku-buku besar selalu membantu saya memahami siapa diri saya dan apa yang saya yakini,” kata Obama, sebagaimana dikutip The Guardian.
Menurut Obama, keenam buku yang dipilihnya telah melekat dalam perjalanan hidupnya dan masing-masing memiliki sesuatu untuk diajarkan mengenai pengalaman manusia.
Melalui podcast tersebut, Obama ingin mengajak pendengar membicarakan alasan sebuah karya sastra dapat begitu berpengaruh, bagaimana buku dapat membentuk pemahaman seseorang terhadap dirinya sendiri dan orang lain, serta mengapa sastra tetap penting di tengah kehidupan modern.
Ia juga berharap podcast tersebut mendorong masyarakat untuk menemukan kembali buku-buku yang mampu mengubah cara mereka melihat diri sendiri maupun dunia.
Obama dan Tradisi Membaca
Kecintaan Obama terhadap buku sebenarnya bukan hal baru. Selama bertahun-tahun, ia rutin membagikan daftar bacaan favoritnya, baik melalui rekomendasi musim panas maupun daftar buku pilihan pada akhir tahun.
Dalam daftar bacaan musim panas yang dibagikannya pada akhir Juli 2026, Obama antara lain memasukkan Kin karya Tayari Jones, Vigil karya George Saunders, The Things We Never Say karya Elizabeth Strout, Transcription karya Ben Lerner, dan Cool Machine karya Colson Whitehead.
Menariknya, enam buku yang dipilih untuk podcast tersebut hampir seluruhnya merupakan karya abad ke-20. Satu pengecualian adalah Gilead karya Marilynne Robinson yang diterbitkan pada 2004.
Obama memiliki hubungan khusus dengan Robinson. Keduanya mulai berkorespondensi setelah Obama mengundangnya makan malam di Gedung Putih. Pada 2012, Obama juga menganugerahkan kepada Robinson National Humanities Medal.
Melalui A Great Book with Barack Obama, mantan presiden ke-44 Amerika Serikat itu kini membawa kebiasaan membacanya ke dalam format percakapan audio, membahas bukan hanya isi buku, tetapi juga bagaimana karya sastra dapat memengaruhi cara seseorang memahami manusia, masyarakat, dan dirinya sendiri.[]










Discussion about this post