Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News

Old Soldiers Never Die: Warisan Juang Para Veteran yang Tak Pernah Padam

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
August 7, 2025
Reading Time: 3 mins read
0
Old Soldiers Never Die: Warisan Juang Para Veteran yang Tak Pernah Padam

Para veteran RI adalah pahlawan sejati. Mereka memberi begitu banyak untuk bangsa ini. Menghargai mereka bukan hanya balas jasa, tapi juga investasi moral untuk masa depan bangsa.

Banda Aceh – udara pagi di Banda Aceh terasa berbeda. Di studio RRI Banda Aceh, Rabu (6/8) suasana haru dan bangga bercampur menjadi satu. Dua sosok sepuh berseragam rapi duduk berdampingan, menyampaikan kisah perjuangan mereka dengan suara mantap dan mata yang masih menyala oleh semangat.

Mereka adalah Kolonel Purnawirawan Djafar Karim, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Aceh, dan Peltu Purnawirawan Abdul Wahab Nain, Ketua LVRI Aceh Besar.

Kehadiran mereka dalam dialog bertajuk “Service to Our Nation : Warisan Juang yang Tak Pernah Padam” menjadi pengingat bahwa perjuangan belum usai, meski senapan telah disimpan dan usia tak lagi muda. Keduanya adalah saksi hidup dua episode penting dalam sejarah pengabdian militer Indonesia.

Operasi pembebasan di Timor Timur (1974–1975), di mana mereka mempertaruhkan nyawa untuk menjaga keutuhan NKRI. Misi pasukan perdamaian di Bosnia (1997–1998), sebagai representasi Indonesia di panggung dunia, menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah puing konflik.

“Kami hadir di medan perang bukan untuk gagah-gagahan. Kami bertugas menjaga kehormatan bangsa,” ujar Kol. Purn. Djafar Karim dengan suara bergetar.

Meski waktu telah berlalu, semangat mereka tetap menyala. Tanpa pamrih, mereka terus menyampaikan nilai-nilai patriotisme, semangat bela negara, dan makna pengabdian kepada bangsa, khususnya kepada generasi muda. Seolah menegaskan pepatah lama, “old soldiers never die, they simply fade away.”

Peringatan Hari Veteran Nasional setiap tanggal 10 Agustus, yang ditetapkan lewat Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2014 oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, bukan sekadar hari simbolik.

Hari itu adalah pengingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah hadiah, melainkan hasil dari darah, keringat, dan air mata para pejuang bangsa.

Kol. Djafar Karim bahkan menyampaikan terima kasih khusus kepada Presiden SBY atas pengakuan resmi terhadap keberadaan dan jasa para veteran.

“Selama ini kami tidak pernah menuntut balasan. Tapi kami ingin agar sejarah perjuangan kami tak dilupakan,” ujarnya.

Penghormatan kepada para veteran bukan hanya tentang berdiri tegap dalam upacara atau menyematkan tanda kehormatan. Lebih dari itu, penghormatan sejati adalah memastikan kesejahteraan dan martabat hidup mereka tetap terjaga.

Pemerintah memang telah melangkah, dari layanan kesehatan, santunan pensiun, hingga pelibatan dalam acara kenegaraan. Namun, tantangan tetap ada. Banyak veteran hidup dalam keterbatasan. Tak sedikit yang menghadapi kesepian dan ketidakpastian hidup. Transisi dari kehidupan militer ke sipil pun tak selalu mudah.

Oleh karena itu, masyarakat juga punya peran untuk mengedukasi sejarah perjuangan di sekolah-sekolah. Melakukan penggalangan solidaritas melalui komunitas serta menyusun program sosial yang melibatkan veteran secara langsung.

Dalam setiap helaan napas mereka, para veteran menitipkan harapan agar perjuangan mereka tak sia-sia.

“Kami ingin melihat sebelum kami dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, agar negara ini bersih dari korupsi, maju dan berkembang. Kami ingin anak cucu kami merasakan kesejahteraan dan kemakmuran. Seperti cita-cita perjuangan kemerdekaan dulu,” tutur Peltu Abdul Wahab Nain.

Mereka tak meminta banyak. Hanya ingin perjuangan mereka dihargai. Bukan dengan pujian, tetapi dengan tindakan nyata.

Generasi muda adalah pewaris sah negeri ini. Maka pesan mereka sangat jelas untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih dengan susah payah ini.

“Isi kemerdekaan dengan hal-hal positif yang berkemajuan. Jauhi narkoba, hindari hoaks, lawan korupsi, dan jangan pernah lelah mencintai negeri ini,” tegas Kol. Djafar Karim.

Kini, kita hidup di era damai. Tapi bukan berarti kita bebas dari tanggung jawab. Semangat para pejuang harus terus hidup dalam karya, dalam integritas, dalam cinta tanah air yang nyata.

Para veteran RI adalah pahlawan sejati. Mereka memberi begitu banyak untuk bangsa ini. Menghargai mereka bukan hanya balas jasa, tapi juga investasi moral untuk masa depan bangsa.

Dengan terus menghormati dan mendukung para veteran, kita sedang merawat akar sejarah yang menopang keberadaan negara ini.

Mereka mungkin telah menanggalkan seragam tapi semangat mereka tetap hidup dalam nilai, dalam tindakan, dan dalam setiap anak bangsa yang memilih untuk tidak melupakan sejarahnya.

Satu jam berlalu. Dengan semangat masih membara, para veteran tua itu pamit melangkah pergi meninggalkan studio RRI.

“Saya masih ada kegiatan, persiapan pelantikan LVRI Aceh Besar, dan rapat mengenai peringatan Hari Veteran Nasional di Aceh,” ujar salah satu dari mereka sambil tersenyum.

Senyuman itu sederhana, tapi menyimpan sejuta makna, “Selama nafas masih ada, kami akan terus berjuang.”[]

Oleh: Mirza Ferdian

ShareTweetSendShare

Related Posts

PKN II Angkatan XXV 2026 Fokus pada Kepemimpinan Adaptif dalam Pemulihan Pascabencana
Daerah

PKN II Angkatan XXV 2026 Fokus pada Kepemimpinan Adaptif dalam Pemulihan Pascabencana

August 13, 2026
Jejak Kebijakan Positif Pemerintah Kota Banda Aceh: Tinjauan 2024–2026
Daerah

Jejak Kebijakan Positif Pemerintah Kota Banda Aceh: Tinjauan 2024–2026

August 13, 2026
Hokkop Situngkir Perkuat Strategi Biomassa PLN EPI, Buka Ruang Akselerasi Ekonomi Aceh
Daerah

Hokkop Situngkir Perkuat Strategi Biomassa PLN EPI, Buka Ruang Akselerasi Ekonomi Aceh

August 13, 2026
Laba BUMN Melonjak Signifikan pada Semester I 2026, Kesuksesan Transformasi Danantara
Ekonomi

Laba BUMN Melonjak Signifikan pada Semester I 2026, Kesuksesan Transformasi Danantara

August 13, 2026
Kementan Akui Data Pemerintah Aceh Benar, yang Disampaikan Jubir Nurlis Effendi Sesuai Data Pemerintah Pusat
Daerah

Kementan Akui Data Pemerintah Aceh Benar, yang Disampaikan Jubir Nurlis Effendi Sesuai Data Pemerintah Pusat

August 13, 2026
Pemerintah Aceh Raih Apresiasi Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan
Daerah

Pemerintah Aceh Raih Apresiasi Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan

August 12, 2026
Next Post
Plt Sekda Harapkan Bank Aceh Jadi Bank Daerah Nomor Satu di Indonesia

Plt Sekda Harapkan Bank Aceh Jadi Bank Daerah Nomor Satu di Indonesia

PKK Aceh Barat Gelar Sosialisasi Pola Asuh Anak, Afrida Novialia Berharap Tidak Ada Lagi Kasus Kekerasan Terhadap Anak

PKK Aceh Barat Gelar Sosialisasi Pola Asuh Anak, Afrida Novialia Berharap Tidak Ada Lagi Kasus Kekerasan Terhadap Anak

Discussion about this post

Recommended Stories

Buruknya kondisi dan pelayanan di RSUDZA, Ketua Komisi V DPRA Falevi Kirani mengaku kecewa

June 6, 2023
Alihkan Dana Pokir DPRA untuk Biayai JKA, Kisruh dan Polemik Selesai

Alihkan Dana Pokir DPRA untuk Biayai JKA, Kisruh dan Polemik Selesai

May 16, 2026
Pemko Langsa Raih Penghargaan Kota Terbaik Pengendalian Inflasi 2026

Pemko Langsa Raih Penghargaan Kota Terbaik Pengendalian Inflasi 2026

April 25, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!