Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Nasional

Dari Pupuk Lebih Murah hingga B50, Prabowo Ungkap Lompatan Menuju Swasembada Nasional

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
August 14, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Dari Pupuk Lebih Murah hingga B50, Prabowo Ungkap Lompatan Menuju Swasembada Nasional

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah capaian pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan dan energi nasional.

Dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Prabowo mengatakan sejumlah target yang sebelumnya diproyeksikan membutuhkan waktu bertahun-tahun justru dapat dicapai lebih cepat.

Salah satu capaian yang disorot adalah swasembada pangan. Prabowo menyebut target yang semula diperkirakan tercapai dalam empat hingga lima tahun, kini berhasil diwujudkan hanya dalam waktu satu tahun.

“Karena kebijakan-kebijakan dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan akan kita capai dalam 4 sampai 5 tahun, ternyata berhasil capai dalam waktu 1 tahun,” kata Prabowo, Jumat (14/8).

Menurut Prabowo, capaian tersebut berjalan beriringan dengan pembenahan tata kelola pupuk. Pemerintah menghapus 145 aturan dalam penyaluran pupuk dan menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen.

Ia menyebut kebijakan tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah Indonesia. Di sisi lain, keuntungan PT Pupuk Indonesia (Persero) disebut meningkat hingga 252,8 persen.

Prabowo mengatakan Indonesia pada tahun ini telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Tak hanya pangan, pemerintah juga mulai merealisasikan target swasembada energi. Salah satunya melalui penerapan bahan bakar nabati B50 yang mencampurkan biodiesel berbasis minyak sawit dengan solar.

Prabowo menyebut Indonesia mulai memproduksi diesel B50 dan sejak 1 Juli 2026 tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri. Kebijakan tersebut, menurut dia, membuat Indonesia mampu menghemat devisa hingga Rp170 triliun atau sekitar 9,5 miliar dolar AS.

“Mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026, kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri, dan kita berhasil menghemat devisa Rp 170 triliun,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan berbagai capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri. Program makanan bergizi, bantuan sosial, hingga hilirisasi juga disebut sudah mulai berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat.

“Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini adalah rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi,” kata Prabowo.

Menurutnya, ukuran kemerdekaan bukan sekadar apa yang diproklamasikan, melainkan apa yang benar-benar dirasakan rakyat dalam kehidupan sehari-hari.[]

Tags: EKonomienergipanganPresiden Prabowo SubiantoSidang Umum MPR
ShareTweetSendShare

Related Posts

Sita Rp106,3 Miliar, KPK Bongkar Dugaan Praktik Mafia Tanah dan Suap Jabatan di Kementerian ATR/BPN
Nasional

Sita Rp106,3 Miliar, KPK Bongkar Dugaan Praktik Mafia Tanah dan Suap Jabatan di Kementerian ATR/BPN

September 20, 2026
Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan Baru, Berikut Profilnya dan Komentar Sejumlah Pengamat
Ekonomi

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan Baru, Berikut Profilnya dan Komentar Sejumlah Pengamat

September 15, 2026
Soal WNI Masuk Militer Asing, Menko Yusril Nyatakan Tidak Otomatis Kehilangan Status Kewarganegaraan
Nasional

Menko Yusril Tegaskan Penanganan Kericuhan 27 Agustus Harus Berjalan Tanpa Pandang Bulu

September 5, 2026
Teuku Riefky Pimpin Upacara HUT RI Kemenekraf Dengan Kharisma Budaya Aceh
Nasional

Teuku Riefky Pimpin Upacara HUT RI Kemenekraf Dengan Kharisma Budaya Aceh

August 19, 2026
Soal WNI Masuk Militer Asing, Menko Yusril Nyatakan Tidak Otomatis Kehilangan Status Kewarganegaraan
Daerah

UIN Ar-Raniry Akan Anugerahi Gelar Doktor Honoris Causa untuk Prof. Yusril Ihza Mahendra

August 18, 2026
Prabowo: Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi harus Memperbaiki Kehidupan Rakyat
Nasional

Presiden Prabowo: Ada 121 Kebijakan Transformatif Berhasil Dijalankan dalam 21 Bulan

August 14, 2026
Next Post
‎‎Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Daerah, YARA Acungi Jempol Kinerja Polres Aceh Tengah

‎‎Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Daerah, YARA Acungi Jempol Kinerja Polres Aceh Tengah

Di Balik Imbauan Gubernur Tentang Hari Damai Aceh, Ampon Man: Mualem Masih Menunggu yang Konkret

Di Balik Imbauan Gubernur Tentang Hari Damai Aceh, Ampon Man: Mualem Masih Menunggu yang Konkret

Discussion about this post

Recommended Stories

Demonstrasi Damai dan Ancaman Provokator: Melindungi Nyawa dengan Kesadaran Teoritis sekaligus Kolektif

Demonstrasi Damai dan Ancaman Provokator: Melindungi Nyawa dengan Kesadaran Teoritis sekaligus Kolektif

August 30, 2025
Pemerintah Aceh Raih Opini WTP ke-11 Berturut-turut dari BPK RI

Pemerintah Aceh Raih Opini WTP ke-11 Berturut-turut dari BPK RI

June 23, 2026
Soal WNI Masuk Militer Asing, Menko Yusril Nyatakan Tidak Otomatis Kehilangan Status Kewarganegaraan

Soal WNI Masuk Militer Asing, Menko Yusril Nyatakan Tidak Otomatis Kehilangan Status Kewarganegaraan

January 26, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!