Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Dunia

Realisme Trump, Robohnya Patung Liberty, dan Momen Peralihan Sejarah

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
January 21, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Realisme Trump, Robohnya Patung Liberty, dan Momen Peralihan Sejarah

Trump menampilkan mazhab realisme dalam kebijakannya. Realisme yang sangat pragmatis. Baginya yang penting adalah apa yang menguntungkan kami, cerminan dari kebijakan luar negerinya yang tertuang dalam slogan: America First.

Jika AS membuat geopolitik dunia bergejolak dan menginisiasi perang dan pergantian rezim di seantero dunia–sebagaimana yang ia lakukan di Venezuela dan apa yang sedang terjadi di Iran–itu sudah biasa.

Yang luar biasa justru terjadi dengan Trump di dalam negeri. Ia seakan menggugat filsafat liberalisme yang menjadi ciri khas AS dengan kebijakannya. Trump ibarat sedang merobohkan Patung Liberty.

Jika dulu AS cawe-cawe politik dunia atas nama demokrasi, liberalisme (kebebasan) dan HAM, Trump justru tampil jujur bahwa aksinya atas nama keuntungan, uang.

Trump menampilkan mazhab realisme dalam kebijakannya. Realisme yang sangat pragmatis. Baginya yang penting adalah apa yang menguntungkan kami, cerminan dari kebijakan luar negerinya yang tertuang dalam slogan: America First.

Bicara keuntungan tidak mungkin tidak bicara uang. Bahkan bagi Trump, keuntungan finansial lebih penting ketimbang pengaruh di pentas politik dunia. Ia rela memangkas dana USAID yang jadi simbol pengaruh global AS. Trump juga keluar dari keanggotaan sejumlah lembaga PBB, lembaga yang dulunya menerima donasi jutaan dollar dari AS.

Trump bahkan tidak mau diatur oleh settingan aliansi dunia warisan pendahulunya hasil Perang Dunia ke II. Baru kali ini negara Eropa dan anggota NATO yang ibarat sekutu abadi AS, seperti Denmark, merasa terancam dengan kebijakan luar negerinya.

Di periode pertama kepresidennya, ia bahkan pernah dengan sangat kasar berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel soal pembelian gas Jerman kepada Rusia. Trump bilang, “anda memaksa kami membiayai keamanan anda, sedangkan anda memberi uang kepada musuh melalui pembelian gas.” Merkel diam dan mukanya memerah di hadapan Trump.

Entah sombong atau menyadari kekuatannya yang tak dapat diimbangi, Trump seolah bicara bahwa AS tidak butuh siapa-siapa. AS melindungi NATO dan bukan sebaliknya, NATO melindungi AS.

Jika perang besar meletus di sisa masa kepresidenan Trump, bukan tak mungkin konfigurasi aliansi sekutu warisan PD II akan berubah. Jika kita melihat ke karakternya yang narsistik–bahkan bagi sebagian menganggapnya psikotik–sangat terbuka peluang baginya untuk menginisiasi perang besar sebagai warisan atau legacy pribadinya masuk dalam jajaran Presiden AS yang menoreh sejarah.

Power Shifting, Momen Peralihan Sejarah

Jika kita melihat geopolitik dan perkembangan ekonomi dunia dari skema teori Ray Dalio soal pola pergeseran kepemimpinan dunia, dengan menguatnya ekonomi dan teknologi China, serta potensi krisis keuangan AS (akibat utang swasta yang besar), potensi power shifting dalam sejarah dunia sangat mungkin terjadi. Masih dari Ray Dalio, puncak dari power shifting itu adalah perang besar.

Trump mungkin menyadari bahwa ada potensi power shifting yang menggeser hegemoni dan dominasi AS di dunia. Untuk mencegah itu pula, dia berpikir bahwa ia harus bersiap untuk skenario terburuk. Jalan terakhir untuk memastikan AS tetap dominan adalah dengan lebih dulu memerangi sebelum diperangi.

Di periode beberapa tahun yang tersisa adalah pertaruhan bagi Trump, apakah ia akan dikenal sejarah sebagai penakluk seperti Napoleon Bonaparte, atau seperti Tsar Nikolai II yang menjadi akhir bagi riwayat sejarah panjang negaranya.

Tags: Amerika SerikatDonald Trumpgeopolitikinternasional
ShareTweetSendShare

Related Posts

Dilema Tambang Ilegal (PETI) di Aceh
Editorial

Dilema Tambang Ilegal (PETI) di Aceh

September 24, 2026
Kishore Mahbubani: Peradaban Barat Merancang Kejatuhannya Sendiri
Dunia

Kishore Mahbubani: Peradaban Barat Merancang Kejatuhannya Sendiri

September 15, 2026
Mualem Kembali, Kerja Nyata Dinanti
Editorial

Mualem Kembali, Kerja Nyata Dinanti

September 4, 2026
Utang RSUDZA Senilai Rp417 Miliar Mulai Menumpuk di Tahun 2023, Saat Isra Firmansyah Jadi Dirut
Editorial

Utang RSUDZA Senilai Rp417 Miliar Mulai Menumpuk di Tahun 2023, Saat Isra Firmansyah Jadi Dirut

August 29, 2026
Kericuhan di Hari Damai Aceh, Riak-Riak Ruang Digital yang Semula Terabaikan
Editorial

Kericuhan di Hari Damai Aceh, Riak-Riak Ruang Digital yang Semula Terabaikan

August 17, 2026
BGN Berbenah: Kisah Sudaryono Merombak Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Editorial

BGN Berbenah: Kisah Sudaryono Merombak Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

August 13, 2026
Next Post
Trump Tegaskan Ambisi Kuasai Greenland di Davos, Berikut Alasannya

Trump Tegaskan Ambisi Kuasai Greenland di Davos, Berikut Alasannya

AHY Tunjuk Rian Syaf sebagai Plt. Ketua Demokrat Aceh, Berikut Profilnya

AHY Tunjuk Rian Syaf sebagai Plt. Ketua Demokrat Aceh, Berikut Profilnya

Discussion about this post

Recommended Stories

Mahasiswa UIN SUNA Adakan Workshop Pemanfaatan Media Sosial untuk Meningkatkan UMKM Gampong Blang Lancang

Mahasiswa UIN SUNA Adakan Workshop Pemanfaatan Media Sosial untuk Meningkatkan UMKM Gampong Blang Lancang

September 5, 2026
Performa Gibran dan Ekspektasi Publik

Performa Gibran dan Ekspektasi Publik

December 27, 2023
Wagub Aceh Minta Baitul Mal Kelola Zakat dan Sedekah Secara Transparan agar Dipercaya Masyarakat

Wagub Aceh Minta Baitul Mal Kelola Zakat dan Sedekah Secara Transparan agar Dipercaya Masyarakat

July 15, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!