Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Pojok Ekraf

Granada Food, Usaha Rumahan yang Tawarkan Frozen Food Sehat di Aceh Besar

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
November 14, 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Granada Food, Usaha Rumahan yang Tawarkan Frozen Food Sehat di Aceh Besar

Dalam hal pemasaran, Granada Food mengandalkan penjualan daring, reseller, serta partisipasi di berbagai bazar kuliner di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Aceh Besar — Di tengah maraknya produk makanan olahan yang serba instan, Granada Food memilih jalan berbeda. Usaha rumahan yang berlokasi di Desa Lamreung, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar ini tetap mempertahankan prinsip “makanan sehat tanpa bahan tambahan”.

Granada Food hadir sejak masa pandemi Covid-19, tepatnya 19 Juni 2019. Sang pemilik, Malahayati, tidak pernah menyangka bahwa kegiatan membuat bakso untuk konsumsi keluarga bisa berkembang menjadi bisnis yang diminati banyak orang.

“Awalnya kami buat bakso untuk stok sendiri. Kebetulan ada teman yang datang berkunjung, mencicipi, dan langsung pesan karena cocok dengan rasanya. Dari situ kami berani jualan dan promosikan lewat Facebook dan grup WhatsApp,” cerita Mala Akrab sapaanya, Selasa (11/11/2025).

Berawal dari dapur rumah sederhana, proses produksi dilakukan dengan alat seadanya. Bahkan adonan awal sempat digiling di pasar, namun semua bumbu tetap ia racik sendiri agar terjaga keaslian rasa.

Perjuangannya mulai terasa ringan ketika pada Agustus 2023, Granada Food mendapat hibah alat penggiling dan pengaduk bakso dari program pengabdian masyarakat dosen FMIPA Kimia Unsyiah yang juga merupakan dosen pembimbing S2 Malahayati.

Produk Granada Food.

Kini, Granada Food memiliki dapur produksi sederhana di Komplek Damai Lestari Blok F No. 13, Lamreung. Produknya meliputi bakso, sosis, nugget, siomay, tahu bakso, hingga dimsum, dengan bahan utama daging sapi kualitas pertama, ayam tanpa lemak dan kulit, serta ikan marlin segar.

“Produk pertama kami adalah bakso sapi. Banyak yang bilang rasanya enak dan kenyal, padahal tanpa pengenyal. Tapi ada juga yang bilang kurang ‘nendang’ karena tidak pakai micin,” ujarnya.

Dari sekian banyak varian, produk berbahan ikan kini paling diminati terutama bakso ikan, siomay ikan, dan siomay ayam. Semua diproduksi tanpa bahan pengawet, penyedap, atau pewarna, dan sudah mengantongi sertifikat halal Indonesia.

Keunggulan inilah yang menjadi ciri khas Granada Food.

“Kami ingin makanan yang kami jual aman untuk anak-anak dan keluarga. Walau harga jual sedikit lebih tinggi, setidaknya pembeli tahu apa yang mereka makan,” tutur Mala.

Dalam hal pemasaran, Granada Food mengandalkan penjualan daring, reseller, serta partisipasi di berbagai bazar kuliner di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Namun, pasca-pandemi, omzet mengalami penurunan dari rata-rata Rp3–5 juta per bulan menjadi sekitar Rp1–2 juta.

“Segmen pasar kami banyak dari ibu-ibu yang menyiapkan bekal anak sekolah. Sekarang anak-anak sudah jarang bawa bekal, jadi permintaan ikut menurun,” katanya.

Meski begitu, semangat Malahayati tidak surut. Ia bertekad menjadikan Granada Food sebagai usaha lokal yang berdaya saing, sekaligus contoh bagi pelaku UMKM frozen food lainnya.

“Harapan saya, Granada Food bisa terus berkembang, punya izin edar dari BPOM, dan menjadi role model bagi UMKM Aceh yang ingin memproduksi makanan sehat tanpa pengawet,” ujarnya.

Dari sebuah dapur rumah di Lamreung, Granada Food membuktikan bahwa usaha kecil dengan niat baik dan bahan alami bisa tumbuh, menjaga cita rasa sekaligus kesehatan konsumen. (*)

Tags: Aceh Besarekonomi kreatifkuliner
ShareTweetSendShare

Related Posts

Tingkatkan Kapasitas Wirusahawan Digital, Diskop UKM Aceh Gelar Pelatihan Go Digital
Daerah

Tingkatkan Kapasitas Wirusahawan Digital, Diskop UKM Aceh Gelar Pelatihan Go Digital

May 10, 2026
Stafsus Menekraf Rian Syaf Beri Pemaparan di Lemhanas Perihal Ekonomi Kreatif
Nasional

Stafsus Menekraf Rian Syaf Beri Pemaparan di Lemhanas Perihal Ekonomi Kreatif

May 5, 2026
Bersama Studiosa, Nazar Apache Lahirkan 350 Karya Musik dan Orbit Lebih 20 Musisi Aceh
Daerah

Bersama Studiosa, Nazar Apache Lahirkan 350 Karya Musik dan Orbit Lebih 20 Musisi Aceh

April 13, 2026
Tanggapi Kasus Amsal, Kementerian Ekonomi Kreatif Siapkan Pedoman Biaya Jasa Kreatif
News

Tanggapi Kasus Amsal, Kementerian Ekonomi Kreatif Siapkan Pedoman Biaya Jasa Kreatif

April 1, 2026
Miswar Ibrahim Njong Ditunjuk sebagai Koordinator ICCN Aceh, Siap Perkuat Ekosistem Kota Kreatif
Pojok Ekraf

Miswar Ibrahim Njong Ditunjuk sebagai Koordinator ICCN Aceh, Siap Perkuat Ekosistem Kota Kreatif

February 16, 2026
Menteri Ekraf Tegaskan Peran Perempuan Perkuat Daya Saing Kriya Nasional di INACRAFT 2026
Nasional

Menteri Ekraf Tegaskan Peran Perempuan Perkuat Daya Saing Kriya Nasional di INACRAFT 2026

February 4, 2026
Next Post
Jejak Millah Abraham di Aceh, Jaringan Lama yang Kembali Bangkit

Jejak Millah Abraham di Aceh, Jaringan Lama yang Kembali Bangkit

IKAMANSA 2025–2030 Dikukuhkan, Alumni Dorong Penguatan MAN 1 Banda Aceh

IKAMANSA 2025–2030 Dikukuhkan, Alumni Dorong Penguatan MAN 1 Banda Aceh

Discussion about this post

Recommended Stories

Bangunan Bersejarah Peninggalan Kolonial Belanda di Kota Langsa

Bangunan Bersejarah Peninggalan Kolonial di Kota Langsa: Simbol Sejarah Ekonomi Masa Lalu

July 15, 2025
Kunjungan Dapil Anggota DPR Aceh Kunjungi Lokasi Tambang di Abdya, Romi Syah Putra: Perusahaan Tambang Perhatikan Dampak Lingkungan dan Serap Tenaga Kerja Lokal

Kunjungan Dapil Anggota DPR Aceh Kunjungi Lokasi Tambang di Abdya, Romi Syah Putra: Perusahaan Tambang Perhatikan Dampak Lingkungan dan Serap Tenaga Kerja Lokal

August 5, 2025
Wakil Gubernur Aceh Terima Bantuan Kemanusiaan PMI di Pelabuhan Krueng Geukuh Aceh Utara

Wakil Gubernur Aceh Terima Bantuan Kemanusiaan PMI di Pelabuhan Krueng Geukuh Aceh Utara

January 9, 2026

Popular Stories

  • Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!