Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Penanganan Bencana Lambat di Aceh Bisa Picu Ideologi Perlawanan

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
December 14, 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Penanganan Bencana Lambat di Aceh Bisa Picu Ideologi Perlawanan

Sekretaris PW ISNU Aceh Rahmad Syah Putra meminta pemerintah pusat benar-benar memahami sensitivitas Aceh dan memastikan respons yang cepat di lapangan terkait penanganan bencana banjir Aceh.

Banda Aceh– Sekretaris Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Aceh, Dr. Rahmad Syah Putra, M.Pd., M.Ag., mengingatkan pemerintah pusat agar tidak memandang remeh penanganan bencana di Aceh.

Ia menegaskan, penanganan yang lambat dan tidak tepat berpotensi memunculkan kembali kekecewaan mendalam di tengah masyarakat. Menurutnya, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa kondisi tersebut dapat memicu berkembangnya ideologi perlawanan terhadap Indonesia, sesuatu yang tidak boleh terulang.

Ia meminta pemerintah pusat benar-benar memahami sensitivitas Aceh dan memastikan respons yang cepat di lapangan.

“Bencana di Aceh jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat akan menghidupkan ideologi perlawanan kepada Indonesia. Jangan sampai ini terjadi lagi. Pusat harus paham, jangan sampai kekecewaan itu muncul kembali,” ungkapnya, Minggu (14/12/2025).

Rahmad menyebut setiap kunjungan Presiden Prabowo Subianto selalu diiringi komitmen pemulihan infrastruktur, penyediaan bantuan darurat, serta percepatan rehabilitasi.

Namun hingga saat ini, ISNU Aceh menilai sebagian besar janji tersebut masih berada pada tataran rencana strategis dan belum sepenuhnya dirasakan dampaknya oleh masyarakat terdampak, khususnya di sektor dasar seperti listrik, air bersih, dan distribusi logistik.

Hingga kini, beberapa kawasan masih sulit diakses karena jalan utama terputus, sehingga bantuan sulit menjangkau lokasi terdampak.

ISNU Aceh juga mencatat sejumlah kendala serius di lapangan. Sejak 26 November 2025, banyak gampong di wilayah bencana masih belum dialiri listrik. Sumber air bersih warga terancam karena sumur tertimbun lumpur, meningkatkan risiko penyakit menular.

Kebutuhan logistik pun tidak hanya terbatas pada makanan, tetapi juga mencakup obat-obatan, pembalut wanita, popok bayi, dan perlengkapan sanitasi. Selain itu, tingginya biaya distribusi ke daerah terpencil menjadi hambatan tersendiri, dengan ongkos porter, sewa kendaraan, hingga penyeberangan yang mencapai ratusan ribu rupiah per hari.

Rahmad menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil. Ia mendesak agar ego sektoral diturunkan dan fokus diarahkan sepenuhnya pada kepentingan rakyat Aceh.

Ia juga mendorong penetapan status bencana nasional, penyediaan pembangkit listrik darurat, serta program pemulihan air bersih di tingkat gampong.

Menurutnya, penanganan bencana yang adil, cepat, dan transparan merupakan wujud nyata persatuan, sekaligus bukti bahwa Aceh adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia.[]

Tags: banjir Acehpenanganan banjir
ShareTweetSendShare

Related Posts

Rekam Jejak Kapolda Aceh Ruddi Setiawan Berantas Narkoba, Prestasi Tuai Apresiasi
Daerah

Rekam Jejak Kapolda Aceh Ruddi Setiawan Berantas Narkoba, Prestasi Tuai Apresiasi

October 16, 2026
OTT KPK Guncang BNPB saat Bencana Belum Reda, Ini Faktanya
Nasional

OTT KPK Guncang BNPB saat Bencana Belum Reda, Ini Faktanya

October 16, 2026
Isi Kuliah Umum Gelora Kebangsaan di USK, Kapolda Aceh Ajak Mahasiswa Saring sebelum Sharing
Daerah

Isi Kuliah Umum Gelora Kebangsaan di USK, Kapolda Aceh Ajak Mahasiswa Saring sebelum Sharing

October 15, 2026
Konkretkan Kerja Sama Pendidikan Hingga Investasi, Wali Nanggroe Aceh Temui Konjen Singapura
Daerah

Konkretkan Kerja Sama Pendidikan Hingga Investasi, Wali Nanggroe Aceh Temui Konjen Singapura

October 15, 2026
Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan
Daerah

Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan

October 15, 2026
Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh
Daerah

Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh

October 15, 2026
Next Post
YARA Desak Presiden Bentuk Kembali BRR Tangani Bencana Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar

YARA Desak Presiden Bentuk Kembali BRR Tangani Bencana Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar

YARA: Negara Mampu Tangani Bencana Hidrometeorologi, Data Jadi Kunci Pemulihan

YARA: Negara Mampu Tangani Bencana Hidrometeorologi, Data Jadi Kunci Pemulihan

Discussion about this post

Recommended Stories

Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Persoalan Pengembangan Kawasan Bebas Sabang

Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Persoalan Pengembangan Kawasan Bebas Sabang

July 23, 2026
Besok Sekjen Herman Khaeron Akan Hadiri MUSDA VI Demokrat Aceh di Banda Aceh

Besok Sekjen Herman Khaeron Akan Hadiri MUSDA VI Demokrat Aceh di Banda Aceh

August 18, 2026
Dua Dekade Otsus Aceh, Pemeriksaan BPK Temukan Indikasi Triliunan Rupiah Menguap

Dua Dekade Otsus Aceh, Pemeriksaan BPK Temukan Indikasi Triliunan Rupiah Menguap

August 25, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!