Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Pemko Banda Aceh Habiskan Hampir Rp4 Miliar untuk Rangkaian Pesta HUT Kota Banda Aceh

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
April 24, 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Pemko Banda Aceh Habiskan Hampir Rp4 Miliar untuk Rangkaian Pesta HUT Kota Banda Aceh

Walikota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal memberi sambutan pada acara Banda Aceh Experience, Senin, (20/4/2026) di Banda Aceh. Foto: istimewa/tinjauan.id.

Data SIRUP LKPP 2026 ungkap deretan paket kegiatan miliaran rupiah untuk seremoni empat hari dalam rangkaian acara HUT Kota Banda Aceh. Apa dalih Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menggelontorkan anggaran begitu besar untuk acara seremonial beberapa hari?

BANDA ACEH — Perayaan Hari Ulang Tahun Kota Banda Aceh ke-821 yang berlangsung selama empat hari ternyata menyedot anggaran daerah hingga mendekati angka Rp 4 miliar, berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) tahun anggaran 2026 yang berhasil dihimpun redaksi.

Rangkaian kegiatan tersebut mencakup sejumlah paket pengadaan yang terdaftar di SIRUP LKPP, dengan total pagu anggaran yang dapat dikonfirmasi mencapai Rp 3,988 miliar, belum termasuk satu kegiatan lain yang diduga masuk dalam rangkaian acara namun tidak ditemukan dalam basis data SIRUP LKPP.

Rincian Anggaran Kegiatan HUT Kota Banda Aceh dalam Sirup LKPP

Berikut paket-paket pengadaan yang terdaftar dan terkait langsung dengan rangkaian HUT Kota Banda Aceh ke-821:

1. Banda Aceh Experience
Dikelola oleh Bagian Umum Setdako Banda Aceh, paket ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp 1.500.000.000 (Rp 1,5 miliar). Metode pengadaan menggunakan E-Purchasing dengan sumber dana APBDP, Kode RUP 66861790, dijadwalkan April 2026.

2. Welcome Dinner Raker Komwil I APEKSI
Dikelola Bagian Umum, paket makan malam sambutan untuk tamu Rapat Kerja Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini bernilai Rp 550.000.000 (Rp 550 juta), menggunakan metode E-Purchasing.

3. Raker Komwil I APEKSI
Masih dari Bagian Umum, paket inti kegiatan Rapat Kerja APEKSI ini dianggarkan sebesar Rp 600.000.000 (Rp 600 juta) dengan metode E-Purchasing.

4. Penanaman Pohon Raker Komwil I APEKSI
Kegiatan seremonial penanaman pohon dalam rangkaian Raker APEKSI dianggarkan Rp 150.000.000 (Rp 150 juta) oleh Bagian Umum, dengan metode Pengadaan Langsung.

5. Konferensi Pers Raker Komwil I APEKSI
Kegiatan konferensi pers yang juga dikelola Bagian Umum ini dianggarkan Rp 60.000.000 (Rp 60 juta) melalui E-Purchasing.

6. Malam Puncak HUT Kota Banda Aceh ke-821
Puncak perayaan ini dikelola Bagian Umum dengan pagu Rp 728.800.000 (Rp 728,8 juta), metode E-Purchasing, sumber dana APBDP, Kode RUP 66861798, April 2026.

7. Publikasi Media Cetak dan Online Kegiatan HUT Kota Banda Aceh
Dikelola Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik, anggaran publikasi ditetapkan sebesar Rp 200.000.000 (Rp 200 juta), E-Purchasing, sumber APBD, Kode RUP 66953459, April 2026.

8. Publikasi Media Cetak dan Online Kegiatan APEKSI
Juga dari Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik, paket serupa khusus untuk publikasi APEKSI senilai Rp 200.000.000 (Rp 200 juta), metode E-Purchasing.

Banda Aceh Academy Talks Belum Terkonfirmasi di SiRUP LKPP

Yang menarik perhatian, kegiatan Banda Aceh Academy Talks — yang disebut-sebut masuk dalam susunan resmi rangkaian acara HUT ke-821 — tidak ditemukan datanya dalam SIRUP LKPP hingga berita ini diturunkan.

Dugaan redaksi, Banda Aceh Academy Talks diduga diinput dengan judul Seminar Nasional pada SiRUP LKPP 2026. Jika benar Banda Aceh Academy Talks yang dimaksud diinput dengan judul Seminar Nasional di SiRUP LKPP 2026, maka pagu anggaran kegiatan tersebut sebesar Rp300.000.000 (300 Juta).

Maka total keseluruhan belanja perayaan HUT dipastikan melampaui angka Rp 4 miliar atau diduga sebesar Rp4,18 Miliar.

Redaksi telah berupaya menelusuri kegiatan tersebut namun tidak menemukan kode RUP yang relevan dalam basis data SIRUP LKPP 2026, yang paling mungkin kegiatan tersebut diinput dengan judul Seminar Nasional.

Mayoritas Kegiatan Berada di Bagian Umum

Dari delapan paket yang teridentifikasi, enam di antaranya dikelola oleh Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Banda Aceh, menjadikan unit kerja tersebut sebagai pengelola anggaran terbesar dalam rangkaian acara ini dengan total mendekati Rp 3,6 miliar dari total yang terkonfirmasi.

Pemborosan di tengah Kondisi Fiskal dan Sosial Banda Aceh?

Besaran anggaran perayaan ini menjadi sorotan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Kota Banda Aceh. Merujuk pada berbagai laporan pembangunan daerah, Banda Aceh masih menghadapi sejumlah persoalan infrastruktur dan layanan dasar yang membutuhkan perhatian anggaran.

Pertanyaan publik yang wajar pun muncul, apakah belanja sebesar ini proporsional dan menjadi prioritas yang tepat?

Pakar tata kelola keuangan daerah umumnya menekankan bahwa belanja seremonial dan pesta rakyat memang diperbolehkan dalam regulasi keuangan daerah, namun harus dapat dipertanggungjawabkan dari sisi efisiensi, akuntabilitas, dan relevansinya terhadap kebutuhan masyarakat.

Transparansi Publik

Data yang dihimpun redaksi bersumber dari SIRUP LKPP, sebuah sistem yang memang dibuka untuk publik sebagai wujud transparansi pengadaan pemerintah. Keberadaan data ini justru memberi kesempatan kepada masyarakat, akademisi, dan media untuk ikut mengawasi penggunaan uang negara.

Transparansi adalah hak rakyat. Data SIRUP LKPP terbuka untuk siapapun, dan angka-angka di atas adalah angka resmi yang dicatatkan sendiri oleh pemerintah kota. Publik Banda Aceh berhak mendapat jawaban, apa output konkret dari hampir Rp4 miliar uang daerah yang dibelanjakan dalam empat hari perayaan ini, dan bagaimana pertanggungjawabannya kelak? Walikota Banda Aceh Illiza harus dapat menjelaskan hal ini secara konkret kepada masyarakat.

*Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi Pemerintah Kota Banda Aceh untuk memberikan hak jawab dan klarifikasi atas pemberitaan ini.

Tags: Banda AcehIlliza Sa'aduddin DjamalPemko Banda Aceh
ShareTweetSendShare

Related Posts

Dana Seret, Sejumlah Dapur MBG di Aceh Hentikan Operasional Sementara
Daerah

Dana Seret, Sejumlah Dapur MBG di Aceh Hentikan Operasional Sementara

June 10, 2026
Mukarramah Fadhlullah Terpilih Aklamasi Pimpin PERWOSI Aceh Periode 2026–2030
Daerah

Mukarramah Fadhlullah Terpilih Aklamasi Pimpin PERWOSI Aceh Periode 2026–2030

June 10, 2026
Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur
Daerah

Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur

June 10, 2026
Wabup Aceh Besar Ajak Nazhir Wakaf Tingkatkan Profesionalisme dan Transparansi
Daerah

Wabup Aceh Besar Ajak Nazhir Wakaf Tingkatkan Profesionalisme dan Transparansi

June 10, 2026
Syech Muharram: Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Penting Percepat Pemulihan Pascabencana
Daerah

Syech Muharram: Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Penting Percepat Pemulihan Pascabencana

June 10, 2026
Peneliti Ungkap Temuan “Kuburan Massal” Belanda di Indrapuri
Daerah

Peneliti Ungkap Temuan “Kuburan Massal” Belanda di Indrapuri

June 7, 2026
Next Post
Bupati Aceh Barat Luncurkan AMP Mini untuk Atasi Jalan Berlubang

Bupati Aceh Barat Luncurkan AMP Mini untuk Atasi Jalan Berlubang

Wali Nanggroe Minta Rakyat Aceh Jaga Stabilitas Sosial dan Energi di Tengah Dinamika Global

Wali Nanggroe Minta Rakyat Aceh Jaga Stabilitas Sosial dan Energi di Tengah Dinamika Global

Discussion about this post

Recommended Stories

Sejumlah Keuchik di Aceh Selatan Menolak Perusahaan Tambang, Dukung Tambang Rakyat

Sejumlah Keuchik di Aceh Selatan Menolak Perusahaan Tambang, Dukung Tambang Rakyat

October 22, 2025
Alijullah Hasan Yusuf Hadiri Syarah Budaya di Sigli, Bagikan Kisah Perjalanan Hidup ke Eropa Sigli, 23 Juli 2025 – Komunitas Beulangong Tanoh menggelar kegiatan Syarah Budaya bersama tokoh Aceh, Alijullah Hasan Yusuf, pada Rabu (23/7) sore di balai kayu Pekarangan Warong Kupi Kulam, Sigli. Acara dimulai pukul 16.30 hingga 18.00 WIB dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan serta komunitas, termasuk FAMe Pidie dan sejumlah komunitas literasi dan budaya lainnya. Alijullah Hasan Yusuf, atau akrab disapa Pak Ali, merupakan tokoh asal Blang Paseh yang dikenal luas sejak tahun 1970-an melalui kisahnya sebagai “penumpang gelap” menuju Eropa. Kisah tersebut kemudian dibukukan dengan judul Penumpang Gelap dan menjadi titik awal ketenarannya. Dalam kegiatan tersebut, Pak Ali membagikan pengalamannya merantau dari Aceh hingga ke Eropa. Ia bercerita tentang masa kecilnya yang dipenuhi oleh pembacaan Hikayat Aceh di kampung halaman, ketertarikannya terhadap pesawat, hingga akhirnya memberanikan diri naik pesawat sebagai penumpang gelap setelah meneliti kebiasaan orang-orang di bandara saat bekerja di Jakarta. “Waktu kecil saya hanya dengar bunyi pesawat dari kejauhan. Saat melihat langsung pesawat di Kuta Cane, saya cuma bisa berbisik dalam hati: suatu hari saya akan naik pesawat itu, apa pun caranya,” ujar Pak Ali disambut tawa oleh segenap peserta yang hadir. Selain berbagi kisah pribadinya, Pak Ali juga menceritakan pertemuannya dengan sejumlah tokoh nasional, seperti Bung Hatta, Soemitro Djojohadikoesoemo, Daud Beureueh, Hasan Tiro, dan B.J. Habibie. Ia mengungkapkan bahwa Bung Hatta adalah sosok yang menyemangatinya untuk menuliskan kisah hidupnya. “Pak Hatta bilang langsung ke saya, ‘Ali, kamu harus menulis kisah hidupmu. Ini penting untuk generasi muda.’ Itu yang membuat saya mulai serius menulis,” jelas Pak Ali. Dorongan itu melahirkan buku otobiografi Penumpang Gelap yang kemudian banyak dibaca dan dikagumi, termasuk oleh calon istrinya sendiri, yang kelak ia temui dan nikahi di Indonesia. Sementara itu, pertemuannya dengan B.J. Habibie terjadi di sebuah bukit di Paris, di mana Pak Ali dan Mantan Presiden Indonesia ke-3 itu berdiskusi panjang mengenai pembangunan Aceh, termasuk rencana menghidupkan kembali jalur kereta api Aceh yang belum sempat terwujud. “Pak Habibie bilang ke saya, dia ingin membangun Aceh dengan menghidupkan kembali jalur kereta api. Tapi takdir berkata lain, beliau keburu dilengserkan,” ujar Pak Ali dengan nada haru. Pak Ali hadir di lokasi acara dengan pakaian santai, kaos berkerah putih, celana jeans biru, sepatu putih, lengkap dengan topi dan kacamata. Ia didampingi oleh istrinya, Suryati, serta anak perempuan mereka. Acara yang dipandu langsung oleh Yulia Erni, berlangsung dalam suasana akrab dan penuh antusiasme. Pesertapun terlihat aktif menyimak dan berebutan untuk melayangkan pertanyaan yang bermuara dialog panjang. Di penghujung ceritanya tadi, Pak Ali menyampaikan pesan yang menjadi inti dari perjalanan hidupnya sekaligus warisan pemikiran yang ingin ia tularkan kepada generasi muda, “Kita harus berani merantau, menulis, dan membaca,” Menurutnya, tiga hal sederhana ini merantau, menulis, dan membaca adalah kunci yang telah membuka banyak pintu dalam hidupnya. Merantau mengajarkannya tentang dunia dan keberanian, menulis membuatnya diingat dan dikenang, sementara membaca membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan. “Merantau membuat saya berani keluar dari kampung, dari zona nyaman. Menulis membuat saya bisa merekam hidup saya, dan membaca membuat saya mengerti hidup orang lain,” jelasnya. Pak Ali berharap agar generasi muda Aceh, khususnya peserta yang hadir hari itu, tidak ragu untuk bermimpi besar, dan menjelajah dunia.

Alijullah Hasan Yusuf Hadiri Syarah Budaya di Sigli, Bagikan Kisah Perjalanan Hidup ke Eropa

July 23, 2025
Agar Anak Bisa Kembali Belajar, Orang Tua dan Relawan Gotong Royong Bersihkan SLBN Aceh Tamiang

Agar Anak Bisa Kembali Belajar, Orang Tua dan Relawan Gotong Royong Bersihkan SLBN Aceh Tamiang

January 12, 2026

Popular Stories

  • Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!