Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Seruan Wali Nanggroe Aceh Jelang Peringatan Hari Damai: Jaga Perdamaian, Rawat Persaudaraan, dan Bangun Masa Depan Aceh Bersama

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
August 14, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Seruan Wali Nanggroe Aceh Jelang Peringatan Hari Damai: Jaga Perdamaian, Rawat Persaudaraan, dan Bangun Masa Depan Aceh Bersama

Banda Aceh – Menjelang Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 pada 15 Agustus 2026, Wali Nanggroe Aceh mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk menjadikan momentum bersejarah ini sebagai saat yang penuh makna untuk memperkuat persaudaraan, menjaga ketenteraman, serta memperteguh komitmen bersama dalam merawat perdamaian yang telah menjadi fondasi utama kehidupan masyarakat Aceh selama lebih dari dua dekade.

Berikut pernyataan Walj Nanggroe Aceh PYM Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar:

Peringatan 15 Agustus merupakan penanda sejarah yang sangat penting bagi Aceh, yaitu ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005 antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Republik Finlandia. Kesepakatan tersebut lahir dari kebesaran jiwa, keberanian, dan kebijaksanaan para pemimpin kedua belah pihak yang memilih jalan dialog dan perdamaian sebagai fondasi masa depan Aceh.

MoU Helsinki bukan sekadar mengakhiri konflik yang berkepanjangan, tetapi juga membuka ruang bagi rekonsiliasi, pembangunan, demokrasi, serta lahirnya tatanan kehidupan yang lebih damai dan bermartabat bagi seluruh rakyat Aceh.

Dialog dan perdamaian yang diwujudkan melalui penandatanganan MoU Helsinki menjadi titik balik yang membuka jalan bagi lahirnya kepercayaan dan perhatian masyarakat internasional terhadap Aceh. Kepercayaan tersebut kemudian mendorong hadirnya dukungan dan bantuan kemanusiaan dari berbagai negara serta lembaga internasional untuk membantu rakyat Aceh memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi, sekaligus membangun kembali infrastruktur yang hancur akibat bencana tsunami. Dukungan internasional yang begitu besar pada masa itu menjadi bukti bahwa perdamaian menghadirkan harapan, membuka peluang kerja sama, serta memperkuat posisi Aceh dalam pergaulan nasional dan internasional.

Selama 21 tahun perjalanan perdamaian, Aceh telah mengalami banyak perubahan yang berarti. Pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, penguatan tata kelola pemerintahan, serta semakin luasnya hubungan kerja sama dengan berbagai pihak di tingkat nasional maupun internasional merupakan buah dari suasana damai yang telah dijaga bersama.

Namun perjalanan tersebut juga diwarnai berbagai ujian. Salah satu yang paling berat adalah bencana hidrometeorologi pada 26 November 2025 yang melanda banyak wilayah di Aceh, menimbulkan kerusakan, kehilangan, dan penderitaan bagi masyarakat. Dalam menghadapi musibah tersebut, semangat perdamaian telah melahirkan solidaritas, gotong royong, dan kepedulian antarsesama yang menjadi kekuatan utama masyarakat Aceh untuk bangkit dan melanjutkan pembangunan.

Atas nama Lembaga Wali Nanggroe Aceh, saya menyampaikan penghormatan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga perdamaian selama ini: para tokoh perdamaian, ulama, akademisi, mantan kombatan, aparat keamanan, pemerintah, organisasi masyarakat, pemuda, perempuan, serta seluruh rakyat Aceh. Perdamaian adalah warisan bersama yang harus terus dirawat sebagai amanah lintas generasi.

Menjelang peringatan Hari Damai Aceh tahun ini, saya mengimbau seluruh masyarakat Aceh untuk terus menjaga perdamaian, ketenteraman, persaudaraan, dan persatuan di seluruh pelosok Aceh. Jadikan peringatan 15 Agustus sebagai momentum refleksi, rasa syukur, dan komitmen bersama untuk memperkuat harmoni sosial serta mempercepat pembangunan yang adil, inklusif, dan bermartabat.

Saya juga mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak atau unsur mana pun yang berpotensi mengganggu stabilitas, menebarkan kebencian, memecah belah persaudaraan, atau mengusik perdamaian Aceh yang selama ini telah terpelihara dengan sangat baik.

Banda Aceh, 14 Agustus 2026

Wali Nanggroe Aceh

Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar

Tags: AcehHari Damai AcehPemerintah AcehWali Nanggroe Malik Mahmud
ShareTweetSendShare

Related Posts

Seuramoe Heritage Dorong Generasi Muda Kenali Sejarah Aceh Lewat Lomba Bertutur
Daerah

Seuramoe Heritage Dorong Generasi Muda Kenali Sejarah Aceh Lewat Lomba Bertutur

September 27, 2026
Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar
Daerah

Realisasi Tambahan TKD Aceh 2026 Tembus 30,16 Persen, Total Pagu Rp1,65 Triliun

September 26, 2026
Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar
Daerah

Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar

September 26, 2026
Panen Raya Aceh Barat, Gubernur Mualem: Sejalan dengan Misi Pemerintah Aceh
Daerah

Panen Raya Aceh Barat, Gubernur Mualem: Sejalan dengan Misi Pemerintah Aceh

September 26, 2026
Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga
Daerah

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga

September 24, 2026
Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Daerah

Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

September 24, 2026
Next Post
Tafakkur Kemerdekaan

Tafakkur Kemerdekaan

Solidaritas Aceh untuk Revisi UUPA Serukan Percepatan Pengesahan Revisi UUPA

Solidaritas Aceh untuk Revisi UUPA Serukan Percepatan Pengesahan Revisi UUPA

Discussion about this post

Recommended Stories

Ribuan Massa Aliansi Rakyat Aceh Gelar Aksi di Depan Gedung DPRA

Ribuan Massa Aliansi Rakyat Aceh Gelar Aksi di Depan Gedung DPRA

September 1, 2025
Narasi Aceh Merdeka Mencuat Kembali, Apa Sebenarnya yang Sedang Terjadi?

Narasi Aceh Merdeka Mencuat Kembali, Apa Sebenarnya yang Sedang Terjadi?

September 20, 2026
Belajar dari Raditya Dika: Kiat Sukses Jadi Influencer, dari Blogger ke Ikon Digital

Belajar dari Raditya Dika: Kiat Sukses Jadi Influencer, dari Blogger ke Ikon Digital

September 6, 2025
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!