Meulaboh — Bupati Aceh Barat, Tarmizi, meminta seluruh anggota DPRK Aceh Barat mengalihkan pokok-pokok pikiran (pokir) untuk mendukung pembangunan rumah layak huni pada tahun anggaran 2027. Permintaan tersebut disampaikan dalam sidang paripurna DPRK di Meulaboh, Kamis, 9 April 2026.
“Dalam sidang paripurna DPRK, kami meminta kepada seluruh anggota DPRK untuk mengalihkan pokirnya untuk membangun minimal 1 unit rumah layak huni pada anggaran tahun 2027,” ujar Tarmizi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada anggota DPRK yang telah berkontribusi melalui program serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kami sangat mengapresiasi anggota DPRK Aceh Barat yang telah membangun rumah layak huni melalui pokirnya pada anggaran tahun 2025 dan tahun 2026,” katanya.
Untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, pemerintah daerah akan mengerahkan Satuan Tugas (Satgas) Rumah Layak Huni ke lapangan guna memverifikasi kebutuhan riil masyarakat.
“Satgas Rumah Layak Huni segera turun ke lapangan memastikan data akurat kebutuhan rumah layak huni sesuai dengan skala prioritas,” tegasnya.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Pemkab Aceh Barat tetap memprioritaskan program pembangunan rumah dhuafa dan bedah rumah.
“Program pembangunan rumah dhuafa dan bedah rumah akan menjadi fokus walau keterbatasan dana,” lanjutnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang dukungan dari sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Insya Allah akan ada bantuan tambahan juga dari CSR seluruh perusahaan di Aceh Barat,” pungkas Tarmizi.[]












Discussion about this post