Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Kak Na Sumbang 3 Canting Batik Cap dan 1 Mesin Tenun untuk Perajin Binaan Dekranasda Aceh Besar

TINJAUAN.ID by TINJAUAN.ID
May 21, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Gubernur Mualem Surati BPJS: Buka Blokir Kepesertaan JKA

ACEH BESAR – Ketua Dekranasda Aceh Marlina Muzakir, menyumbang 3 mal batik cap dan 1 unit mesin tenun untuk perajin binaan Dekranasda Aceh Besar, Kamis (21/5/2026).

Sumbangan 3 mal batik cap diberikan oleh istri Gubernur Aceh itu, saat meninjau workshop Malaka Batik, di kawasan Kuta Mala. Sedangkan sumbangan 1 unit mesin tenun diberikan oleh perempuan yang akrab disapa Kak Na itu, saat berkunjung ke workshop perajin di komplek kantor Dekranasda Aceh Besar.

“Luar biasa, kreatifitas para perajin di sini sangat bagus. Berdasarkan informasi Ketua Dekranasda Aceh Besar, sebelum membuka gerai Malaka Batik ini, para perajin di kirim langsung ke Jogjakarta untuk belajar seni membatik di sana,” ujar Kak Na.

Tak hanya batik tulis, para perajin di Malaka Batik juga memproduksi batik cap. Berbeda dengan teknik pembuatan batik tulis, batik cap dilakukan dengan menggunakan canting cap atau stempel bermotif dari tembaga yang dicelupkan ke dalam cairan lilin panas dan ditekankan ke kain.

Untuk memperkaya motif batik, serta mengapresiasi kegigihan para perajin, Kak Na berjanji menyumbangkan 3 motif baru kepada para perajin.

“Perbanyak lagi motifnya, khususnya yang motif khas Aceh. Nanti saya akan sumbang 3 canting motif motif baru, coba dikreasikan yang khas Aceh. Tadi sudah ada motif Gunung Seulawah, mungkin nanti bisa dibuat motif baru, batik motif Gunung Geurutee. Nanti kalau sudah jadi saya pesan lagi,” ujar Kak Na.

“Rumah produksinya sudah sangat bagus, rapi dan terintegrasi langsung dengan galerinya. Jadi, para pembeli tidak semata hanya melihat hasil karya para perajin di gerai, tapi bisa langsung melihat bagaimana proses pembuatan batik dari awal hingga selesai,” sambung Kak Na.

Setelah berkeliling, Kak Na mengakui proses membatik memiliki rangkaian yang panjang dan melelahkan untuk menghasilkan selembar kain batik.

“Prosesnya panjang, mulai dari pencelupan, lukis, cap, peluruhan lilin hingga pengeringan dan menjadi sebuah karya batik sangat panjang dan melelahkan. Belum lagi upaya para perajin menemukan kreasi-kreasi motif baru, salut atas kegigihan dan kerja keras para perajin,” ucap Kak Na.

Pada kesempatan tersebut, Kak Na juga menyarankan agar setiap kabupaten dan kota di Aceh memiliki sentra batik. “Seni membatik tidak semata bicara kreasi tetapi juga membuka lapangan kerja serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi.”

Dari Malaka Batik, Kak Na dan rombongan bertolak ke kantor Dekranasda Aceh Besar di kawasan Gani, untuk melihat berbagai kerajinan hasil karya perajin yang beraktifitas di komplek perkantoran tersebut serta di Galeri Dekranasda Aceh Besar.

“Para perajin menginap di komplek ini Bu. Ini sangat memudahkan kami jika ada tamu yang berkunjung, karena mereka tidak hanya melihat hasil karya tapi juga bisa proses pembuatan berbagai kerajinan yang ada di sini,” ujar Rita Maya Sari.

Di komplek kantor Dekranasda Aceh Besar, tersedia berbagai gerai dan sentral pembuatan para perajin, mulai dari sirup, kriya hingga songket . Kak Na berkesempatan meninjau dan berinteraksi dengan para perajin.

Saat berdialog dengan perajin songket, Kak Na mendorong agar mereka tak hanya memproduksi songket tetapi juga kerajinan tenun agar hasil kerajinan Aceh Besar semakin beragam.

“Nanti coba kembangkan tenun. Untuk itu, saya menyumbangkan 1 unit mesin tenun untuk Dekranasda Aceh Besar. Semoga para perajin Aceh Besar bisa menginspirasi para perajin di 22 kabupaten dan kota lainnya di Aceh,” kata Kak Na.

Tak hanya berkunjung, di kedua lokasi tersebut Kak Na juga membeli dan memesan sejumlah produk kerajinan para perajin Aceh Besar. []

Tags: Kak AnaKak NaKetua Dekranasda AcehMarlina Muzakir
ShareTweetSendShare

Related Posts

Tinjau Irigasi Seunong, Wagub Dek Fadh Dorong Perbaikan Segera
Daerah

Tinjau Irigasi Seunong, Wagub Dek Fadh Dorong Perbaikan Segera

October 6, 2026
Aceh Besar Susun Aturan Rencana Pergub Pageu Gampong, Gampong Didorong Perkuat Keamanan dan Perlindungan Sosial
Daerah

Aceh Besar Susun Aturan Rencana Pergub Pageu Gampong, Gampong Didorong Perkuat Keamanan dan Perlindungan Sosial

October 5, 2026
Bendungan Irigasi Lamtimpeung Mulai Beroperasi, Petani Harap Panen Dua Kali Setahun
Daerah

Bendungan Irigasi Lamtimpeung Mulai Beroperasi, Petani Harap Panen Dua Kali Setahun

October 3, 2026
Saatnya Pelabuhan Krueng Geukueh Dioptimalkan Sebagai Pintu Utama Ekspor CPO Sawit Aceh
Daerah

Kepentingan Tata Kelola Migas Aceh Dipertaruhkan dalam RUU Migas, Posisi BPMA dan Pasal 160 Harus Dipertegas

October 2, 2026
YARA Minta Menteri Imipas Investigasi Dugaan Intervensi di Lapas Meulaboh
Daerah

YARA Minta Menteri Imipas Investigasi Dugaan Intervensi di Lapas Meulaboh

October 2, 2026
Syahganda Nainggolan Dilantik Jadi Kepala Bakom RI: Dari Dunia Aktivis ke Istana
Nasional

Syahganda Nainggolan Dilantik Jadi Kepala Bakom RI: Dari Dunia Aktivis ke Istana

October 2, 2026
Next Post
Gubernur Mualem Surati BPJS: Buka Blokir Kepesertaan JKA

Kak Na: Pasar Murah Menjaga Stabilitas Harga dan Meningkatkan Daya Beli Masyarakat

Gubernur Mualem Surati BPJS: Buka Blokir Kepesertaan JKA

Wagub Aceh Perkuat Koordinasi dengan Kemendagri dan Satgas PRR untuk Penguatan Fiskal Daerah serta Percepatan Pemulihan Aceh

Discussion about this post

Recommended Stories

Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo

Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo

June 3, 2026
Cancel Culture: Ketika Moral Diadili di Kolom Komentar

Cancel Culture: Ketika Moral Diadili di Kolom Komentar

August 24, 2025
Ke Pedalaman Aceh Utara, Kak Na Hibur Yatim dan Jemput Aspirasi

Ke Pedalaman Aceh Utara, Kak Na Hibur Yatim dan Jemput Aspirasi

October 14, 2025
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!