Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Komunitas Baca Bireuen Telusuri Warisan Intelektual Tengku Chiek Awe Geutah, Kaji Manuskrip Berusia Lebih dari Tiga Abad

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
July 4, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Komunitas Baca Bireuen Telusuri Warisan Intelektual Tengku Chiek Awe Geutah, Kaji Manuskrip Berusia Lebih dari Tiga Abad

Bireuen — Upaya mengenalkan dan menghidupkan budaya literasi terus dilakukan Komunitas Baca Bireuen. Sabtu (4/7), komunitas yang didirikan oleh Syarifah Faridah sebagai pembina dan dipimpin oleh Ema Yuliana Sukarame itu mengunjungi Kompleks Tengku Chiek Awe Geutah di Gampong Awe Geutah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen.

Kegiatan yang digagas oleh Muhammad Qafrawi Al Kausari selaku pengurus Komunitas Baca Bireuen tersebut bertujuan memperkenalkan generasi muda pada khazanah sejarah dan manuskrip Aceh melalui kunjungan langsung ke lokasi penyimpanannya. Rombongan diterima dengan penuh kehangatan oleh Tengku Fadlon, keturunan ketujuh Tengku Chiek Awe Geutah.

Bertempat di rumah Aceh peninggalan Muhammad Zain, putra Tengku Chiek yang lebih dikenal dengan nama Tengku Chiek Aceh, Tengku Fadlon mengisahkan perjalanan hidup, perjuangan, serta berbagai cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi mengenai sosok Tengku Chiek Awe Geutah.

Selain mendengarkan penuturan tersebut, rombongan juga mendapat kesempatan meninjau koleksi manuskrip kuno dan dokumen surat-menyurat yang hingga kini masih dipelihara oleh keluarga.

Menurut Tengku Fadlon, kunjungan tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga karena menunjukkan masih adanya perhatian terhadap peninggalan para ulama terdahulu. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari sejarah serta ikut menjaga warisan intelektual yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

Pada sesi kajian manuskrip, Rizki Wahyudi selaku koordinator kegiatan melakukan pembacaan terhadap sejumlah naskah. Dari inventarisasi awal, diperkirakan koleksi yang tersimpan mencapai sekitar 48 manuskrip kuno disertai beberapa dokumen surat-menyurat.

Dalam salah satu manuskrip, Rizki menemukan identitas penulis yang tertulis jelas sebagai “Al-Faqir ilallāh Ta’ālā Abdurrahim ibnu Ahmad Al-Jawi Al-Asyi Al-Basangani.” Menurutnya, penyebutan nama tersebut masih dapat dibaca dengan baik sehingga menjadi informasi penting dalam proses identifikasi manuskrip.

Ia juga menjelaskan bahwa stempel pribadi pada manuskrip memuat angka 1178 Hijriah, yang apabila dikonversikan setara dengan sekitar 1764 Masehi.

Temuan lain yang tidak kalah penting adalah keterangan pada salah satu manuskrip yang menyebutkan bahwa proses penyalinannya selesai pada tahun 1173 Hijriah atau sekitar 1759 Masehi. Berdasarkan data tersebut, manuskrip yang berkaitan dengan Tengku Chiek Awe Geutah telah berusia sekitar 322 tahun dan menjadi bukti berkembangnya tradisi keilmuan Islam di Aceh pada abad ke-18.

Rizki menjelaskan bahwa masa hidup tokoh tersebut berada pada periode pemerintahan Sultan Alauddin Mahmud Syah I (1760–1764 M dan 1765–1773 M) hingga Sultan Badruddin Johan Syah (1764–1765 M).

Menurutnya, berbagai referensi menunjukkan bahwa meskipun Aceh saat itu menghadapi dinamika politik yang cukup kompleks, perkembangan ilmu pengetahuan justru tetap berlangsung dan melahirkan tradisi intelektual yang kuat. Kondisi tersebut, katanya, menjadi pelajaran penting bahwa kemajuan ilmu tidak selalu bergantung pada stabilitas politik semata.

Melalui kegiatan ini, Komunitas Baca Bireuen berharap upaya dokumentasi, pengkajian, dan pelestarian manuskrip kuno dapat terus dilakukan sehingga warisan sejarah dan intelektual Aceh tetap terjaga serta semakin dikenal oleh masyarakat luas.[]

Tags: Acehkomunitas baca bireuensejarah Aceh
ShareTweetSendShare

Related Posts

Wali Nanggroe Aceh Terima Kunjungan MAPIM, Jajaki Kerja Sama Strategis Aceh–Malaysia
Daerah

Wali Nanggroe Aceh Terima Kunjungan MAPIM, Jajaki Kerja Sama Strategis Aceh–Malaysia

October 11, 2026
Atasi Krisis Air Bersih, Syech Muharram Tinjau Sumber Air Leupung Sekaligus Rencanakan Bangun Bendungan
Daerah

Atasi Krisis Air Bersih, Syech Muharram Tinjau Sumber Air Leupung Sekaligus Rencanakan Bangun Bendungan

October 11, 2026
Plt. Sekda Aceh Hadiri Silaturrahmi Akbar Masyarakat Aceh Tenggara
Daerah

Plt. Sekda Aceh Hadiri Silaturrahmi Akbar Masyarakat Aceh Tenggara

October 11, 2026
Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI
Daerah

Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI

October 11, 2026
Radar Canggih BMKG Resmi Beroperasi di Aceh Besar, Bisa Pantau Arus Laut hingga Potensi Tsunami
Daerah

Radar Canggih BMKG Resmi Beroperasi di Aceh Besar, Bisa Pantau Arus Laut hingga Potensi Tsunami

October 10, 2026
Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Kepemimpinan Berjalan Baik
Daerah

TKD Tambahan untuk Bencana Aceh Tahun 2026 Rp1,65 Triliun dengan Serapan Mencapai 35 Persen, Ini Rinciannya

October 8, 2026
Next Post
Sekda Aceh Tinjau Rehabilitasi Sawah di Aceh Timur, Dorong Percepatan Pemulihan Sektor Pertanian

Sekda Aceh Tinjau Rehabilitasi Sawah di Aceh Timur, Dorong Percepatan Pemulihan Sektor Pertanian

Tinjau Pedalaman Aceh Tamiang, KAGAMA Serahkan 26 Huntara Korban Bencana Hidrometeorologi

Tinjau Pedalaman Aceh Tamiang, KAGAMA Serahkan 26 Huntara Korban Bencana Hidrometeorologi

Discussion about this post

Recommended Stories

Pemerintah Aceh Dorong Solidaritas Antar Dayah, Santri Korban Bencana Difasilitasi Belajar di Dayah Lain

Pemerintah Aceh Dorong Solidaritas Antar Dayah, Santri Korban Bencana Difasilitasi Belajar di Dayah Lain

January 14, 2026
Surati Presiden Prabowo, Mualem: Migas Andaman untuk Hilirisasi di KEK Arun Lhokseumawe

Surati Presiden Prabowo, Mualem: Migas Andaman untuk Hilirisasi di KEK Arun Lhokseumawe

June 25, 2026
Gaza dan Dukha tak Tertahan

Demosida Gaza, “Dukha” Tak Tertahan

July 25, 2025
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!