Banda Aceh – Prosesi itu berlangsung Jumat malam, 28 Februari 2026. Anjong Mon Mata, kompleks Pendopo Gubernur Aceh di Banda Aceh, jadi saksi pelantikan 25 pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Aceh. Gubernur Muzakir Manaf — yang lebih sering disapa Mualem — memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan.
Dari 25 nama yang dilantik malam itu, satu posisi yang langsung menarik perhatian adalah Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh. Kursi itu kini resmi berpindah ke tangan Asnawi, S.T., M.S.M. Ia menggantikan Taufik, S.T., M.Si., yang pada malam yang sama dilantik menjadi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh. Keduanya bertukar posisi dalam satu momen pelantikan.
Pelantikan ini merupakan bagian dari penyegaran struktur birokrasi Pemerintah Aceh. Bukan yang pertama sejak Mualem menjabat, tapi yang satu ini tergolong signifikan mengingat beberapa pos strategis ikut berganti kepemimpinan.
Dalam sambutannya, Mualem tidak mau rotasi ini dilihat sebagai formalitas semata. Ia menegaskan ada harapan besar yang ia titipkan kepada setiap nama yang dilantik malam itu.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk bekerja profesional, inovatif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” ujarnya di hadapan para pejabat yang baru saja diambil sumpahnya.
Ia juga mengingatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) agar tidak kehilangan arah. Visi-misi Pemerintah Aceh 2025–2030 yakni “Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan” harus benar-benar menjadi kompas, bukan sekadar jargon yang terpasang di dinding kantor.
Untuk sektor ESDM, Mualem punya catatan tersendiri. Ia menyebut energi dan sumber daya mineral sebagai salah satu kekuatan terbesar Aceh — potensi yang selama ini belum sepenuhnya dikelola secara optimal. Kepada pemimpin baru dinas itu, ia menitipkan mandat yang tidak ringan.
“Sektor energi dan sumber daya mineral adalah salah satu kekuatan Aceh. Saya harap kepemimpinan yang baru mampu memastikan pengelolaan yang berkeadilan, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap masyarakat dan pembangunan Aceh,” tegasnya.
Tak hanya soal kinerja internal, Mualem juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Ia meminta percepatan realisasi program strategis dan pengawasan ketat terhadap pengelolaan sumber daya alam agar tidak melenceng dari prinsip keberlanjutan dan kepentingan masyarakat luas.
Penunjukan Asnawi sendiri dipandang sebagai bagian dari strategi Mualem memperkuat pos-pos vital dalam struktur kabinet kerjanya. Dinas ESDM selama ini memegang peran krusial — mulai dari memastikan pasokan energi daerah, mengelola perizinan pertambangan, hingga mengawasi pemanfaatan sumber daya alam sebagai penopang pertumbuhan ekonomi Aceh.













Discussion about this post