Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Dukung Pelestarian Budaya, Bupati Aceh Besar Buka Launching Galeri Kebudayaan Aceh

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
May 2, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Dukung Pelestarian Budaya, Bupati Aceh Besar Buka Launching Galeri Kebudayaan Aceh

KOTA JANTHO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pelestarian budaya daerah melalui kehadiran langsung Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, pada acara peluncuran Galeri Budaya Aceh di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Sabtu (2/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muharram Idris secara resmi membuka kegiatan launching situs web Galeri Budaya Aceh yang dirangkai dengan pemutaran film serta diskusi budaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Karya Kreatif Inovatif Dana Indonesiana yang didukung Kementerian Kebudayaan.

Kehadiran Bupati dalam acara tersebut menjadi bentuk dukungan konkret Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terhadap upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan, khususnya dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi.

Dalam sambutannya saat membuka secara resmi kegiatan itu, Bupati Muharram Idris menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan sejarah serta budaya sebagai bagian dari identitas rakyat Aceh.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk merangsang dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Kita memiliki sejarah panjang dan pernah mencapai kemajuan besar di masa lalu. Karena itu, kita sebagai orang Aceh harus mengetahui dan memahami sejarah kita sendiri,” ujar Bupati.

Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya tidak hanya terbatas pada benda fisik seperti situs sejarah dan artefak, tetapi juga mencakup bahasa sebagai bagian penting dari identitas daerah dan jati diri sebuah bangsa.

Menurutnya, tantangan pelestarian budaya saat ini semakin kompleks seiring dengan pengaruh urbanisasi, transmigrasi, dan perkembangan zaman yang turut memengaruhi pola kehidupan masyarakat. Ia pun mengajak semua pihak menjaga bahasa Aceh.

“Bahasa Aceh harus terus kita jaga. Generasi yang ideal adalah yang mampu memahami dan menggunakan bahasa Aceh sekaligus bahasa Indonesia. Ini penting agar jati diri kita tidak hilang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa bangsa yang melupakan budaya dan bahasanya akan kehilangan jati diri. Itu sebabnya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan budaya Aceh.
“Kita harus kembali memperkuat jati diri sebagai orang Aceh. Nenek moyang kita adalah generasi yang tangguh, dan itu harus menjadi inspirasi bagi generasi saat ini,” tambahnya.

Peluncuran situs web Galeri Budaya Aceh ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam upaya digitalisasi arsip budaya, sehingga berbagai warisan sejarah dapat terdokumentasi dengan baik dan diakses oleh masyarakat luas dari berbagai penjuru dunia.

Selain seremoni peluncuran, kegiatan ini juga diisi dengan pemutaran film bertema budaya serta diskusi yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pegiat sejarah dan budaya Aceh. Forum ini menjadi ruang dialog yang produktif dalam merumuskan langkah-langkah penguatan ekosistem budaya di Aceh.

Sementara itu, Ketua Panitia, Al Kindi Mahlil Idham, menyampaikan bahwa kehadiran platform digital Galeri Budaya Aceh merupakan upaya untuk menjaga keberlanjutan dokumentasi sejarah di tengah perkembangan zaman.

“Melalui digitalisasi, benda-benda sejarah yang rentan hilang atau rusak dapat tetap terjaga dalam bentuk digital. Ini adalah langkah awal untuk memastikan warisan budaya Aceh tetap lestari,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan situs web tersebut akan terus dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari proyek berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak.

Dengan adanya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap sinergi antara pemerintah, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat dapat terus terjalin dengan baik dalam upaya menjaga dan melestarikan kebudayaan.

Peluncuran Galeri Kebudayaan Aceh ini menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian warisan budaya dapat berjalan seiring dengan kemajuan teknologi di era digital.[]

Tags: Bupati Aceh BesarKebudayaanPemkab Aceh BesarSyech Muharram
ShareTweetSendShare

Related Posts

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga
Daerah

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga

September 24, 2026
Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Daerah

Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

September 24, 2026
Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang
Daerah

Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang

September 24, 2026
Tiga Ahli Perkuat Keterangan M. Nasir, Juanda Akui Tak Tahu Kebenaran Tuduhan Rp132 Miliar
Daerah

Tiga Ahli Perkuat Keterangan M. Nasir, Juanda Akui Tak Tahu Kebenaran Tuduhan Rp132 Miliar

September 24, 2026
Pidato Perdana Sayuti, Ungkap Empat PR Besar Demokrat Aceh
Daerah

Pidato Perdana Sayuti, Ungkap Empat PR Besar Demokrat Aceh

September 20, 2026
Puluhan Anak Mengikuti Kegiatan Cinta Buku Sekaligus Peduli Lingkungan Lewat Gerakan “From Books to Action”
Daerah

Puluhan Anak Mengikuti Kegiatan Cinta Buku Sekaligus Peduli Lingkungan Lewat Gerakan “From Books to Action”

September 20, 2026
Next Post
Persoalan JKA yang Harus Dipahami

Persoalan JKA yang Harus Dipahami

Tahap Pertama, Sekda Aceh Lepas 3.000 ASN ke Lima Kabupaten Terdampak Bencana

Sekda Aceh: Pemerintah Aceh Kejar Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lahan Sawah Pascabencana

Discussion about this post

Recommended Stories

Sekda Aceh Buka UKW dan Seminar Nasional AMSI Aceh, Tekankan Penguatan Ekosistem Media Pascabencana

Sekda Aceh Buka UKW dan Seminar Nasional AMSI Aceh, Tekankan Penguatan Ekosistem Media Pascabencana

April 15, 2026
Dinas Pengairan Aceh Bahas Pengelolaan Wilayah Sungai Teunom-Lambeuso

Dinas Pengairan Aceh Bahas Pengelolaan Wilayah Sungai Teunom-Lambeuso

October 30, 2025
Ekonomi Aceh Triwulan I 2026 Bergerak Pulih Pascabencana, Namun Masih Rentan

Ekonomi Aceh Triwulan I 2026 Bergerak Pulih Pascabencana, Namun Masih Rentan

May 7, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!