Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Daerah

Langsa Terisolir Akibat Banjir, Warga Tumpahkan Kekesalan kepada Walikota yang ‘Hilang’ Saat Krisis

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
November 30, 2025
Reading Time: 3 mins read
0
Langsa Terisolir Akibat Banjir, Warga Tumpahkan Kekesalan kepada Walikota yang ‘Hilang’ Saat Krisis

Kondisi banjir Kota Langsa, 26 November 2025. Sumber: Akun Facebook Sekitar Labura.

Dalam bencana banjir yang menghadang Aceh, Kota Langsa termasuk daerah yang berdampak berat hingga akses kota terisolir. Di saat krisis, Walikota Langsa Jeffry Sentana justru berada di luar daerah. Menurut warga, ia terkesan lamban menangani bencana.

Banda Aceh — Bencana banjir bandang hidrometeorologi terparah melanda Aceh sejak Selasa, 25 November 2025. Hujan deras tanpa henti selama berhari-hari telah memicu luapan air bah yang tidak hanya merenggut nyawa tetapi juga memutus infrastruktur vital, melumpuhkan jalur transportasi, dan menyebabkan sejumlah kabupaten/kota terisolasi total.

Kondisi kelumpuhan diperburuk oleh pemadaman listrik total dan terputusnya jaringan telekomunikasi selama lima hari berturut-turut, membuat upaya penyelamatan dan penyaluran bantuan terhambat, serta memicu krisis kemanusiaan di beberapa wilayah, terutama Kota Langsa.

Kelumpuhan infrastruktur ini telah mengisolasi kabupaten-kabupaten dataran tinggi. Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues praktis terkurung, dengan pasokan logistik menipis. Krisis ini memicu lonjakan harga kebutuhan pokok, sementara warga harus bertahan dalam kegelapan dan tanpa akses komunikasi.

Kegagalan Penanganan Bencana di Kota Langsa

Kota Langsa muncul sebagai potret paling “tragis” dari dampak bencana ini. Terisolasi sejak hari pertama, kabar mengenai Langsa baru terkuak empat hari kemudian, pada 29 November, melalui unggahan media sosial.

Akun Instagram @ndrfrhh menyampaikan kesaksian yang menggugah: 80 persen wilayah kota terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 150 cm pada hari pertama.

Dalam video yang telah ditonton 319 ribu kali, @ndrfrhh menjelaskan, “Untuk sekarang dikota Langsa masi mati lampu, belum ada sinyal juga dan hampir 80 persen keadaan dikota Langsa itu hancur… Langsa butuh bantuan ya guys ya, butuh batuan sembako, butuh bantuan makan, butuh bantuan tempat tidur.”

Akun Instagram @ndrfrhh menyampaikan kesaksian tentang parahnya kondisi banjir di Kota Langsa. Sumber:Akun Instagram @ndrfrhh.

Kesaksian tersebut menggarisbawahi kegagalan koordinasi darurat:

  •   Warga mengungsi di pinggiran toko atau numpang di rumah tetangga karena rumah berlumpur.
  • Logistik habis; laporan menyebutkan adanya penjarahan di gerai Alfamart sebagai upaya warga mempertahankan hidup setelah lima hari hanya mengandalkan mie instan.
  • Laporan awal juga menyebutkan adanya korban jiwa di beberapa lokasi, namun data resmi hingga kini belum tersedia.
  • Paling mengejutkan, @ndrfrhh menyatakan: “Karena dari pemerintah kami belum terima apapun, bahkan posko pun masi belum ada.”

Walikota Langsa ‘Hilang’ Saat Warga Menderita

Di tengah situasi darurat yang mencekik ini, sorotan tajam dan gelombang kemarahan publik tertuju pada Walikota Langsa, Jeffry Sentana. Walikota tidak berada di tempat bersama, ia sedang berada di medan menurut masyarakat langsa perantaun yang mencoba melacak keberadaannya, gagal memimpin respons darurat.

Sejumlah akun media sosial warga Langsa di perantauan meluapkan kekecewaan:

Akun @bgjaps secara terbuka mengkritik: “Disaat semuanya kesusahan, kami butuh sosok pemimpin hadir untuk menenangkan situasi, tapi mereka malah pergi berhari hari… pemimpin (Walikota Langsa) hilang ketika bencana banjir bandang kemarin. tidak ada rasa empati sama sekali terhadap masyarakatnya.”

Dugaan kuat dari warga menyebutkan Walikota berada di Medan selama empat hari sejak banjir datang, meninggalkan kota yang lumpuh.

Walikota Jeffry Sentana sempat merespons pesan langsung (DM) dari warga di perantauan dengan mengklaim ada 17 dapur umum yang didirikan. Namun, ia tidak memberikan balasan lebih lanjut ketika ditanya lokasi dapur umum tersebut, menimbulkan keraguan besar di masyarakat.

Tindakan kontroversial Walikota terjadi ketika akun Instagram warga lainnya, @defiaprll, yang aktif mempertanyakan kondisi kota dan sikap Walikota, malah melaporkan akunnya diblokir oleh Walikota Jeffry Sentana.

“Ini menjadi kekesalan dan kemarahan masyarakat Langsa,” ujar seorang warga, menyoroti bahwa hingga berita ini ditulis, pasokan logistik resmi dari pemerintah Langsa masih nihil di lapangan, meskipun air telah surut.

Solidaritas Warga Menjadi Harapan

Di tengah ketiadaan bantuan pemerintah, warga secara mandiri menunjukkan solidaritas yang luar biasa. Akun @kahfi.ashhabul melaporkan bahwa warga saling bergotong royong, berbagi makanan, dan membantu penanganan darurat dengan kemampuan seadanya.

Banjir ini telah membawa Aceh, dan khususnya Kota Langsa, pada titik kritis kemanusiaan. Hingga saat ini, data pasti mengenai jumlah korban jiwa dan orang hilang masih belum terkonfirmasi, memperpanjang ketidakpastian dan duka.

Pemulihan komunikasi dan listrik menjadi prioritas utama untuk membuka akses darurat dan memastikan bantuan segera menjangkau warga yang terisolasi.[]

Tags: banjir AcehJeffry SentanaKota LangsaWalikota Langsa

Related Posts

Jamaluddin Idham Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Prajurit Kodam IM di Lebanon
Nasional

Jamaluddin Idham Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Prajurit Kodam IM di Lebanon

March 30, 2026
Tindaklanjuti Hasil Monev TKD, Sekda Aceh Dorong Program Prioritas Pemulihan Bencana
Daerah

Tindaklanjuti Hasil Monev TKD, Sekda Aceh Dorong Program Prioritas Pemulihan Bencana

March 30, 2026
Anggota TNI Gugur Kena Serangan Israel di Lebanon, Indonesia Kecam Serangan
Dunia

Anggota TNI Gugur Kena Serangan Israel di Lebanon, Indonesia Kecam Serangan

March 30, 2026
Tahap Pertama, Sekda Aceh Lepas 3.000 ASN ke Lima Kabupaten Terdampak Bencana
Daerah

Sekda Aceh: Pelaksanaan Penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) Sesuai Ketentuan yang Berlaku

March 30, 2026
Jubir Pemkab Bireuen Jelaskan Ihwal Ketiadaan Huntara, Sebut Penanganan Bencana Sudah Sesuai Tahapan
Daerah

Jubir Pemkab Bireuen Jelaskan Ihwal Ketiadaan Huntara, Sebut Penanganan Bencana Sudah Sesuai Tahapan

March 28, 2026
Seribu Anggota KPA Doa Bersama di Makam Almarhum Hasan Tiro, Mengapa Abang Samalanga Tak Hadir?
News

Seribu Anggota KPA Doa Bersama di Makam Almarhum Hasan Tiro, Mengapa Abang Samalanga Tak Hadir?

March 28, 2026
Next Post
Jalani Medan yang Sulit, Bantuan Tiba di Kawasan Terisolir di Gayo Lues

Jalani Medan yang Sulit, Bantuan Tiba di Kawasan Terisolir di Gayo Lues

Ini Sejumlah Posko Pengungsian Korban Bencana Banjir di Aceh Utara

Ini Sejumlah Posko Pengungsian Korban Bencana Banjir di Aceh Utara

Discussion about this post

Recommended Stories

104 Sekolah Rakyat Asrama Gratis Dibangun Lagi, Pemerintah Percepat Akses Pendidikan Anak Miskin Ekstrem

104 Sekolah Rakyat Asrama Gratis Dibangun Lagi, Pemerintah Percepat Akses Pendidikan Anak Miskin Ekstrem

March 23, 2026
PB RTA Gelar Kajian Ilmiah, Bahas Kitab Bertema Politik dan Pemerintahan

PB RTA Gelar Kajian Ilmiah, Bahas Kitab Bertema Politik dan Pemerintahan

September 16, 2025
Belajar dari Raditya Dika: Kiat Sukses Jadi Influencer, dari Blogger ke Ikon Digital

Belajar dari Raditya Dika: Kiat Sukses Jadi Influencer, dari Blogger ke Ikon Digital

September 6, 2025

Popular Stories

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • Contact Us

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!