Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau yang kerap disapa Dekfadh menyampaikan sejumlah capaian pemerintah dalam upaya pemulihan pascabencana di Aceh. Hal ini disampaikan Fadhlullah pada konferensi pers yang berlangsung Kamis, 16 April 2026 di Hotel Ayani, Banda Aceh.
Dalam suasana yang berlangsung santai, Fadhlullah menjelaskan, hingga saat ini upaya pemulihan pascabencana telah berlangsung dengan baik. Dari data Pemerintah Aceh, 70 persen bantuan Jatah Hidup (jadup) bagi korban sudah disalurkan. Bagi warga yang belum mendapatkan jadup, akan mendapatkannya di penyaluran gelombang kedua dan ketiga.
Wagub Fadhlullah tidak menafikan bahwa masih ada warga yang tinggal di tenda, namun bersamaan dengan selesainya hunian sementara dan hunian tetap, warga akan segera direlokasi menempati tempat tinggal yang layak.
“Sebagian kecil masih ada di tenda. Namun akan ssgera kita pindahkan ke hunian sementara dan hunian tetap,” terang Fadhlullah.
Pemulihan Infrastruktur
Terkait pemulihan infrastruktur pascabencana, Fadhlullah menjelaskan bahwa beberapa jembatan penting yang putus akibat diterjang bencana akan segera dibangun. Untuk jembatan Kuta Blang, Bireuen, yang rusak diterjang banjir, dijadwalkan akan rampung di bulan Juli atau paling lambat Agustus.
“Berdasarkan info dari Kementerian PU, jembatan Kuta Blang selesai dibangun Juli, paling lambat Agustus,” ujarnya.
Wagub Fadhlullah menyebut bahwa kerugian akibat bencana mencapai Rp70 Triliun. Sekitar 240 ribu rumah terdampak, sekitar 70 aliran sungai dan muara rusak dan 31 muara sungai rusak berat.
Bersama Kementerian PU, Pemerintah Aceh akan segera memperbaiki sejumlah kerusakan infrastruktur. Salah satunya dengan memperbaiki 31 muara sungai yang terdampak banjir, untuk mencegah banjir besar terulang kembali.
“Saya dengar dari Kepala Balai, 31 muara sungai rusak berat. Ini harus diperbaiki, bukan hanya di hilir sungai, tapi juga di hulu. Kita coba mencegah bencana ini terulang kembali di masa depan,” pungkasnya.[]
Jabal Sab











Discussion about this post