Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Dorong Literasi dan Pengayaan Khazanah Aceh, Lhee Sagoe Press Hibahkan 43 Buku Ber-ISBN ke Perpustakaan Wilayah Aceh

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
September 3, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Dorong Literasi dan Pengayaan Khazanah Aceh, Lhee Sagoe Press Hibahkan 43 Buku Ber-ISBN ke Perpustakaan Wilayah Aceh

BANDA ACEH — Dalam upaya mendorong penguatan budaya literasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan, Lhee Sagoe Press menyerahkan sebanyak 43 judul buku ber-ISBN kepada Perpustakaan Wilayah Aceh.

Buku-buku tersebut merupakan karya terbitan Lhee Sagoe Press yang sebagian besar mengangkat tema kebudayaan, keislaman, sosial, dan khazanah lokal Aceh. Penyerahan buku dilakukan secara langsung oleh Founder Lhee Sagoe Press, Dr. Muhajir Al-Fairusy, dan diterima oleh Muhammad Busyra, SE, selaku Ketua Tim Kerja Deposit, Pengembangan Koleksi, Pengolahan dan Konservasi Bahan Perpustakaan, di ruang kerjanya.

Penyerahan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kontribusi Lhee Sagoe Press dalam pengembangan literasi masyarakat, tetapi juga merupakan bentuk pemenuhan kewajiban Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) untuk periode terbitan 2021–2026 melalui aplikasi SAKEDAP.

Muhajir Al-Fairusy mengatakan, penyerahan buku tersebut merupakan bagian dari komitmen Lhee Sagoe Press untuk ikut mengambil peran dalam memperkuat ekosistem literasi di Aceh. Menurutnya, buku tidak seharusnya berhenti sebagai koleksi pribadi, tetapi perlu hadir di ruang-ruang publik agar dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara lebih luas.

“Kami berharap buku-buku terbitan Lhee Sagoe Press, terutama yang berbicara tentang kebudayaan dan keagamaan, dapat diakses secara gratis oleh para pengunjung perpustakaan. Mudah-mudahan buku-buku ini dapat menambah wawasan, pengetahuan, sekaligus memperkaya khazanah literasi masyarakat Aceh,” ujar Muhajir.

Ia menambahkan, keberadaan perpustakaan sebagai ruang publik memiliki posisi strategis dalam membangun masyarakat yang memiliki budaya membaca dan tradisi intelektual yang kuat. Karena itu, kolaborasi antara penerbit, penulis, perpustakaan, dan berbagai lembaga terkait dinilai penting untuk memastikan karya-karya intelektual dapat terus hadir dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, Muhammad Busyra, SE, menyambut baik hibah buku yang diserahkan Lhee Sagoe Press. Ia menyampaikan bahwa setiap sumbangan buku memiliki arti penting bagi pengayaan koleksi dan pengembangan khazanah perpustakaan, khususnya dalam menghadirkan bahan bacaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Aceh.

Menurutnya, keberadaan buku-buku terbitan lokal juga memiliki nilai strategis karena tidak hanya memperkaya koleksi perpustakaan, tetapi turut mendokumentasikan gagasan, pengetahuan, pengalaman, dan dinamika sosial-budaya yang berkembang di Aceh.

“Setiap hibah buku tentu sangat kami apresiasi. Buku-buku ini menjadi bagian penting dalam pengayaan koleksi perpustakaan dan nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berkunjung,” ujar Muhammad Busyra.

Ia berharap sinergi antara perpustakaan dengan penerbit dan komunitas literasi di Aceh dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak karya intelektual lokal yang terdokumentasi sekaligus dapat diakses masyarakat.

Penyerahan 43 buku tersebut turut disaksikan sejumlah pegawai Perpustakaan Wilayah Aceh, di antaranya Zulfikri Adan, yang hadir dan melihat langsung proses serah terima koleksi buku.

Buku Lokal, Pengetahuan untuk Publik

Penyerahan buku oleh Lhee Sagoe Press ini sekaligus menegaskan pentingnya peran penerbit lokal dalam membangun ekosistem pengetahuan di Aceh. Di tengah perkembangan teknologi digital dan perubahan pola konsumsi informasi, keberadaan buku cetak tetap memiliki posisi penting sebagai sumber pengetahuan yang terdokumentasi dan dapat dirawat lintas generasi.

Bagi Lhee Sagoe Press, menyerahkan karya kepada perpustakaan bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif sebagai penerbit, tetapi juga merupakan bagian dari gerakan menjadikan pengetahuan sebagai milik publik.

Dengan masuknya puluhan buku terbitan Lhee Sagoe Press ke dalam koleksi perpustakaan, masyarakat Aceh kini memiliki tambahan akses terhadap berbagai karya yang merekam dan mendiskusikan persoalan agama, kebudayaan, sejarah, masyarakat, dan kehidupan Aceh.

Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian kecil namun berarti dalam membangun tradisi literasi yang lebih kuat, sekaligus memastikan bahwa karya-karya intelektual yang lahir dari Aceh tidak hanya tersimpan di rak-rak pribadi, tetapi dapat dibaca, dikaji, dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas.[]

Tags: Lhee Sagoe PressMuhajir Al-FairusyPustaka Wilayah Aceh
ShareTweetSendShare

Related Posts

Lukman Age dan Muhammad Riza Nurdin Resmi Jabat Direksi PT PEMA
Daerah

Lukman Age dan Muhammad Riza Nurdin Resmi Jabat Direksi PT PEMA

October 20, 2026
Wagub Dek Fadh dan Forkopimda Sambut Pangdam IM Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, Putra Aceh yang Kembali Mengabdi di Tanah Kelahiran
Daerah

Wagub Dek Fadh dan Forkopimda Sambut Pangdam IM Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, Putra Aceh yang Kembali Mengabdi di Tanah Kelahiran

October 18, 2026
Realisasi Anggaran Tambahan TKD Aceh 2026 Capai Rp 621,96 Miliar, Publik Dapat Pantau Langsung Lewat Portal P2K
Daerah

Realisasi Anggaran Tambahan TKD Aceh 2026 Capai Rp 621,96 Miliar, Publik Dapat Pantau Langsung Lewat Portal P2K

October 18, 2026
INSIGHT Asah Potensi dan Integritas Generasi Muda Lewat Training IPK4
Daerah

INSIGHT Asah Potensi dan Integritas Generasi Muda Lewat Training IPK4

October 18, 2026
Nasir Djamil Buka Diklat Paralegal YARA, Tekankan Keberpihakan pada Keadilan dan Masa Depan Aceh
Daerah

Nasir Djamil Buka Diklat Paralegal YARA, Tekankan Keberpihakan pada Keadilan dan Masa Depan Aceh

October 16, 2026
Rekam Jejak Kapolda Aceh Ruddi Setiawan Berantas Narkoba, Prestasi Tuai Apresiasi
Daerah

Rekam Jejak Kapolda Aceh Ruddi Setiawan Berantas Narkoba, Prestasi Tuai Apresiasi

October 16, 2026
Next Post
Mengurai Arsitektur Kebangkitan Cina: Analisis Kepemimpinan Xi Jinping

Mengurai Arsitektur Kebangkitan Cina: Analisis Kepemimpinan Xi Jinping

Mualem Kembali, Kerja Nyata Dinanti

Mualem Kembali, Kerja Nyata Dinanti

Discussion about this post

Recommended Stories

Kapolda Aceh: Hargai Mualem yang Bekerja Keras Membangun Aceh

Kapolda Aceh: Hargai Mualem yang Bekerja Keras Membangun Aceh

May 6, 2026

Influencer Andrew Tate ditahan di tengah penyelidikan perdagangan manusia

December 30, 2022
Plt Sekda Sampaikan Raqan RPJMA 2025-2029 di Rapat Paripurna DPRA

Plt Sekda Sampaikan Raqan RPJMA 2025-2029 di Rapat Paripurna DPRA

August 1, 2025
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!