Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Di Balik Imbauan Gubernur Tentang Hari Damai Aceh, Ampon Man: Mualem Masih Menunggu yang Konkret

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
August 14, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Di Balik Imbauan Gubernur Tentang Hari Damai Aceh, Ampon Man: Mualem Masih Menunggu yang Konkret

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengimbau seluruh masyarakat Aceh untuk menjaga dan merawat perdamaian Aceh. “Untuk kita wariskan kepada generasi penerus,” kata Mualem, Kamis (14 Agustus 2026).

Imbauan Gubernur Mualem itu, kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Teuku Kamaruzzaman (Ampon Man), juga disebarkan dalam bentuk video. “Gubernur Mualem membuat video itu sebagai bentuk imbauan kepada masyarakat Aceh agar terus menjaga persatuan dan kesatuan untuk merawat perdamaian Aceh,” kata Ampon Man yang juga adalah salah satu tokoh perdamaian Aceh.

Pada momentum peringatan Hari Damai Aceh yang ke-21, kata Ampon Man, Gubernur Mualem juga mengimbau semua pihak untuk berkolaborasi membangun Aceh yang bermartabat, adil, sejahtera, dan damai. “Memperkuat persaudaraan dan menjaga Aceh agar aman dan nyaman menjadi kunci kemajuan Aceh,” kata Ampon Man.

Ampon Man menjelaskan peringatan 15 Agustus merupakan momentum bersejarah bagi Aceh, yakni penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005 antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia.

“Kesepakatan adalah wujud dari kebesaran jiwa para pemimpin yang memilih berdamai untuk membangun Aceh. Di situ ada filosofinya ada jiwa Aceh, bukan sekedar mengakhiri konflik,” kata Ampon Man. “Di situ ada cita-cita, ada ruang untuk menata Aceh yang lebih baik dan bermartabat yang tertuang dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh.”

Kendati demikian, Ampon Man mengakui, bahwa perjalanan perdamaian ini tidaklah semulus harapan. Di satu sisi pembangunan Aceh berjalan dengan baik yang dikuatkan dengan sistem politik baru yang lahir di Aceh. “Seperti keberadaan lembaga wali nanggroe, dan juga adanya partai politik lokal, dan dana otonomi khusus,” katanya.

Di sisi lain, kata Ampon Man, dinamika politik antara pemerintah pusat dan pemerintah Aceh juga terjadi. Begitu juga berbagai persoalan politik lokal di Aceh ikut mewarnainya. “Itu semua pendewasaan bagi kita semua dalam meniti perdamaian,” kata Ampon Man.

Persoalan yang paling mendasar sekarang ini, Ampon Man menambahkan, adalah bukan hanya sekedar seremonial memperingati Hari Damai Aceh.

“Namun bentuk konkret perdamaian itu sendiri yang perlu diwujudkan dengan sempurna. Salah satunya adalah revisi Undang-Undang Pemerintah Aceh yang sedang kita tunggu hasilnya. Apakah akan sesuai dengan cita-cita rakyat Aceh atau malah menyimpang dari itu,” ujarnya. []

Tags: AcehHari Damai AcehmualemPemerintah Aceh
ShareTweetSendShare

Related Posts

Seuramoe Heritage Dorong Generasi Muda Kenali Sejarah Aceh Lewat Lomba Bertutur
Daerah

Seuramoe Heritage Dorong Generasi Muda Kenali Sejarah Aceh Lewat Lomba Bertutur

September 27, 2026
Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar
Daerah

Realisasi Tambahan TKD Aceh 2026 Tembus 30,16 Persen, Total Pagu Rp1,65 Triliun

September 26, 2026
Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar
Daerah

Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar

September 26, 2026
Panen Raya Aceh Barat, Gubernur Mualem: Sejalan dengan Misi Pemerintah Aceh
Daerah

Panen Raya Aceh Barat, Gubernur Mualem: Sejalan dengan Misi Pemerintah Aceh

September 26, 2026
Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga
Daerah

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga

September 24, 2026
Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Daerah

Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

September 24, 2026
Next Post
Seruan Wali Nanggroe Aceh Jelang Peringatan Hari Damai: Jaga Perdamaian, Rawat Persaudaraan, dan Bangun Masa Depan Aceh Bersama

Seruan Wali Nanggroe Aceh Jelang Peringatan Hari Damai: Jaga Perdamaian, Rawat Persaudaraan, dan Bangun Masa Depan Aceh Bersama

Tafakkur Kemerdekaan

Tafakkur Kemerdekaan

Discussion about this post

Recommended Stories

Diskusi Dua Dekade Damai Aceh: Revisi UUPA untuk Kesejahteraan dan Keadilan

Diskusi Dua Dekade Damai Aceh: Revisi UUPA untuk Kesejahteraan dan Keadilan

August 12, 2025
Aceh Film Festival 2025 Digelar September, Angkat Tema “Stratagem”: Siasat Budaya dari Aceh ke Dunia

Aceh Film Festival 2025 Digelar September, Angkat Tema “Stratagem”: Siasat Budaya dari Aceh ke Dunia

August 30, 2025
Dugaan Pencurian Bukan Pembenar Kekerasan, YARA Desak Usut Tuntas Kasus Tangan Putus di Kajhu

Dugaan Pencurian Bukan Pembenar Kekerasan, YARA Desak Usut Tuntas Kasus Tangan Putus di Kajhu

June 16, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!