Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

12 Seniman Aceh Ikuti Lokakarya Penciptaan Seni Tulak Angen, Menghidupkan Kembali Seni Timur pada Rumah Warga

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
May 20, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
12 Seniman Aceh Ikuti Lokakarya Penciptaan Seni Tulak Angen, Menghidupkan Kembali Seni Timur pada Rumah Warga

BANDA ACEH— Sebanyak 12 seniman Aceh dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh mengikuti lokakarya penciptaan seni Tulak Angen yang diselenggarakan oleh Labs Aceh Rakitan di Banda Aceh, Minggu, 17 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan program Hibah Dana Indonesiana 2025 kategori Penciptaan Karya Kreatif Inovatif.

Lokakarya tersebut menjadi tahap awal dalam rangkaian program “Menghidupkan Kembali Seni Timur di Aceh: Penciptaan & Penerapan Seni Tulak Angen pada Rumah Warga.” Dalam program ini, para seniman tidak hanya mendapatkan pembekalan mengenai sejarah, konsep, nilai budaya, dan karakter visual Tulak Angen, tetapi juga diarahkan untuk merancang karya yang nantinya dapat diterapkan pada ruang kehidupan masyarakat.

Sebanyak 12 seniman peserta akan mengembangkan rancang visual seni Tulak Angen berdasarkan hasil pembekalan dan eksplorasi kreatif selama lokakarya. Karya-karya tersebut selanjutnya akan ditempatkan atau diadopsi pada rumah-rumah warga yang berada di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh.

Dengan demikian, program ini tidak berhenti pada penciptaan karya sebagai objek seni, tetapi berupaya membawa kembali seni tradisi ke dalam lingkungan kehidupan masyarakat. Tulak Angen ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman visual dan budaya rumah, sekaligus sebagai medium untuk mempertemukan tradisi, kreativitas seniman, dan kebutuhan masyarakat kontemporer.

Lokakarya menghadirkan sejumlah narasumber dari latar belakang keilmuan yang berbeda. Dr. Dedy Afriadi, S.Sn., M.Sn., peneliti arsitektur dan seni ornamen Aceh, memberikan materi mengenai arsitektur, ornamen, serta konteks visual tradisi Aceh.

Sejarawan dan pakar epigrafi artefak Islam Asia Tenggara Tgk. Taqiyuddin Muhammad, Lc., memberikan perspektif mengenai sejarah dan jejak visual Islam yang menjadi bagian penting dalam perkembangan seni dan budaya Aceh.

Perspektif seni sastra dan kuratorial disampaikan oleh Muhyi Atsarissalaf, M.A., peneliti seni sastra sekaligus kurator seni rupa Aceh. Adapun aspek seni rupa dan pengembangan praktik penciptaan karya diperkuat melalui materi dari Indra Setiawan, S.Sn., M.Sn., akademisi seni rupa dari ISBI Aceh.

Sementara Yulfa Haris Saputra, Spd, M.Sn., dan Dr. Iskandar, S.Sn., M.Sn., memaparkar materi pengaplikasian dan praktik seni Tulak Angen dari produksi awal hingga finishing.

Keberagaman latar belakang narasumber tersebut menjadi bagian penting dari lokakarya. Seni Tulak Angen tidak hanya dipahami sebagai persoalan bentuk dan ornamen, tetapi juga dibaca melalui hubungan antara sejarah, arsitektur, sastra, seni rupa, nilai Islam, dan praktiknya dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Koordinator pelaksana kegiatan, Iskandar Tungang, mengatakan bahwa lokakarya ini merupakan bentuk penguatan kapasitas seniman, terutama dalam memahami hubungan antara konsep penciptaan dan kemampuan teknis.

“Lokakarya ini merupakan bentuk penguatan seniman, baik dari segi materi konsep maupun teknis. Kami ingin seniman tidak hanya mampu menghasilkan karya secara visual, tetapi juga memahami akar tradisi yang menjadi sumber penciptaannya,” ujar Iskandar.

Menurutnya, penciptaan seni yang berangkat dari tradisi perlu ditempatkan dalam konteks kebutuhan masyarakat. Tradisi tidak cukup hanya dipelajari atau direproduksi secara bentuk, tetapi perlu ditafsirkan kembali agar dapat hidup dalam konteks zaman.

“Tujuannya adalah melahirkan seniman yang berkarya dengan akar tradisi dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, karya yang dihasilkan dalam program ini nantinya tidak hanya berada di ruang pamer, tetapi akan bertemu langsung dengan rumah dan kehidupan warga,” katanya.

Program tersebut sekaligus menjadi upaya untuk memperluas pemahaman mengenai seni Tulak Angen sebagai salah satu kekayaan visual Aceh. Melalui keterlibatan seniman dari berbagai daerah, diharapkan terjadi pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang dapat memperkaya proses penciptaan.

Tahap berikutnya adalah proses perancangan dan penciptaan karya oleh para seniman peserta. Rancangan tersebut kemudian akan dikembangkan untuk diterapkan pada rumah warga di Aceh Besar dan Banda Aceh, sehingga Tulak Angen tidak sekadar menjadi ingatan tentang masa lalu, melainkan kembali hadir sebagai bagian dari lingkungan visual masyarakat Aceh hari ini.

Tags: AcehIskandar Tungangseniseni visualSeniman Aceh
ShareTweetSendShare

Related Posts

Akademisi ISBI Aceh: Penambangan di Hulu Krueng Aceh Ancam Ekologi hingga Kebudayaan
Daerah

Iskandar Tungang: Pemuda Aceh Harus Diberi Kepercayaan Menentukan Masa Depan

November 3, 2026
Maulana Habib, Mahasiswa Ilmu Politik FISIP USK Wakili Aceh di Tingkat Nasional
Daerah

Maulana Habib, Mahasiswa Ilmu Politik FISIP USK Wakili Aceh di Tingkat Nasional

November 2, 2026
MaTA : Pengelolaan Anggaran Pemko Banda Aceh Boros
Daerah

MaTA Ajukan Keberatan ke Kementerian Lingkungan Hidup, Dokumen AMDAL PT LMR Belum Direspons

November 2, 2026
Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Kepemimpinan Berjalan Baik
Daerah

Pemerintah Aceh Kerja Ganda Pacu TKD 44,80 Persen dan Tangani Banjir Baru, Jubir Nurlis: Safrizal ke Mana?

November 2, 2026
Hutan Aceh Menyusut Puluhan Ribu Hektare, Ancaman Bencana dan Krisis Ekologis Mengintai
Daerah

Hutan Aceh Menyusut Puluhan Ribu Hektare, Ancaman Bencana dan Krisis Ekologis Mengintai

November 2, 2026
Sekwil ISNU Aceh Bekali Kader Muda Strategi Diplomasi dan Penguatan Jejaring
Daerah

Sekwil ISNU Aceh Bekali Kader Muda Strategi Diplomasi dan Penguatan Jejaring

November 1, 2026
Next Post
Gubernur Mualem Surati BPJS: Buka Blokir Kepesertaan JKA

Gubernur Mualem Surati BPJS: Buka Blokir Kepesertaan JKA

Gubernur Mualem Surati BPJS: Buka Blokir Kepesertaan JKA

Wagub Aceh Temui Mensos RI, Bahas Penambahan PBI JK hingga Dukungan Penanganan Bencana dan Sekolah Rakyat

Discussion about this post

Recommended Stories

Sayuti Abubakar Calon Kuat Ketua DPD Demokrat Aceh, 20 DPC Nyatakan Dukungan

SAP Law Firm Bantah Tuduhan Penipuan, Sebut Pemberitaan yang Kaitkan Sayuti Abubakar Tidak Benar

July 23, 2026
Pemerintah Aceh Imbau Masyarakat Aceh yang Gunakan Pelat Luar agar Mutasi ke Pelat BL

Pemerintah Aceh Imbau Masyarakat Aceh yang Gunakan Pelat Luar agar Mutasi ke Pelat BL

September 30, 2025
Editorial: Tiga Tahun Berlalu, Pengeboran Migas Aceh di Blok Bireuen-Sigli Masih Mandek, Ada Apa?

Editorial: Tiga Tahun Berlalu, Pengeboran Migas Aceh di Blok Bireuen-Sigli Masih Mandek, Ada Apa?

July 18, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!