Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Kolom Opini

Nezar Patria dan Harapan Anak Muda Aceh

TINJAUAN AH by TINJAUAN AH
October 28, 2023
Reading Time: 3 mins read
0

Oleh: Jabal Ali Husin Sab*

Fauzan Febriansyah mengabari saya bahwa akan diadakan diskusi mengenai literasi digital. Pembicaranya adalah Nezar Patria , putra Aceh yang hari ini menjabat Wakil Menteri Kominfo. Meski belum pernah bertemu, nama Nezar tak asing bagi saya, setidaknya bagi generasi sepantaran saya, khususnya bagi mereka yang terlibat dalam dunia aktivisme di kampus.

Dia adalah sosok aktivis ’98 yang cukup terkenal. Kemudian ia mendedikasikan dirinya di dunia jurnalistik sebagai wartawan Tempo.
Karir profesionalnya di media cukup meyakinkan. Ia pun pernah menjadi Editor in Chief di surat kabar berbahasa Inggris ternama Indonesia, The Jakarta Post. Nezar juga pernah menjadi anggota Dewan Pers. Suatu pencapaian tinggi bagi mereka yang berprofesi sebagai jurnalis.

Saya juga sempat membaca buku karya Nezar yang membedah pemikiran tokoh Marxis asal Italia Antonio Gramsci berjudul Negara dan Hegemoni. Buku itu milik Shaivannur, seorang teman yang juga junior saya di kampus Fisip USK.

Dari bacaan buku ini yang hanya sempat saya baca beberapa halaman, karena saya belum memilikinya, rasa kagum saya terhadap Nezar bertambah. Ia bukan hanya seorang aktivis dan jurnalis. Nezar juga adalah seorang intelektual. Narasinya dalam buku itu rapi, bahasanya apik, renyah dibaca meski buku tersebut merupakan buku teoritis.

Ia fasih sekali membedah pemikiran Marxis di Italia dan menjelaskan corak pemikiran Gramsci yang membedakannya dengan tokoh Marxis lain. Sesuatu yang kala itu masih asing bagi saya.

Hubungan antara negara dan hegemoni bukan hanya ia kuasai secara teoritis dari pemikiran Gramsci, tapi pernah ia rasakan sendiri di bawah jerat besi rezim Orde Baru yang ia lawan dan tumbangkan. Nezar sendiri adalah tokoh yang terlibat dalam rekayasa sosial untuk menciptakan sebuah counter hegemony melawan Orde Baru yang akhirnya tumbang.

***

Setelah beberapa waktu kami duduk dan berbincang di pelataran museum tsunami bersama Mirza Ardi dan Teuku Raja Muda D-Bentara, tak lama akhirnya Nezar datang. Ia tampak dengan perawakan yang sederhana. Tidak terlihat pengawalan ketat ala pejabat negara. Ia mengenakan kemeja lengan pendek, terlihat lumayan santai. Turun dari mobil, Nezar langsung menyalami kami para hadirin dengan ramah. Ia tersenyum kepada setiap orang yang disalami.

Ketika memasuki materi pembahasan diskusi, saya tidak merasa mendengar dari pemaparan seorang pejabat negara. Lebih terkesan seperti mendengar kuliah akademis bagi saya. Nezar dengan fasih menjelaskan perubahan dunia selama 100′ an tahun terakhir khususnya di abad ke-20. Ia tidak hanya menjelaskan tentang perubahan politik dimana muncul ideologi-ideologi baru. Ia menjelaskan tentang perkembangan ilmu pengetahuan, lahirnya teori-teori baru dalam sains yang mengubah total kehidupan kita hari ini.

Ketika membahas tentang artificial intelligence (AI), Nezar memaparkan tentang tantangan kecerdasan buatan ini dan pendapat para ahli yang terbagi dalam beberapa pendapat megenai apa yang harus kita lakukan menghadapi tantangan AI yang telah menciptakan disrupsi luar biasa.

Nezar menyebut satu judul buku berjudul Atlas of AI yang ditulis oleh Kate Crawford. Buku ini dipilih oleh Financial Times sebagai buku terbaik mengenai teknologi tahun 2021. Yang bisa saya tangkap, Nezar ketika menerima jabatan Wamen Kominfo, ia telah lebih dulu mempelajari apa yang nantinya akan ia hadapi ketika mengisi posisi ini.

Dari pemaparannya, saya bisa merasakan bahwa Nezar telah dengan baik menguasai bahasan-bahasan terkait teknologi informasi, AI dan digitalisasi. Tentu keberadaan Nezar di Kominfo dengan kecakapan dan pengetahuannya, sangat membantu kerja-kerja kementerian di bawah pimpinan Budi Arie Setiadi ini.

***

Momen Nezar pulang kampung kali ini, ia meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak-anak muda dan mengunjungi tiga kampus terbesar di kota Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry dan Universitas Muhammadiyah.

Kunjungan ke kampus-kampus oleh seorang putra Aceh yang telah sukses berkarir di Jakarta, bagi saya begitu penting. Anak-anak muda Aceh memang sedang butuh sosok yang bisa mereka jadikan inspirasi, contoh dan success story nya bisa memberikan motivasi.

Di tengah keadaan ekonomi Aceh yang belum begitu baik, sempitnya peluang mendapatkan pekerjaan, serta kendala-kendala yang dihadapi anak muda yang ingin berwirausaha, kehadiran Nezar menjadi berarti. Ia bisa menjadi pemantik semangat anak muda Aceh untuk berjuang dan meraih kesuksesan. Dengan posisinya di Kominfo, Nezar membawa tema digitalisasi sebagai ladang baru bagi anak muda Aceh.

Tentu saya berharap anak-anak muda kita bisa memperoleh kesempatan untuk terjun ke ranah ekonomi digital, memanfaatkan digitalisasi sebagai instrumen yang dapat mendorong kemajuan di segala sektor. Mulai dari kewirausahaan, hingga lahirnya inovasi dalam ilmu pengetahuan.

Kehadiran Nezar di Aceh membawa harapan dan semangat baru, khususnya bagi generasi muda.

Penghujung Oktober 2023.

*Redaktur tinjauan.id

Tags: Acehanak mudaDigitalisasiNezar patriaWamenkominfo
ShareTweetSendShare

Related Posts

Refleksi 515 Tahun Pidie: Antara Kejayaan Sejarah dan Realitas Ketimpangan Sosial-Ekonomi
Opini

Refleksi 515 Tahun Pidie: Antara Kejayaan Sejarah dan Realitas Ketimpangan Sosial-Ekonomi

September 20, 2026
Gay, Waria, dan Ruang Publik di Aceh
Opini

Gay, Waria, dan Ruang Publik di Aceh

September 2, 2026
Perihal Kepemimpinan: Kita Tidak kekurangan Tokoh Teladan
Oase

Perihal Kepemimpinan: Kita Tidak kekurangan Tokoh Teladan

August 31, 2026
Dari NU untuk Indonesia: Membangun Demokrasi Berbasis Meritokrasi
Opini

Dari NU untuk Indonesia: Membangun Demokrasi Berbasis Meritokrasi

August 31, 2026
Setelah 68 Detik Lagu Prang Sabi Menggema di Masjid Raya Baiturrahman
Opini

Setelah 68 Detik Lagu Prang Sabi Menggema di Masjid Raya Baiturrahman

August 18, 2026
Kericuhan di Hari Damai Aceh, Riak-Riak Ruang Digital yang Semula Terabaikan
Editorial

Kericuhan di Hari Damai Aceh, Riak-Riak Ruang Digital yang Semula Terabaikan

August 17, 2026
Next Post

Ketua DPD Demokrat Aceh Target Peroleh 13 Kursi DPRA dan 78 Kursi DPRK 

Tu Sop Jeunieb Terpilih Kembali sebagai Ketua Umum PB HUDA Periode 2023-2028

Recommended Stories

Gubernur Aceh Canangkan Tes Baca Al-Qur’an untuk Syarat Tes Masuk Sekolah di Aceh, Pergunu Pidie Sambut Positif

Gubernur Aceh Canangkan Tes Baca Al-Qur’an untuk Syarat Tes Masuk Sekolah di Aceh, Pergunu Pidie Sambut Positif

November 2, 2025
Kontrak PPPK Banda Aceh Hanya Berlaku Satu Tahun: Alasannya agar Mudah Dievaluasi

Kontrak PPPK Banda Aceh Hanya Berlaku Satu Tahun: Alasannya agar Mudah Dievaluasi

September 6, 2025
Riset: Hindari Penggunaan Ponsel Pada Anak Sebelum Usia 13 Tahun dan Media Sosial Sebelum Usia 16 Tahun

Riset: Hindari Penggunaan Ponsel Pintar pada Anak Sebelum Usia 13 Tahun dan Media Sosial Sebelum Usia 16 Tahun

July 25, 2025
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!