JAKARTA – Kesempatan membawa nama Provinsi Aceh ke tingkat nasional diraih Maulana Habib, mahasiswa Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Syiah Kuala (USK). Ia terpilih menjadi salah satu peserta Wirasena Youth Camp 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) di Jakarta pada 21–31 Oktober 2026.
Habib menjadi bagian dari 157 peserta terpilih yang berhasil melewati proses seleksi dari total 5.100 pendaftar di 38 provinsi Indonesia. Sebelum dinyatakan lolos, ia mengikuti tahapan seleksi mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Aceh diwakili oleh empat pemuda, yaitu Maulana Habib, Arbi Riyansyah, Sarah Salsabil, dan Humaira Hasmi. Mereka bergabung bersama peserta dari berbagai daerah untuk mengikuti rangkaian pembelajaran dan pengembangan kapasitas kepemudaan.
Bagi Habib, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut bukan hanya menjadi kesempatan untuk mengenal pemuda dari berbagai wilayah Indonesia, tetapi juga ruang untuk memperluas wawasan mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia memiliki ketertarikan pada isu pendidikan karakter, pengembangan generasi muda, dan lingkungan.
Ketertarikannya terhadap pendidikan karakter tumbuh melalui pengalaman sebagai alumni Sekolah Inspirasi Bangsa (SIB) Aceh Tamiang. Selama terlibat dalam berbagai aktivitas lembaga tersebut, ia juga memperoleh kesempatan untuk mendampingi anak-anak dan remaja dalam kegiatan pendidikan nonformal.
Pengalaman itu memberinya pemahaman bahwa pengembangan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Pembentukan karakter, keberanian mengambil peran, kemampuan mengenali potensi diri, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial juga menjadi hal penting dalam proses tersebut.
Perhatiannya terhadap persoalan sosial semakin berkembang ketika banjir melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada November 2025. Bencana tersebut turut memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat di daerah asalnya.
Di tengah kondisi tersebut, Habib ikut terlibat dalam kegiatan kerelawanan bersama sejumlah relawan lainnya. Ia mengambil bagian dalam pendampingan psikososial bagi anak-anak penyintas bencana serta penyaluran bantuan logistik ke sejumlah desa terdampak.
Melalui kegiatan tersebut, ia berkesempatan melihat secara langsung bagaimana masyarakat menghadapi situasi sulit dan berusaha memulihkan kehidupan setelah bencana. Pengalaman itu juga memperlihatkan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan logistik, tetapi juga perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal yang dibawanya ketika mengikuti Wirasena Youth Camp 2026. Selama berada di Jakarta, Habib mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan membangun hubungan dengan pemuda dari berbagai provinsi yang memiliki latar belakang berbeda.
Ia mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari kegiatan tersebut, terlebih karena peserta memperoleh kesempatan belajar langsung dari sejumlah tokoh nasional, pakar, hingga menteri.
“Merupakan sebuah kebanggaan bagi saya bisa mewakili Aceh di tingkat nasional. Kesempatan untuk belajar dan bertukar gagasan dengan pemuda-pemudi hebat dari berbagai provinsi di Indonesia menjadi pengalaman yang akan selalu saya kenang. Apalagi, kami mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari para pakar dan menteri,” ujar Habib.
Menurutnya, pengalaman tersebut memiliki arti tersendiri karena ia datang dari daerah yang masih menjalani proses pemulihan pascabencana. Ia berharap berbagai pengetahuan dan perspektif baru yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bekal untuk melakukan hal-hal bermanfaat ketika kembali ke Aceh.
“Saya berharap pengetahuan dan gagasan yang saya peroleh selama kegiatan ini dapat menjadi bekal untuk berkontribusi bagi masyarakat, khususnya di daerah asal saya,” lanjutnya.
Salah satu momen yang membekas selama kegiatan berlangsung adalah kesempatan bertemu secara langsung dengan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir. Dalam kesempatan tersebut, Habib mengingat pesan yang disampaikan mengenai pentingnya keterlibatan generasi muda dalam memajukan Aceh.
“Ada satu pesan dari Bapak Erick Thohir yang sangat saya ingat, yaitu, ‘Ayo bangun Aceh, ayo majukan Aceh dengan segala kebaikannya.’ Pesan tersebut menjadi pengingat bagi saya bahwa pemuda memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun daerahnya,” ungkap Habib.
Pesan tersebut sejalan dengan pandangannya bahwa pemuda perlu mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui kemampuan dan bidang yang dimiliki masing-masing. Baginya, kontribusi tidak selalu harus dimulai melalui sesuatu yang besar, tetapi dapat tumbuh dari kepedulian dan tindakan sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan.
Ke depan, Habib berharap dapat terus mengambil bagian dalam kegiatan pengembangan kapasitas pemuda, pendidikan karakter, dan berbagai inisiatif sosial yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia juga ingin membagikan pengalaman dan pembelajaran yang diperolehnya kepada lingkungan sekitar.
Baginya, kesempatan mewakili Aceh di tingkat nasional bukan sekadar pencapaian pribadi. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk belajar dari berbagai daerah, memperluas cara pandang, dan membawa pulang pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh.









Discussion about this post