Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Rentan Dipolitisir, Aliansi Mahasiswa USK Desak Presiden Bentuk Tim Khusus Bencana Aceh

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
December 30, 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Rentan Dipolitisir, Aliansi Mahasiswa USK Desak Presiden Bentuk Tim Khusus Bencana Aceh

Koordinator Aliansi Mahasiswa USK Ammar Malik Nabil menegaskan bahwa penanganan pascabencana di Aceh tidak hanya dihadapkan pada persoalan teknis, tetapi juga persoalan politis yang berpotensi menghambat proses pemulihan.

BANDA ACEH — Aliansi Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) secara resmi menyampaikan sikap dan rekomendasi strategis terkait penanganan bencana di Aceh melalui konferensi pers yang digelar pada Selasa, 30 Desember 2025, bertempat di Direktorat Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Konferensi pers tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian diskusi terbuka dan surat terbuka yang sebelumnya dirilis oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di lingkungan USK. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi mahasiswa lintas fakultas dalam merespons dinamika penanganan bencana hidrometeorologi yang terus berulang di Aceh.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Pertanian, Fakultas Kelautan dan Perikanan, serta Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Syiah Kuala.

Konsolidasi lintas fakultas tersebut menegaskan keseriusan mahasiswa dalam menyikapi persoalan kebencanaan secara komprehensif dan berkelanjutan.

Koordinator Aliansi Mahasiswa USK sekaligus juru bicara, Ammar Malik Nabil, dalam pernyataannya menegaskan bahwa penanganan pascabencana di Aceh tidak hanya dihadapkan pada persoalan teknis di lapangan, tetapi juga persoalan struktural dan politis yang berpotensi menghambat proses pemulihan masyarakat terdampak.

Salah satu isu yang disoroti adalah adanya kecenderungan penggiringan narasi kebencanaan ke arah kepentingan politik tertentu. Menurut mahasiswa, hal tersebut berisiko mengaburkan substansi persoalan kemanusiaan dan mengalihkan fokus utama dari upaya pemulihan korban bencana.

“Isu kebencanaan seharusnya ditempatkan sebagai persoalan kemanusiaan. Namun dalam praktiknya, kami melihat adanya kecenderungan pengalihan narasi ke isu-isu politik yang justru mengaburkan urgensi pemulihan masyarakat terdampak,” ujar Ammar.

Selain itu, Aliansi Mahasiswa USK juga menyoroti indikasi penyalahgunaan fasilitas dan bantuan negara untuk kepentingan kelompok tertentu. Praktik tersebut dinilai tidak hanya mencederai rasa keadilan masyarakat terdampak, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap mekanisme penyaluran bantuan pascabencana.

Mahasiswa turut mengkritisi minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap fluktuasi harga barang, baik kebutuhan pokok maupun makanan olahan, di wilayah terdampak bencana. Ketiadaan pengawasan yang memadai dinilai berdampak langsung pada meningkatnya beban ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan yang sedang berada dalam fase pemulihan.

Dalam konteks tersebut, Aliansi Mahasiswa USK kembali menegaskan rekomendasinya kepada Presiden Republik Indonesia untuk segera membentuk Tim Khusus Percepatan Penanganan dan Pemulihan Bencana Alam Hidrometeorologi Sumatera. Tim khusus tersebut diharapkan ditunjuk langsung oleh Presiden, bertanggung jawab serta berada di bawah pengawasan langsung Presiden, dan memiliki kewenangan kuat dalam mengoordinasikan lintas kementerian dan lembaga.

“Tim ini diharapkan mampu mengawasi distribusi bantuan secara transparan, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mempercepat rehabilitasi infrastruktur, serta mendorong pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Aceh,” terang Ammar.

Di akhir pernyataannya, Aliansi Mahasiswa USK mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengembalikan fokus penanganan bencana pada nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, dan kepentingan korban.

“Mahasiswa menekankan pentingnya menghindari narasi maupun tindakan yang berpotensi memecah belah masyarakat, serta mendorong proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang adil, transparan, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

ShareTweetSendShare

Related Posts

Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar
Daerah

Realisasi Tambahan TKD Aceh 2026 Tembus 30,16 Persen, Total Pagu Rp1,65 Triliun

September 26, 2026
Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar
Daerah

Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar

September 26, 2026
Panen Raya Aceh Barat, Gubernur Mualem: Sejalan dengan Misi Pemerintah Aceh
Daerah

Panen Raya Aceh Barat, Gubernur Mualem: Sejalan dengan Misi Pemerintah Aceh

September 26, 2026
Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga
Daerah

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga

September 24, 2026
Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Daerah

Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

September 24, 2026
Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang
Daerah

Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang

September 24, 2026
Next Post
Sekda Aceh Tinjau Kerusakan Jalan Gayo Lues-Agara dan Salurkan Bantuan Logistik

Sekda Aceh Tinjau Kerusakan Jalan Gayo Lues-Agara dan Salurkan Bantuan Logistik

Wagub Fadhlullah Sambut Gubernur Kaltim di Aceh, Salurkan Bantuan senilai Rp 1,5 Miliar dan Kuota Beasiswa

Wagub Fadhlullah Sambut Gubernur Kaltim di Aceh, Salurkan Bantuan senilai Rp 1,5 Miliar dan Kuota Beasiswa

Discussion about this post

Recommended Stories

Bupati Aceh Besar Ajak Tenaga Kesehatan Layani Masyarakat Dengan Keikhlasan Hati

Bupati Syech Muharram Bersama Ketum Tani Merdeka Panen Raya Jagung di Aceh Besar

April 8, 2026
Syech Muharram Sebut Bahan Baku Aceh Besar Melimpah, Tapi Produksi Semen Minim

Syech Muharram Sebut Bahan Baku Aceh Besar Melimpah, Tapi Produksi Semen Minim

October 25, 2025
Pemerintah Aceh Jelaskan Posisi Dukungan Program Pemulihan Sektor Pertanian Rp2,5 Triliun 

Pemerintah Aceh Jelaskan Posisi Dukungan Program Pemulihan Sektor Pertanian Rp2,5 Triliun 

August 5, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!