JAKARTA – Pendaftaran Beasiswa LPDP 2026 Tahap II masih berlangsung hingga 31 Juli 2026. Bagi yang masih menyiapkan berkas, ada beberapa perubahan aturan dibanding tahap sebelumnya yang penting untuk disiapkan sejak sekarang — sebagian justru meringankan beban pendaftar.
Dalam sosialiasi beasiswa, Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso mengatakan ada beberapa kelonggaran yang diterapkan pada seleksi tahap 2 ini, termasuk adanya penghapusan dan perubahan persyaratan beberapa dokumen.
“Banyak sekali inovasi-inovasi yang memberikan kelonggaran. Tidak hanya untuk pendaftaran yang kita permudah, dan juga syarat-syaratnya tentunya tidak memberatkan, begitu juga pilihan-pilihan studinya makin tajam,” ujar Dwi Larso dikutip dari laman LPDP, Senin (13/7/2026).
Personal Statement kini tidak lagi berbentuk esai panjang. Jika di tahap 1 pendaftar diwajibkan menulis personal statement dalam bentuk esai, di tahap 2 formatnya berubah menjadi “profil diri” yang lebih ringkas dan terstruktur, cukup dalam bentuk poin-poin berisi kekuatan, kelemahan, dan pengalaman diri.
Kepala Divisi Rekrutmen dan Seleksi LPDP, Anda Ramona Sinaga, menjelaskan format ini dibuat lebih to the point agar lebih mudah disusun pendaftar.
Yang perlu disiapkan: susun poin-poin ringkas soal kekuatan, kelemahan, dan pengalaman — tidak perlu lagi narasi panjang seperti esai personal statement sebelumnya.
Esai komitmen tetap wajib. Siapkan 1.500 kata. Meski personal statement dipermudah, esai komitmen (kontribusi/pengabdian) tetap menjadi syarat wajib dengan batas maksimal 1.500 kata, berfokus pada rencana studi dan kontribusi ke depan. Bagian ini sebaiknya tidak ditunda karena butuh proses berpikir dan revisi paling lama dibanding dokumen lain.
Yang perlu disiapkan: mulai draf esai komitmen dari sekarang, fokus ke rencana studi yang konkret dan kontribusi yang bisa diukur.
Sertifikat Bahasa Inggris bisa tidak diperlukan, cek status LoA-mu. Ini kabar baik bagi yang sudah punya Letter of Acceptance (LoA) Unconditional. Kepala Divisi Rekrutmen dan Seleksi LPDP, Anda Ramona Sinaga, menegaskan ketentuan ini berlaku untuk jalur afirmasi, non-afirmasi, maupun kerja sama khusus:
“…kalau sudah punya LoA Unconditional… kalian tidak perlu men-submit sertifikat bahasa Inggris.”
Bagi yang belum punya LoA Unconditional, ada opsi tambahan yaitu sertifikat Duolingo English Test, serta tes bahasa Inggris yang difasilitasi lewat kerja sama dengan 35 perguruan tinggi dalam negeri.[]











Discussion about this post