BANDA ACEH – Sanger Day Fest 2026 akan digelar pada 11–14 September 2026 sebagai perayaan budaya minum kopi sanger, minuman kopi susu khas Aceh. Festival ini menggabungkan kuliner, seni, budaya, musik, dan literasi dalam rangkaian kegiatan selama empat hari.
Sanger Day Fest 2026 mengusung tema “Menyeduh Tradisi, Menjalin Komunikasi, Merayakan Hari Sanger”. Dalam pelaksanaannya, festival melibatkan tujuh warung kopi (warkop), lima alat saring tradisional, dan dua mesin kopi yang akan menyeduh sanger secara langsung di lokasi acara.
Panitia acara Nasrol menyebutkan, ” kami menyiapkan 1.001 gelas sanger gratis bagi pengunjung selama festival berlangsung. Pembagian tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan budaya ngopi Aceh sebagai ruang yang terbuka dan ramah bagi masyarakat.”
Selain sajian sanger, festival menghadirkan sejumlah agenda seni dan budaya. Di antaranya mural dan live painting yang melibatkan seniman HNS serta Komunitas Aceh Rakitan.
Agenda musik juga akan diisi sesi Hip-Hop Jam 13 berupa battle dan jam session pada 11–12 September. Sementara pertunjukan tari dan musik etnik dijadwalkan berlangsung pada 13–14 September.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Sanger Talks pada 14 September. Forum diskusi publik tersebut mempertemukan budayawan, akademisi, pelaku usaha kopi, dan masyarakat untuk membahas sanger sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus peluang pengembangan ekonomi kreatif.
Dorong Sanger Masuk Percakapan Internasional
Salah satu program unggulan dalam Sanger Day Fest 2026 adalah Sangerology, sebuah ajakan menulis untuk menyusun buku bunga rampai atau antologi internasional mengenai budaya sanger.
Program tersebut terbuka bagi budayawan, sastrawan, akademisi, maupun penikmat kopi dari berbagai daerah dan negara. “Peserta dapat menuliskan pengalaman, hasil riset, maupun refleksi mengenai sanger dan budaya ngopi Aceh,” terang Nasrol.
Buku bunga rampai Sangerology direncanakan terbit pada 12 Oktober 2026. Program ini diharapkan dapat memperluas narasi mengenai sanger, dari tradisi yang tumbuh di warung kopi lokal hingga menjadi bagian dari percakapan literasi budaya di tingkat internasional.
Nasrol menyebut pengunjung dapat memperoleh sanger gratis selama festival melalui situs resmi Sanger Day Fest.
“Sanger Day Fest sendiri merupakan festival budaya yang menjadikan sanger sebagai pintu masuk untuk mempertemukan pelaku warkop, seniman, komunitas kreatif, akademisi, dan masyarakat umum dalam satu ruang perayaan budaya ngopi Aceh,” jelasnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Sanger Day Fest 2026 tidak hanya menempatkan sanger sebagai minuman khas Aceh, tetapi juga sebagai medium untuk memperkuat interaksi sosial, ekspresi seni, pengembangan ekonomi kreatif, serta dokumentasi dan promosi budaya Aceh.[]












Discussion about this post