Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

MFF Syndicate Usul Pemerintah Beri Pengecualian Moratorium Pabrik Semen untuk Aceh

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
August 7, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Menyikapi Kelangkaan Semen: Apakah Wacana Semen Laweung Perlu Ditinjau Ulang? 

BANDA ACEH – MFF Syndicate mengusulkan agar Pemerintah Republik Indonesia memberikan pengecualian terhadap kebijakan moratorium pembangunan pabrik semen bagi Aceh. Usulan tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pasokan semen sekaligus mendukung industrialisasi di kawasan barat Indonesia.

Pendiri MFF Syndicate, M. Fauzan Febriansyah, mengatakan usulan itu muncul menyusul terjadinya defisit pasokan semen di Aceh serta kenaikan harga di Sumatera Utara dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut Fauzan, kondisi tersebut menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan moratorium pembangunan pabrik semen yang selama ini diterapkan secara nasional.

Data resmi pemerintah menyebutkan kebutuhan semen Aceh saat ini mencapai 4.200 ton atau 105 ribu sak per hari, sementara kemampuan pasokan SBA baru menyentuh 3.700 ton atau 92.500 sak per hari, mengalami kekurangan pasokan semen sekitar 500 ton setiap harinya.

“Sudah saatnya pemerintah memberikan pengecualian terhadap kebijakan moratorium pembangunan pabrik semen bagi Aceh. Pengecualian ini bukan untuk memperbanyak industri tanpa perencanaan, melainkan sebagai langkah strategis menjawab persoalan riil berupa defisit pasokan, tingginya biaya logistik, serta meningkatnya kebutuhan pembangunan di kawasan barat Indonesia,” kata Fauzan dalam keterangan tertulis, Jumat.

Ia menilai rencana pembangunan pabrik semen di Kabupaten Aceh Tamiang dapat menjadi bagian dari agenda industrialisasi Aceh. Letak geografis Aceh Tamiang yang berbatasan langsung dengan Sumatera Utara, menurutnya, memberikan keuntungan logistik untuk memasok kebutuhan semen di Aceh maupun wilayah Medan, Langkat, Deli Serdang, dan kawasan industri di Sumatera bagian utara.

Menurut Fauzan, penambahan kapasitas produksi di Aceh berpotensi menciptakan persaingan usaha yang lebih sehat, memperkuat ketahanan pasokan regional, sekaligus menekan biaya distribusi.

MFF Syndicate menegaskan bahwa usulan pengecualian terhadap moratorium bukan berarti mengabaikan aspek lingkungan. Setiap investasi baru, kata Fauzan, tetap harus memenuhi seluruh ketentuan perizinan, analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), prinsip pembangunan rendah emisi, efisiensi energi, serta melibatkan masyarakat secara bermakna dalam proses pengambilan keputusan.

Selain memperkuat pasokan semen, MFF Syndicate menilai pembangunan industri semen baru di Aceh berpotensi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi sektor manufaktur, memperkuat penerimaan daerah melalui aktivitas ekonomi, mendorong tumbuhnya industri pendukung, serta memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu basis industrialisasi di koridor ekonomi Sumatera.

Menurut MFF Syndicate, kebijakan moratorium pembangunan pabrik semen diterapkan ketika industri semen nasional mengalami kelebihan kapasitas secara agregat. Namun, kondisi saat ini dinilai menunjukkan adanya kesenjangan antara kapasitas produksi nasional dan ketersediaan pasokan di sejumlah wilayah sehingga diperlukan kebijakan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan regional.

Dalam usulannya, MFF Syndicate meminta pemerintah memberikan pengecualian terhadap moratorium pembangunan pabrik semen untuk proyek strategis di Aceh, menetapkan Aceh sebagai kawasan prioritas pengembangan industri material konstruksi untuk melayani pasar Aceh dan Sumatera Utara, mempercepat perizinan investasi yang memenuhi standar lingkungan hidup, serta menyusun peta jalan industrialisasi berbasis sumber daya lokal agar investasi industri semen menjadi bagian dari strategi hilirisasi ekonomi daerah.

MFF Syndicate merupakan lembaga kajian independen yang bergerak di bidang politik, hukum, ekonomi, dan kebijakan publik. Lembaga ini menyatakan secara konsisten memberikan analisis strategis terhadap isu pembangunan, tata kelola pemerintahan, investasi, dan transformasi ekonomi di Aceh maupun tingkat nasional.[]

Tags: Acehbisnisindustrikelangkaan semenmoratorium semen
ShareTweetSendShare

Related Posts

PB Rabithah Thaliban Aceh Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Pungli Bantuan Baitul Mal
Daerah

PB Rabithah Thaliban Aceh Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Pungli Bantuan Baitul Mal

August 7, 2026
Wapres Gibran Titip Pesan kepada Pemuda Aceh, Ajak Gunakan Teknologi Digital Secara Positif
Daerah

Wapres Gibran Titip Pesan kepada Pemuda Aceh, Ajak Gunakan Teknologi Digital Secara Positif

August 7, 2026
Rp 2,5 Triliun Dana Kementan untuk Bencana, Pemerintah Aceh kelola Rp 9,7 Miliar
Daerah

Rp 2,5 Triliun Dana Kementan untuk Bencana, Pemerintah Aceh kelola Rp 9,7 Miliar

August 7, 2026
Wagub Aceh Dampingi Wapres Gibran Kunjungi Lokasi Terdampak Bencana Hidrometeorologi
Daerah

Wagub Aceh Dampingi Wapres Gibran Kunjungi Lokasi Terdampak Bencana Hidrometeorologi

August 6, 2026
Penuhi Permintaan Pemerintah Aceh, SBI Berkomitmen Penuhi Kebutuhan Semen di Aceh
Daerah

Penuhi Permintaan Pemerintah Aceh, SBI Berkomitmen Penuhi Kebutuhan Semen di Aceh

August 6, 2026
Bahas Pemulihan Sawah dan Kebun dengan Mentan, Gubernur Mualem: Kami Butuh Dukungan Pak Menteri
Daerah

Bahas Pemulihan Sawah dan Kebun dengan Mentan, Gubernur Mualem: Kami Butuh Dukungan Pak Menteri

August 6, 2026
Next Post
Wapres Gibran Titip Pesan kepada Pemuda Aceh, Ajak Gunakan Teknologi Digital Secara Positif

Wapres Gibran Titip Pesan kepada Pemuda Aceh, Ajak Gunakan Teknologi Digital Secara Positif

PB Rabithah Thaliban Aceh Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Pungli Bantuan Baitul Mal

PB Rabithah Thaliban Aceh Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Pungli Bantuan Baitul Mal

Discussion about this post

Recommended Stories

KPA Aceh Tengah Tanggapi Serangan ke Sekda, Himbau Fokus Bantu Mualem Bangun Aceh

KPA Aceh Tengah Tanggapi Serangan ke Sekda, Himbau Fokus Bantu Mualem Bangun Aceh

February 1, 2026

BPS: Inflasi RI selama 2022 tembus 5.51%

January 2, 2023
Wujudkan Visi Gubernur, Aceh Tenggara Disiapkan Miliki Sekolah Unggul Berasrama

Wujudkan Visi Gubernur, Aceh Tenggara Disiapkan Miliki Sekolah Unggul Berasrama

February 2, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!