Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Kendaraan Operasional BSI di Aceh Gunakan Plat BK, Berlawanan dengan Instruksi Pemerintah Aceh

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
September 30, 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Kendaraan Operasional BSI di Aceh Gunakan Plat BK, Berlawanan dengan Instruksi Pemerintah Aceh

Foto: ANTARA/ HO-BSI.

Hampir 500 unit mobil operasional BSI wilayah Aceh menggunakan plat kendaraan BK asal Sumatera Utara, bukan plat BL milik Aceh.

Banda Aceh – Bank Syariah Indonesia (BSI) wilayah Aceh kembali menuai sorotan. Pasalnya, hampir 500 unit mobil operasional jenis Mitsubishi Xpander dan Toyota Avanza yang dipakai untuk menunjang kegiatan BSI di Aceh ternyata menggunakan plat kendaraan BK asal Sumatera Utara, bukan plat BL milik Aceh.

Kondisi ini jelas merugikan Aceh. Sebab, pajak kendaraan bermotor (PKB) dan biaya balik nama kendaraan (BBNKB) yang seharusnya masuk ke kas daerah Aceh justru mengalir ke Sumatera Utara. Sementara, Aceh hanya menanggung beban berupa kerusakan jalan akibat aktivitas kendaraan tersebut tanpa mendapatkan tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut sumber internal, kendaraan berplat BK itu dipakai tidak hanya di tingkat Regional BSI Aceh, tetapi juga menyebar hingga ke level Area dan Cabang BSI di seluruh Aceh. Artinya, potensi kebocoran PAD bisa mencapai miliaran rupiah setiap tahun.

Penggunaan plat BK juga mengindikasikan bahwa penyedia rental atau perusahaan penyedia kendaraan beralamat di Sumut. Praktik ini menimbulkan pertanyaan serius, mengapa perusahaan sebesar BSI yang menggantungkan bisnisnya dari masyarakat Aceh justru enggan melibatkan perusahaan lokal dan mengalirkan pajaknya keluar daerah ?

Pemerintah Aceh melalui Gubernur Muzakir Manaf diminta untuk bersikap tegas dan menegur Pimpinan BSI Aceh. Bukan hanya demi menjaga kepentingan fiskal Aceh, tetapi juga untuk memastikan korporasi nasional yang beroperasi di Aceh tunduk pada aturan dan etika bisnis yang berpihak kepada daerah.

Sementara itu, Regional CEO BSI Aceh juga didesak agar lebih peka terhadap hal-hal strategis yang berhubungan dengan PAD. Jangan sampai BSI dituding hanya mengeruk keuntungan dari masyarakat Aceh, namun kontribusi nyatanya justru mengalir ke provinsi tetangga.

Sementara itu, Pemerintah Aceh mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakatnya yang masih menggunakan pelat nopol luar untuk kendaraan pribadi agar segera melakukan mutasi pelatnya menjadi pelat Aceh atau BL. Hal tersebut penting agar pajak kendaraan bermotor (PKB) tidak mengalir ke daerah lain.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh atau BPKA Reza Saputra.

Kebijakan BSI menggunakan mobil dengan nopol BK menjadi pertanyaan, apakah BSI benar-benar berkomitmen membangun Aceh, atau sekadar menjalankan bisnis dengan meninggalkan beban infrastruktur bagi daerah.(***)

Tags: BSIpelat kendaraanPemerintah Aceh
ShareTweetSendShare

Related Posts

Barack Obama Luncurkan Podcast tentang Buku yang Membentuk Cara Pandangnya
Dunia

Barack Obama Luncurkan Podcast tentang Buku yang Membentuk Cara Pandangnya

August 11, 2026
Menteri Agama Silaturahmi ke Abu Mudi, Mohon Doa dan Sampaikan Dukungan untuk Wisuda UNISAI ke-13
Daerah

Menteri Agama Silaturahmi ke Abu Mudi, Mohon Doa dan Sampaikan Dukungan untuk Wisuda UNISAI ke-13

August 11, 2026
Masuk Grand Final LCC Empat Pilar MPR-RI, Sekda Nasir: Siswa SMA 2 Banda Aceh Wajib Masuk Karantina
Daerah

Masuk Grand Final LCC Empat Pilar MPR-RI, Sekda Nasir: Siswa SMA 2 Banda Aceh Wajib Masuk Karantina

August 11, 2026
Oknum Keuchik dan Anggota Polri Jadi Tersangka Kasus Peredaran Etomidate di Aceh, Kapolda Sebut Jaringan Aceh-Malaysia
Daerah

Oknum Keuchik dan Anggota Polri Jadi Tersangka Kasus Peredaran Etomidate di Aceh, Kapolda Sebut Jaringan Aceh-Malaysia

August 11, 2026
Teuku Rahmatsyah Resmi Jabat Kajati Aceh, Bawa Semangat Baru Penegakan Hukum
Daerah

Teuku Rahmatsyah Resmi Jabat Kajati Aceh, Bawa Semangat Baru Penegakan Hukum

August 11, 2026
Soroti Kejanggalan Bantuan Rp 2,5 Triliun, Abu Salam Desak Mentan Amran Sulaiman Minta Maaf Kepada Rakyat Aceh
Daerah

Soroti Kejanggalan Bantuan Rp 2,5 Triliun, Abu Salam Desak Mentan Amran Sulaiman Minta Maaf Kepada Rakyat Aceh

August 11, 2026
Next Post
Tgk. Irfan Siddiq Apresiasi Program Beut Kitab Bak Sikula

Tgk. Irfan Siddiq Apresiasi Program Beut Kitab Bak Sikula

PLN Berhasil Pulihkan Seluruh Sistem Kelistrikan Pascagangguan di Aceh

PLN Berhasil Pulihkan Seluruh Sistem Kelistrikan Pascagangguan di Aceh

Discussion about this post

Recommended Stories

Menyikapi Kelangkaan Semen: Apakah Wacana Semen Laweung Perlu Ditinjau Ulang? 

MFF Syndicate Usul Pemerintah Beri Pengecualian Moratorium Pabrik Semen untuk Aceh

August 7, 2026
Peneliti: Ketua DPRA Bertanggung Jawab atas Pemotongan TPP

Peneliti: Ketua DPRA Bertanggung Jawab atas Pemotongan TPP

March 5, 2026

Kim Jong Un minta Korut buat rudal arsenal nuklir lebih besar

January 1, 2023
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!