BANDA ACEH – Penunjukan Rian Syaf sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Aceh menuai respons positif dari berbagai kalangan. Langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) tersebut dinilai sebagai strategi jitu untuk menjaga stabilitas dan memajukan mesin partai di Serambi Mekkah.
Figur yang Memahami “Bahasa” Pusat
Pengamat politik dan Akedemisi Politik Islam IAIN Langsa Muhammad Alkaf, menyatakan bahwa Rian Syaf adalah sosok yang paling tepat untuk memimpin masa transisi di Demokrat Aceh saat ini. Menurutnya, posisi Rian sebagai pengurus DPP memberikan keuntungan strategis dalam menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah.
“Rian Syaf dianggap mampu menerjemahkan keinginan Ketum AHY dengan sangat baik. Sebagai putra asli Aceh yang berkiprah di pusat, ia paham betul pola mekanisme organisasi dan kepartaian di internal Demokrat,” ujar Alkaf, Rabu (11/2/2026).
Menjamin Kondisivitas Jelang Musda
Kehadiran Rian Syaf juga dipandang sebagai angin segar menjelang perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Aceh. Ia dinilai sebagai figur pemersatu yang mampu mengakomodir berbagai kepentingan demi kemajuan partai.
Alkaf menilai ada beberapa alasan utama yang menjadi alasan kuat penunjukan Rian Syaf.
Rian adalah sosok yang akomodatif. Mampu merangkul semua pihak yang berkepentingan di internal partai. Ia juga mampu menjamin transisi. Memastikan proses pergantian kepemimpinan berjalan kondusif dan demokratis.
“Rian juga memiliki kredibilitas tinggi. Dedikasi Rian terhadap partai selama ini telah diakui secara luas oleh kader di seluruh tingkatan,” terangnya.
Di internal partai, Rian Syaf dikenal bukan sekadar politisi, melainkan tokoh Aceh yang memiliki loyalitas tinggi.
“Penunjukan Rian diharapkan tidak hanya menjaga soliditas, tetapi juga memperkuat posisi tawar Partai Demokrat dalam peta politik lokal Aceh ke depan,” pungkas Alkaf.











Discussion about this post