Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Kolom Opini

Menyambut HI, Membenahi FISIP USK:  Momentum Reformasi Fakultas Ilmu Sosial

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
April 27, 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Menyambut HI, Membenahi FISIP USK:  Momentum Reformasi Fakultas Ilmu Sosial

TINJAUAN.ID | Pembukaan Program Studi Hubungan Internasional (HI) di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala patut diapresiasi sebagai langkah strategis. Dalam lanskap global yang kian kompleks, ditandai dengan ketegangan geopolitik (Amerika-Iran), krisis kemanusiaan (Israel-Palestina), migrasi lintas negara (Rohingya), hingga perang informasi (Artificial Inteligence), lahirnya jurusan HI USK tidak hanya penambahan jurusan baru, juga respons positif USK terhadap tuntutan akademik mapun tuntutan zaman.

Pembukaan HI menjadi cermin bersama, termasuk memunculkan pertanyaan menarik: apakah FISIP USK sebagai rumah besar HI siap bertransformasi? Program studi baru tentunya akan berdampak positif jika kultur akademik dan tata kelola fakultas inovatif. Kali ini, kehadiran HI menjadi suntikan semangat sekaligus momentum bagi FISIP USK untuk mengatur ragam strategi serta berbenah.

FISIP pada hakikatnya adalah pusat produksi gagasan. Menjadi ruang yang paling hidup dalam universitas; Tempat lahirnya diskusi publik, kritik sosial, riset kebijakan, serta ide-ide yang dapat mengarah pada perubahan. FISIP yang memproduksi rumpun sosial membutuhkan perdebatan, keterbukaan, dan kebebasan berpikir. Kali ini, HI FISIP USK diupayakan menjadi langkah strategis. Upaya menghidupkan generasi muda Aceh untuk membahas isu-isu internasional secara matang serta membawa gagasan internasional tersebut untuk Aceh kedepan.

Persoalan Stagnasi Kampus

Tanpa bermaksud merendahkan maupun mengabaikan keringat civitas yang sudah melakukan ragam hal untuk kampus. Pertama, ini adalah bagian dari apresiasi untuk langkah-langkah yang dilakukan maupun proses pengembangan yang kini sedang berlansung serta dicapai. Kedua, bagian dari kritik terbuka agar civitas akademika FISIP USK dapat memahami kacamata dari sudut luar.

Dalam kacamata outsider, beberapa tahun terakhir, FISIP USK terkesan bergerak dalam ritme yang repetitif. Aktivitas akademik serta organisasi mahasiswa berlangsung, agenda-agenda akademik berjalan secara normatif, serta fakultas juga aktif menopang kehidupan akademik. Sebagai rutinitas tahunan benar bahwa FISIP USK berjalan sesuai norma akademika.

Namun dari pandangan luar, output FISIP USK belum terlihat sebagai inovasi strategis. Fakultas dirasa belum sepenuhnya produktif dalam menghasilkan gagasan yang berdampak luas. Terlihat bahwa energi institusi lebih banyak terserap pada urusan prosedural ketimbang penguatan kualitas akademik. Tidak menyangkal bahwa urusan prosedural penting dalam kehidupan kampus, karena sistem akademik membutuhkan tata kelola yang tertib, dokumen yang rapi, serta mekanisme pelayanan yang jelas.

Di Aceh, persoalan stagnasi ini menjadi semakin krusial karena FISIP USK berada di wilayah yang kaya isu sosial-politik. Aceh disadari menjadi ladang riset utama di Indonesia; baik pengalaman konflik dan perdamaian, dinamika syariat Islam, tata kelola pemerintahan daerah, migrasi dan kemanusiaan, dunia Melayu-Selat Malaka, hingga persoalan ekonomi politik sumber daya adalah ladang kajian yang sangat luas. FISIP USK menjadi tumpuan atau tuan rumah pusat kajian global yang mesti diperhitungkan, tidak hanya oleh masyarakat lokal, tetapi juga oleh peneliti nasional mapun internasional.

Sayangnya, peluang ini belum sepenuhnya dimanfaatkan. Tradisi riset dan publikasi masih perlu diperkuat. Forum ilmiah belum menjadi agenda rutin yang membentuk kultur akademik. Jika FISIP USK ingin menjadi fakultas yang berpengaruh, FISIP USK perlu membangun reputasi sebagai produsen pengetahuan, tidak sebatas sebagai institusi pengajaran semata.

Langkah strategis

Dalam konteks sebelumnya pembukaan jurusan HI menjadi momentum penting. HI sebagai bidang studi tidak dapat tumbuh dalam ekosistem akademik yang tertutup serta minim inovasi. HI menuntut keterbukaan pada isu global, jejaring internasional, kemampuan membaca dinamika geopolitik, serta tradisi diskusi yang intens. HI bagi FISIP USK dapat menjadi katalis perubahan ataupun energi segar.

Langkah pembenahan dapat dimulai dengan membuka fakultas terhadap dunia luar. FISIP USK perlu menjadikan forum akademik sebagai agenda rutin dengan menghadirkan tokoh-tokoh eksternal: akademisi nasional, peneliti internasional, diplomat, jurnalis, aktivis, hingga praktisi kebijakan publik. Program seperti guest lecture series, visiting professor, atau forum kebijakan tematik perlu dibangun secara berkelanjutan. Kehadiran tokoh luar ini diupayakan bukan sebagai bagian laporan akademik atau seremonial; sebagai upaya memperkaya perspektif mahasiswa serta mendorong fakultas keluar dari zona nyaman.

Selain itu, pembaruan kurikulum perlu dilakukan secara serius. Isu politik digital, disinformasi, perubahan iklim, keamanan manusia, diplomasi kemanusiaan, serta dinamika konflik global harus menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Kurikulum yang adaptif akan memperkuat relevansi lulusan, sekaligus meningkatkan daya saing fakultas di tingkat nasional.

Budaya riset juga harus menjadi prioritas. Fakultas dapat membangun kelompok kajian tematik, mendorong mahasiswa menulis policy brief, serta memperkuat dukungan untuk publikasi ilmiah dosen. Riset harus didorong agar tidak hanya berhenti pada tugas akhir, tetapi menjadi produk pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat maupun pemerintah.

Secara berkala, policy brief juga dapat diproduksi serta dikirim ke instansi-instansi terkait, sebagai upaya saran dari para mahasiwa maupun pemikir kampus. Sehingga tumbuh komunikasi timbal-balik antar lembaga terkait dengan kampus, sehingga tidak terjadi ketimpangan komunikasi yang dianggap pihak intansi luar sebagai bagian dari mengejar laporan akreditas.

Terakhir, reformasi tata kelola harus diarahkan pada transparansi dan meritokrasi. FISIP USK perlu membangun mekanisme komunikasi dua arah yang sehat dengan dunia luar. Kritik harus diterima sebagai bagian dari kultur akademik, bukan dianggap gangguan. Administrasi harus menjadi sistem pendukung, bukan pusat kegiatan.

Kritik outsider terhadap FISIP USK bukanlah bentuk kebencian. Kritik adalah bentuk kepedulian terhadap masa depan fakultas. Pembukaan HI harus menjadi pintu perubahan yang lebih besar, yaitu membangun FISIP USK yang lebih terbuka, lebih adaptif, lebih produktif, serta lebih relevan.

Jika momentum ini dimanfaatkan dengan serius, FISIP USK tidak hanya menjadi atau berkembang sebagai institusi pendidikan. FISIP USK akan menjadi pusat gagasan internasional yang disegani, seperti lahirnya Darussalam sebagai tempat lahirnya pemikir kritis yang mampu memberi arah bagi masyarakat Aceh, Indonesia, maupun global ke depan.

*Oleh: Rizqan Kamil, alumni FISIP USK.

Tags: FISIPHubungan InternasionalpendidikanUniversitas Syiah Kuala
ShareTweetSendShare

Related Posts

Humam dan Politik di Balik JKA
Opini

Humam dan Politik di Balik JKA

April 17, 2026
Mengurangi Gesekan Antara Kaum Tradisionalis dan Kaum Akademis dengan Tiga Tradisi Keilmuan Islam ala Prof. Amin Abdullah
Oase

Mengurangi Gesekan Antara Kaum Tradisionalis dan Kaum Akademis dengan Tiga Tradisi Keilmuan Islam ala Prof. Amin Abdullah

April 17, 2026
Restitusi sebagai Jembatan Kepercayaan: Mengoptimalkan Pasal 11 UU KUP dalam Ekosistem Self-Assessment
Ekonomi

Restitusi sebagai Jembatan Kepercayaan: Mengoptimalkan Pasal 11 UU KUP dalam Ekosistem Self-Assessment

April 14, 2026
Di Balik Layar Ponsel: Ancaman Diet Ekstrim pada Remaja Perempuan Aceh
Opini

Di Balik Layar Ponsel: Ancaman Diet Ekstrim pada Remaja Perempuan Aceh

April 7, 2026
Program MBG, Masalah Birokratis dan Gizi Nasional
Nasional

Program MBG, Masalah Birokratis dan Gizi Nasional

April 1, 2026
Transisi Kekuasaan di Indonesia: Proyeksi Pewaris Trah Politik Menuju Pilpres 2029 dan 2034
Laporan dan Analisis

Transisi Kekuasaan di Indonesia: Proyeksi Pewaris Trah Politik Menuju Pilpres 2029 dan 2034

March 24, 2026
Next Post
Warga Banda Aceh Keluhkan Suplai Air PDAM Kerap Bermasalah, Layanan PDAM Tirta Daroy Disorot

Warga Banda Aceh Keluhkan Suplai Air PDAM Kerap Bermasalah, Layanan PDAM Tirta Daroy Disorot

Discussion about this post

Recommended Stories

Aceh Film Festival 2025 Digelar September, Angkat Tema “Stratagem”: Siasat Budaya dari Aceh ke Dunia

Aceh Film Festival 2025 Digelar September, Angkat Tema “Stratagem”: Siasat Budaya dari Aceh ke Dunia

August 30, 2025
Ramadhan Penuh Berkah di Lhoksukon : Keluarga Besar Reza Khosyi Gelar Khatam Al-Qur’an, Sholawat Fatimiyah dan Santuni Anak Yatim

Ramadhan Penuh Berkah di Lhoksukon : Keluarga Besar Reza Khosyi Gelar Khatam Al-Qur’an, Sholawat Fatimiyah dan Santuni Anak Yatim

March 13, 2026

Demokrat Klarifikasi Tudingan Jokowi: SBY dan AHY Diundang Presiden

May 31, 2023

Popular Stories

  • Tingkat Pengangguran Usia Muda Tinggi, Indonesia Berjuang Ciptakan Lapangan Kerja

    Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buntut Polemik di DPRA, Mualem Dikabarkan Kantongi Dua Nama Kandidat Pengganti Ketua DPRA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!