BANDA ACEH — Nazar Apache, vokalis band Apache13 sekaligus pendiri studio rekaman Studiosa, telah menghabiskan lima tahun sejak Studiosa resmi berdiri pada 2020. Bersama Studiosa, Nazar telah menciptakaan lebih dari 350 lagu. Capaian rekor fantastis dan fenomenal telah diraih oleh seorang seniman dan musisi muda Aceh ini.
Bilangan angka lagu ciptaannya mencerminkan bakat dan talenta yang luar biasa. Musisi yang mengawali karir seninya melalui sastra dan teater ini punya semangat berkarya yang selalu menyala, seakan tak pernah padam.
Dari Apache13 ke Studiosa: Penyanyi yang Jadi Produser Musik
Awalnya, Studiosa direncanakan sebagai bagian tak terpisahkan dari Apache13. Nazar merasakan perlunya sebuah ruang untuk menampung lagu-lagu yang berbeda genre dengan karakter Apache13, yang kemudian dapat dinyanyikan oleh musisi lain.
Namun ternyata tak hanya sampai di sana, Studiosa tumbuh menjadi sebuah dapur rekaman yang masif berkembang, bergerak sendiri di luar bayangan Apache13.
“Apache13 tidak mampu menampung keliaran itu, maka inisiatif kita untuk membuka ruang Studiosa,” ujar Nazar.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Studio dapur rekaman itu kini telah menjadi rumah bagi lebih dari 20 penyanyi dan musisi. Mulai dari talenta yang tengah dalam proses pengembangan hingga nama-nama yang sudah punya basis penggemar di Aceh.
350 karya musik yang Nazar adalah cerminan dari produktivitas dan kerja keras seorang musisi yang begitu tekun dan gigih dalam berkarya. Ia telah menciptakan sekaligus menyanyikan karyanya sendiri, sebagian karya turut dinyanyikan penyanyi lain.
Dari 350 karya itu, sebagian besar diproduksi di bawah naungan Studiosa. Hanya sekitar lima album dan kisaran sepuluh single yang lahir dari kerja sama dengan manajemen Apache13, yakni Tanda Seru Management, IMM Production, dan Solomon Kingdom Management. Sisanya adalah buah dari dapur Studiosa.
Lagu-lagu itu telah dinyanyikan oleh Nazar secara solo, bersama band Apache13, maupun oleh para penyanyi yang berkolaborasi dengan Studiosa.
“99 persen lagu yang tayang di akun YouTube Studiosa Official adalah karya saya,” terang Nazar.
Melahirkan Lebih dari 20 Musisi Aceh
Merekrut dan mengorbit musisi baru menjadi salah satu hal besar yang telah dilakukan Nazar bersama Studiosa.
Hingga kini, lebih dari 20 penyanyi telah bernaung atau berkolaborasi dengan studio ini, di antaranya Ulvazilla, Hafizah Umran, Iwank, Samy Asa, Maulidin Nabawy, Mila Maya, Almira Jannisa, Oji Shah, Inong Zahra, Firda Muna, Bila Bilqia, Zee Mernissi, Viza Maviza, Fanita, Misbahussudri, Zaharaza, Fatma, Joel Masry, dan nama-nama lainnya.
Keragaman nama-nama tersebut mencerminkan misi Studiosa yang ingin memberikan kesempatan bagi siapapun untuk terjun ke industri musik.
“Saya ingin Studiosa menjadi ruang pencapaian bagi setiap orang yang ingin menyanyi, tidak harus bisa,” ungkap Nazar.
Tempat Berkumpul Pelaku Musik Aceh
Lebih dari sekadar studio rekaman, Studiosa telah menjelma menjadi ruang sosial bagi ekosistem musik Aceh.
“Studiosa telah menjadi ruang yang sangat terbuka…sebagai titik kumpul seniman musik Aceh lintas komunitas dan usia,” kata Nazar.
Hampir seluruh akun YouTube musik di Aceh terdapat karya Studiosa, dan hampir semua penyanyi Aceh pernah rekaman di sana.
Dibalik capaiannya yang fenomenal, Nazar menolak berpuas diri.
“Saya berusaha untuk tidak merasa di puncak. Merasa di puncak akan membuat kita terlena,” ujarnya.
Ia masih terus berkarya dalam berbagai motif dan genre, terus mengeksplorasi dalam menciptakan jenis musik yang beragam. Sikap itulah yang kiranya menjaga Studiosa tetap relevan dan terus tumbuh mewarnai blantika musik di Tanah Rencong.
Lima tahun Studiosa adalah perjalanan yang penuh karya dan imajinasi. Dengan 350 karya lahir dan puluhan musisi yang telah diorbit, Nazar Apache dan Studiosa masih akan terus melahirkan karya.[]
Anda bisa mendengar karya-karya Nazar Apache di channel YouTube Studiosa official.













Discussion about this post