Aceh Besar – Di tengah berjalannya kegiatan pembangunan di Aceh Besar, baik itu pembangunan oleh pihak swasta maupun kegiatan proyek pemerintah, wilayah Aceh Besar mengalami kelangkaan semen. Di beberapa toko bangunan di Kabupaten Aceh Besar dan Banda Aceh, tercatat semen naik drastis dari sebelumnya 64 ribu, naik menjadi 74 ribu, bahkan sebagian tempat harga melambung hingga 100 ribu rupiah akibat kelangkaan tersebut.
Berdasarkan penelusuran, Sabtu, 1 Agustus 2026, banyak toko bangunan di Aceh Beaaryang mengalami kekosongan stok semen. Hal ini tentu membuat proses pembangunan terhambat dan membengkaknya biaya pembangunan.
Wakil Ketua Komisi 4 DPRK Aceh Besar Tgk. Irfan Siddiq ikut bersuara terkait fenomena yang merugikan masyarakat ini. Dalam rilis yang diterima Tinjauan.id, Tgk Irfan menyampaikan, kekecewaan yang mendalam terkait kenaikan harga dan kelangkaan semen ini.
“Saat ini banyak rumah dhuafa, masjid, balai pengajian, meunasah, dan fasilitas umum lainnya yang saat ini mulai dilakukan pembangunan, ikut terhambat karena persoalan kelangkaan semen,” terangnya.
Anggota Fraksi Demokrat ini juga menyarankan kepada pemerintah pusat dalam hal ini BP DANANTARA yang menaungi seluruh perusahaan BUMN agar dapat mengevaluasi kepengurusan PT. Solusi Bangun Andalas yang berada di bawah PT Semen Indonesia.
“Sesuatu yang sangat miris jika kita lihat bagaimana di Lhoknga Aceh Besar pabrik semen begitu besar, namun kita dapati kabar dari pelaku usaha toko bangunan, harga semen Andalas di Aceh Besar lebih mahal dari pada harga semen Andalas di Medan,” ia melanjutkan.
Fenomena kelangkaan semen ini, menurut Tgk. Irfan, menjadi catatan yang harus ditangani secara serius oleh pihak yang mengelola perusahaan plat merah tersebut .
“Bila ada jalan dan mendapatkan kesempatan, saya akan mewakili masyarakat Aceh Besar untuk menyampaikan keluhan ini langsung kepada kepala Danantara,” demikian ungkap Tgk Irfan.[]










Discussion about this post