Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Editorial

Rakyat Aceh Tak Peduli Siapa yang Diganti, Terlebih Pengungsi

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
February 3, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Cerita Relawan Menjangkau Pining Gayo Lues yang Masih Terisolir

Warga melintas di jalan bekas longsor sambil membawa tabung gas menggunakan sepeda motor menuju lokasi terisolir di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. (Foto: Oviyandi)

Bagi masyarakat, siapa yang duduk di kursi jabatan tak begitu penting. Yang paling penting bagi mereka adalah sejauh mana kebijakan yang lahir mampu berpihak kepada mereka, rakyat Aceh. Terlebih bagi hampir seratus ribu masyarakat terdampak, para korban bencana banjir dan tanah longsor.

TINJAUAN.ID | Di tengah hiruk-pikuk pentas politik Aceh hari ini, publik disuguhi tontonan perseteruan elit antara wacana pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh dan Ketua DPR Aceh (DPRA).

Jika kita bertanya pada rakyat Aceh kebanyakan, khususnya mereka yang jauh dari lingkaran kekuasaan, terlebih korban bencana yang ada di tenda-tenda pengungsian, agaknya mereka tidak memiliki kepentingan sedikit pun terhadap perseteruan politik tersebut.

Bagi masyarakat, siapa yang duduk di kursi jabatan tak begitu penting. Yang paling penting bagi mereka adalah sejauh mana kebijakan yang lahir mampu berpihak kepada mereka, rakyat Aceh. Terlebih bagi hampir seratus ribu masyarakat terdampak, para korban bencana banjir dan tanah longsor.

​Kepentingan rakyat saat ini sangatlah sederhana, yang paling penting bagi mereka adalah bagaimana Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun ini dan di masa depan benar-benar memihak rakyat.

Apalagi dalam momentum pascabencana, fokus anggaran seharusnya dialokasikan secara optimal untuk pemulihan bencana dan digunakan untuk kepentingan para korban yang kondisinya masih sangat memprihatinkan di lapangan.

Mereka tak tahu pasti apakah eksekutif atau legislatif yang melahirkan kebijakan yang berpihak, atau malah abai, yang mereka tahu hanya pemerintah secara umum.

Konflik Positif

​Perseteruan antar-elit ini sebenarnya bisa berubah menjadi energi positif, apabila kedua belah pihak yang kononnya berseteru, dapat membuktikan kinerja terbaik.

Persaingan dan perseteruan bisa menjadi positif apabila keduanya berkompetisi dalam menunjukkan aksi nyata untuk melahirkan kebijakan yang pro-rakyat.

Keberpihakan pada rakyat, terutama dalam memastikan anggaran digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat dan korban bencana, adalah satu-satunya kunci untuk menarik simpati masyarakat yang sesungguhnya.

​Sejarah adalah hakim yang jujur. Jangan sampai lembaran sejarah Aceh mencatat keburukan yang tak terungkap di masa kini, menjadi torehan buruk di masa depan.

Sejarah biasanya mampu mengingat hal-hal krusial yang berdampak besar, yang tak tampak dalam tempo waktu yang singkat.

​Satu hal yang tidak boleh dilupakan, apapun jabatan yang diemban—baik di ranah eksekutif, legislatif, maupun yudikatif—tugas utamanya adalah sebagai pelayan masyarakat. Jabatan bukanlah alat kekuasaan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Jabatan adalah amanah.

Apa yang kita tabur, itu yang kita tuai. Ganjaran atas kebaikan yang dilakukan (melalui jabatan misalnya) akan dibalas dengan kebaikan pula di dunia, sebelum di akhirat.

Begitu juga sebaliknya, setiap pengabaian terhadap nasib rakyat akan membawa konsekuensi yang setimpal. Saatnya para elit politik di Aceh kembali berpikir dan merenung, lalu bekerja serius dengan hati untuk rakyat.

Peristiwa hari ini akan jadi catatan sejarah yang dibaca oleh anak cucu kita nanti. Jasad manusia pasti mati, tapi cerita tentangnya, tentang sejarah dan para tokohnya, akan dikenang dalam waktu yang panjang.

Tags: Acehkonflikpolitik aceh
ShareTweetSendShare

Related Posts

Realisme Trump, Robohnya Patung Liberty, dan Momen Peralihan Sejarah
Dunia

Realisme Trump, Robohnya Patung Liberty, dan Momen Peralihan Sejarah

January 21, 2026
Kebutuhan Mendesak Pembentukan BRR Sumatera: Pemulihan Cepat, Terkoordinasi, dan Optimal
Editorial

Kebutuhan Mendesak Pembentukan BRR Sumatera: Pemulihan Cepat, Terkoordinasi, dan Optimal

December 14, 2025
Transparansi Pemko Banda Aceh: Pembentukan Citra atau Perbaikan Tata Kelola?
Editorial

Gimmick Transparansi Pemko Banda Aceh: Pembentukan Citra atau Perbaikan Tata Kelola?

October 24, 2025
Pemko Banda Aceh Anggarkan 18 Miliar untuk Pengolahan Air, Wajarkah?
Editorial

Pemko Banda Aceh Anggarkan 18 Miliar untuk Pengolahan Air, Wajarkah?

October 16, 2025
Industri Ayam Petelur Tiongkok dan Upaya Mualem Memerdekakan Aceh dari Medan
Editorial

Industri Ayam Petelur Tiongkok dan Upaya Mualem Memerdekakan Aceh dari Medan

October 15, 2025

Discussion about this post

Recommended Stories

Zara, Proteksi Pasar China dan Batik di Indonesia

July 6, 2025
Kendaraan Operasional BSI di Aceh Gunakan Plat BK, Berlawanan dengan Instruksi Pemerintah Aceh

Kendaraan Operasional BSI di Aceh Gunakan Plat BK, Berlawanan dengan Instruksi Pemerintah Aceh

September 30, 2025
Jamaluddin Idham Minta Pelaku Pengeroyokan Pemuda Simeulue di Masjid Sibolga Diproses Hukum

Jamaluddin Idham Minta Pelaku Pengeroyokan Pemuda Simeulue di Masjid Sibolga Diproses Hukum

November 4, 2025

Popular Stories

  • Tingkat Pengangguran Usia Muda Tinggi, Indonesia Berjuang Ciptakan Lapangan Kerja

    Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Review Laporan Keuangan Bank Aceh Syariah (I) ; Triliunan Dana Diinvestasikan ke Luar Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi.tinjauan@gmail.com

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • Contact Us

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?