Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Kolom Opini

Golkar, Penentuan Calon Presiden, Irisan Politik dan Koalisi

Ada satu tokoh yang videonya tersiar menyatakan mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden. Pernyataan tersebut datang dari tokoh senior paling berpengaruh di Golkar, Akbar Tanjung.

TINJAUAN AH by TINJAUAN AH
June 7, 2023
Reading Time: 3 mins read
0

Ada satu hal menarik yang mungkin luput dari perhatian banyak orang. Di saat Anies Baswedan digadang menjadi calon presiden, mungkin di masa menjelang atau saat NasDem mendeklarasikan Anies sebagai capres, ada satu tokoh yang videonya tersiar menyatakan mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden. Pernyataan tersebut datang dari tokoh senior paling berpengaruh di Golkar, Akbar Tanjung.

Akbar Tanjung yang kini sudah memasuki usia lanjut, punya kedekatan khusus dengan Anies sebagai bagian dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Organisasi mahasiswa muslim ini terbilang kuat, punya pengaruh tersendiri di kancah politik Indonesia, dan telah melahirkan banyak tokoh-tokoh penting semenjak Orde Baru hingga kini.

Dukungan Bang Akbar, sapaan akrab Akbar Tanjung di HMI dan Golkar, kemudian tak lagi terdengar. Sepertinya ada upaya Golkar untuk melakukan konsolidasi mengusung ketua umum partai berlambang beringin itu, Airlangga Hartarto, untuk menjadi calon presiden.

Sayangnya sampai hari ini, elektabilitas Airlangga yang menjabat Menko Ekonomi di kabinet Jokowi tak kunjung meningkat. Rasanya sulit bagi Airlangga untuk melaju menjadi calon presiden di saat Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang diisi Golkar, PAN dan PPP tak kunjung menentukan calon presiden yang diusung.

PPP telah menyatakan mendukung Ganjar Pranowo. Sementara PAN bersikeras mengusung Erick Thohir sebagai calon wakil presiden, siapapun presidennya. Praktis posisi Golkar hari ini menjadi dilematis. Golkar terlihat tak mengarah untuk berkoalisi mendukung Ganjar. Sementara Golkar juga belum menentukan sikap untuk mendukung Prabowo Subianto, mantan kadernya sebelum mendirikan Gerindra.

Mantan Wakil Presiden RI yang juga Mantan Ketua Umum Partai Golkar dan deklarator Ormas NasDem Jusuf Kalla secara terang-terangan telah menyatakan diri mendukung Anies Baswedan. Jusuf Kalla adalah juga tokoh HMI seperti Akbar, politisi senior, organisatoris dan pebisnis ulung yang masih punya pengaruh kuat di internal tubuh Golkar maupun di akar rumput pemilih Golkar.

JK telah menjalin pertemuan intens dengan Mantan Presiden SBY dan juga Ketua Umum Surya Paloh sebelum akhirnya menyampaikan dukungan terbuka kepada Anies Baswedan.

Jika dilihat arah dukungan sesepuh Partai Golkar baik Jusuf Kalla yang secara terang-terangan mendukung, atau Akbar Tanjung yang pernah mengeluarkan statemen mendukung Anies, maka bisa diprediksi bahwa sebagian dari elit Golkar maupun kader dan simpatisan Golkar punya kans untuk mengarahkan dukungan ke Anies Baswedan.

Kemudian setelah kedatangan utusan Golkar dan PPP ke kantor DPP Partai Demokrat baru-baru ini, menandakan bahwa memang irisan politik dan ikatan antara Anies dan Golkar memang kuat. Maka terbuka peluang bagi Golkar masuk ke dalam Koalisi Perubahan bersama Demokrat, NasDem dan PKS.

Kemungkinan yang kedua, Golkar tidak bergabung dengan Koalisi Perubahan untuk mendukung Anies, namun sebagian elit Golkar yang diikuti oleh simpatisan dan pemilih akar rumput Golkar akan tetap memberikan dukungan kepada Anies Baswedan.

Kemungkinan Golkar secara resmi bisa saja mengusung Prabowo, atau bahkan Ganjar, namun sebagian elit dan basis massa Golkar berkemungkinan besar mendukung Anies.

***

Tawaran Cawapres Ganjar dari PDI-P kepada Ketum Partai Demokrat di tengah dinamisnya deal-deal politik yang terbangun dalam koalisi perubahan sepertinya tidak menggoyahkan arah dan visi AHY selaku Ketua Umum Partai Demokrat.

Partai Demokrat memang bukan partai pertama yang mendeklarasikan dukungan terhadap Anies Baswedan. Tapi di tangan Partai Demokrat lah bisa dikatakan koalisi perubahan terbentuk.

Di balik koalisi perubahan, ada sosok SBY yang mampu mengonsolidasikan dukungan lintas partai. Surya Paloh sendiri punya rasa percaya diri untuk mendeklarasikan Anies sebagai capres dengan adanya dukungan dari SBY. Yang perlu dicatat, Paloh punya sejarah dan kedekatan khusus dengan SBY.

Begitu juga dengan Jusuf Kalla yang pernah menjadi wakil presiden SBY. Jusuf Kalla terkesan percaya diri dan berani mengusung Anies bersama SBY dan Partai Demokrat, mereka berdua punya kans kuat dalam mengonsolidasikan jaringan elit yang pernah terbangun di saat keduanya berkuasa.

Surya Paloh tentu menaruh hormat kepada seniornya di Golkar, Jusuf Kalla. Paloh pun punya kedekatan khusus dengan JK dalam dekade waktu yang lama dalam perjalanan politiknya di Golkar hingga mendirikan NasDem. Sementara PKS terkesan masih sangat menghormati sosok SBY dan terkesan klop bekerja bersama dengan koalisi perubahan.

Koalisi perubahan punya tokoh-tokoh senior pemersatu yang punya chemistry yang kuat antar satu sama lain, serta punya irisan dan kedekatan emosional yang makin mempererat koalisi.

Dengan demikian, bisa dipastikan bahwa dukungan kepada Anies Baswedan akan bertambah kuat apabila AHY resmi diumumkan sebagai cawapres Anies. Jika itu terjadi dalam waktu dekat, dukungan SBY dan jejaring sesepuh lintas partai akan all-out untuk memenangkan Anies.

Jika pun Golkar tidak secara resmi bergabung dengan koalisi perubahan untuk mendukung Anies, namun irisan sebagian elit, kader dan simpatisan Golkar tetap akan mengarahkan dukungan kepada Anies. Maka, calon presiden yang diusung oleh Golkar selain Anies, tidak akan mendapat dukungan kerja maksimal dari kader Golkar dan tidak sepenuhnya dipilih oleh pemilih Golkar.

Sebagai partai besar, sudah saatnya Golkar menentukan pilihan secara seksama. Jika terlambat, maka Golkar akan gagal melakukan konsolidasi internal untuk bekerja maksimal bagi calon presiden yang diusung. Jika Golkar menyatakan bergabung dengan koalisi perubahan, sebagian jalan telah terbuka, maka peta politik jelang 2024 otomatis akan berubah. Pemilihan presiden di tahun 2024 nanti akan semakin menarik.

Jabal Ali Husin Sab
Redaktur tinjauan.id

Tags: Akbar TanjungAnies BaswedanDemokratGolkarJusuf Kallakoalisi perubahanSBYSusilo Bambang Yudhoyono
ShareTweetSendShare

Related Posts

Persoalan JKA yang Harus Dipahami
Opini

Persoalan JKA yang Harus Dipahami

May 3, 2026
Memulihkan Infrastruktur Sumber Daya Air Aceh Pascabencana Hidrometeorologi
Kolom

Memulihkan Infrastruktur Sumber Daya Air Aceh Pascabencana Hidrometeorologi

April 30, 2026
Menyambut HI, Membenahi FISIP USK:  Momentum Reformasi Fakultas Ilmu Sosial
Opini

Menyambut HI, Membenahi FISIP USK:  Momentum Reformasi Fakultas Ilmu Sosial

April 27, 2026
Wali Nanggroe Malik Mahmud, Penafsir Hasan Tiro dan Penjaga Arah Aceh di Masa Depan
Politik

Wali Nanggroe Malik Mahmud, Penafsir Hasan Tiro dan Penjaga Arah Aceh di Masa Depan

April 27, 2026
Tahun 2025, Wali Nanggroe Pernah Usul Bentuk Lembaga Ad-Hoc untuk Kelola Dana Otsus Aceh
Daerah

Tahun 2025, Wali Nanggroe Pernah Usul Bentuk Lembaga Ad-Hoc untuk Kelola Dana Otsus Aceh

April 22, 2026
Humam dan Politik di Balik JKA
Opini

Humam dan Politik di Balik JKA

April 17, 2026
Next Post

Tgk.Miswar Ibrahim Njong pimpin Rabithah Thaliban Aceh (RTA) periode 2023-2027

Pertemuan Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky dengan Sekjen PDI-P Hasto: kami tetap jaga etika politik

Recommended Stories

Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

August 4, 2025
Wagub Fadhlullah: TPID harus Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Harga

Wagub Fadhlullah: TPID harus Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Harga

March 4, 2026
PT PEMA Kembali Kapalkan 3.113 Ton Sulfur dari Aceh ke Sulawesi

PT PEMA Kembali Kapalkan 3.113 Ton Sulfur dari Aceh ke Sulawesi

July 25, 2025

Popular Stories

  • Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!