Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Polda Aceh Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Waspadai Modus Baru Vape Getar Etomidate

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
September 9, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Polda Aceh Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Waspadai Modus Baru Vape Getar Etomidate

Banda Aceh — Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus sepanjang kurun waktu Juli hingga Agustus 2026. Pemusnahan tersebut menjadi penegasan komitmen Polda Aceh dalam mempersempit ruang gerak peredaran narkotika sekaligus melindungi generasi muda Aceh.

Kegiatan pemusnahan berlangsung di Aula Markas Polda Aceh, Jeulingke, Banda Aceh, Selasa (8/9/2026).

Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari sabu seberat 569,65 gram netto, pil ekstasi (MDMA) sebanyak 49.637 butir, serta Vape Getar Etomidate sebanyak 3.873 mililiter.

Dalam sambutan Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., yang disampaikan oleh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., disebutkan bahwa perkembangan modus peredaran narkotika harus menjadi perhatian serius seluruh pihak.

Salah satu modus baru yang perlu diwaspadai adalah pemanfaatan media atau produk yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk Vape Getar yang mengandung Etomidate.

“Modus baru dengan memanfaatkan media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti Vape Getar Etomidate harus menjadi perhatian bersama,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut penguatan pengawasan dan langkah pencegahan secara berkelanjutan agar ruang peredaran narkotika semakin sempit.

Polda Aceh menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi bandar maupun jaringan pengedar narkotika untuk menjalankan aktivitasnya di Aceh.

Upaya tersebut dilakukan melalui sinergisitas antarlembaga secara profesional dan terukur, sekaligus memperkuat fungsi intelijen untuk mengantisipasi jalur-jalur masuknya narkotika, baik melalui udara, darat maupun laut.

“Polda Aceh tidak akan memberikan ruang bagi peredaran narkotika di Aceh. Kemampuan menutup ruang gerak ini merupakan bagian dari upaya menyelamatkan generasi muda Aceh,” tegasnya.

Selain penindakan, Polda Aceh juga menekankan pentingnya memperkuat sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya narkotika. Edukasi tersebut dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lingkungan keluarga, kampus, hingga komunitas masyarakat.

Gerakan Gampong Bebas Narkoba juga didorong untuk terus diperkuat sebagai bagian dari strategi pencegahan berbasis masyarakat.

Pemberantasan narkotika, kata dia, tidak cukup hanya dilakukan melalui penangkapan pelaku. Mata rantai ekonomi narkotika juga harus diputus sehingga bisnis ilegal tersebut tidak lagi memiliki ruang untuk berkembang.

Karena itu, masyarakat diminta ikut berperan aktif dengan memberikan informasi kepada aparat penegak hukum apabila mengetahui keberadaan bandar, pengedar maupun aktivitas lain yang mengarah pada peredaran narkotika.

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Laporkan apabila mengetahui keberadaan bandar narkoba maupun aktivitas yang menjurus kepada peredaran narkotika,” pesannya.

Kegiatan pemusnahan barang bukti tersebut turut dihadiri Plt. Sekda Aceh Taufik, S.T., M.Si., Ketua DPRA Zulfadli, A.Md., perwakilan Pangdam, jajaran Satresnarkoba Polda Aceh serta insan pers.

Polda Aceh menegaskan bahwa pemberantasan narkotika merupakan tanggung jawab bersama. Aceh diharapkan tidak hanya menjadi daerah yang bebas dari peredaran narkotika, tetapi juga menjadi daerah yang sehat dan memiliki generasi muda yang terlindungi dari ancaman narkotika.

“Tegas, adil dan bermartabat,” menjadi semangat yang ditekankan dalam upaya Polda Aceh memberantas peredaran narkotika di Aceh.[]

Tags: AcehMakin Tahu IndonesiaNarkobaPolda Aceh
ShareTweetSendShare

Related Posts

Disdikbud Aceh Besar Gelar IHT Pembelajaran Koding dan AI di SDN 1 Peukan Bada
Daerah

Disdikbud Aceh Besar Gelar IHT Pembelajaran Koding dan AI di SDN 1 Peukan Bada

October 27, 2026
Bupati Aceh Besar Ikuti Rakor Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
Daerah

Bupati Aceh Besar Ikuti Rakor Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

October 27, 2026
Realisasi Tambahan TKD Aceh 2026 Naik Signifikan Tembus 40 Persen, Mualem-Dek Fadh Monitor Ketat
Daerah

Realisasi Tambahan TKD Aceh 2026 Naik Signifikan Tembus 40 Persen, Mualem-Dek Fadh Monitor Ketat

October 27, 2026
Fraksi Partai Golkar DPRA Usul 1 Persen APBA untuk Riset, Dorong Pembangunan Berbasis Kajian Ilmiah
Daerah

Fraksi Partai Golkar DPRA Usul 1 Persen APBA untuk Riset, Dorong Pembangunan Berbasis Kajian Ilmiah

October 24, 2026
Pimpin Upacara Hari Santri, Bupati Aceh Besar Ajak Santri Lestarikan Bahasa Aceh
Daerah

Pimpin Upacara Hari Santri, Bupati Aceh Besar Ajak Santri Lestarikan Bahasa Aceh

October 24, 2026
Baitul Mal Banda Aceh Buka Penerimaan Berkas Bantuan Fisabilillah, TPA/TPQ, dan Majelis Taklim 2026
Daerah

Baitul Mal Banda Aceh Buka Penerimaan Berkas Bantuan Fisabilillah, TPA/TPQ, dan Majelis Taklim 2026

October 22, 2026
Next Post
Anggaran Rehab-Rekon Aceh Rp. 25,65 Triliun, 92 Persen Dikelola Pemerintah Pusat

Anggaran Rehab-Rekon Aceh Rp. 25,65 Triliun, 92 Persen Dikelola Pemerintah Pusat

Revisi UUPA Jadi Usul Inisiatif Dewan, Mualem-Dek Fadh Apresiasi DPRI-RI

Revisi UUPA Jadi Usul Inisiatif Dewan, Mualem-Dek Fadh Apresiasi DPRI-RI

Discussion about this post

Recommended Stories

Sri Mulyani Kini Mengajar di Oxford, Cerita Pengalaman Mengajar di Kampus Top Dunia

Sri Mulyani Kini Mengajar di Oxford, Cerita Pengalaman Mengajar di Kampus Top Dunia

July 17, 2026
Alijullah Hasan Yusuf Hadiri Syarah Budaya di Sigli, Bagikan Kisah Perjalanan Hidup ke Eropa Sigli, 23 Juli 2025 – Komunitas Beulangong Tanoh menggelar kegiatan Syarah Budaya bersama tokoh Aceh, Alijullah Hasan Yusuf, pada Rabu (23/7) sore di balai kayu Pekarangan Warong Kupi Kulam, Sigli. Acara dimulai pukul 16.30 hingga 18.00 WIB dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan serta komunitas, termasuk FAMe Pidie dan sejumlah komunitas literasi dan budaya lainnya. Alijullah Hasan Yusuf, atau akrab disapa Pak Ali, merupakan tokoh asal Blang Paseh yang dikenal luas sejak tahun 1970-an melalui kisahnya sebagai “penumpang gelap” menuju Eropa. Kisah tersebut kemudian dibukukan dengan judul Penumpang Gelap dan menjadi titik awal ketenarannya. Dalam kegiatan tersebut, Pak Ali membagikan pengalamannya merantau dari Aceh hingga ke Eropa. Ia bercerita tentang masa kecilnya yang dipenuhi oleh pembacaan Hikayat Aceh di kampung halaman, ketertarikannya terhadap pesawat, hingga akhirnya memberanikan diri naik pesawat sebagai penumpang gelap setelah meneliti kebiasaan orang-orang di bandara saat bekerja di Jakarta. “Waktu kecil saya hanya dengar bunyi pesawat dari kejauhan. Saat melihat langsung pesawat di Kuta Cane, saya cuma bisa berbisik dalam hati: suatu hari saya akan naik pesawat itu, apa pun caranya,” ujar Pak Ali disambut tawa oleh segenap peserta yang hadir. Selain berbagi kisah pribadinya, Pak Ali juga menceritakan pertemuannya dengan sejumlah tokoh nasional, seperti Bung Hatta, Soemitro Djojohadikoesoemo, Daud Beureueh, Hasan Tiro, dan B.J. Habibie. Ia mengungkapkan bahwa Bung Hatta adalah sosok yang menyemangatinya untuk menuliskan kisah hidupnya. “Pak Hatta bilang langsung ke saya, ‘Ali, kamu harus menulis kisah hidupmu. Ini penting untuk generasi muda.’ Itu yang membuat saya mulai serius menulis,” jelas Pak Ali. Dorongan itu melahirkan buku otobiografi Penumpang Gelap yang kemudian banyak dibaca dan dikagumi, termasuk oleh calon istrinya sendiri, yang kelak ia temui dan nikahi di Indonesia. Sementara itu, pertemuannya dengan B.J. Habibie terjadi di sebuah bukit di Paris, di mana Pak Ali dan Mantan Presiden Indonesia ke-3 itu berdiskusi panjang mengenai pembangunan Aceh, termasuk rencana menghidupkan kembali jalur kereta api Aceh yang belum sempat terwujud. “Pak Habibie bilang ke saya, dia ingin membangun Aceh dengan menghidupkan kembali jalur kereta api. Tapi takdir berkata lain, beliau keburu dilengserkan,” ujar Pak Ali dengan nada haru. Pak Ali hadir di lokasi acara dengan pakaian santai, kaos berkerah putih, celana jeans biru, sepatu putih, lengkap dengan topi dan kacamata. Ia didampingi oleh istrinya, Suryati, serta anak perempuan mereka. Acara yang dipandu langsung oleh Yulia Erni, berlangsung dalam suasana akrab dan penuh antusiasme. Pesertapun terlihat aktif menyimak dan berebutan untuk melayangkan pertanyaan yang bermuara dialog panjang. Di penghujung ceritanya tadi, Pak Ali menyampaikan pesan yang menjadi inti dari perjalanan hidupnya sekaligus warisan pemikiran yang ingin ia tularkan kepada generasi muda, “Kita harus berani merantau, menulis, dan membaca,” Menurutnya, tiga hal sederhana ini merantau, menulis, dan membaca adalah kunci yang telah membuka banyak pintu dalam hidupnya. Merantau mengajarkannya tentang dunia dan keberanian, menulis membuatnya diingat dan dikenang, sementara membaca membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan. “Merantau membuat saya berani keluar dari kampung, dari zona nyaman. Menulis membuat saya bisa merekam hidup saya, dan membaca membuat saya mengerti hidup orang lain,” jelasnya. Pak Ali berharap agar generasi muda Aceh, khususnya peserta yang hadir hari itu, tidak ragu untuk bermimpi besar, dan menjelajah dunia.

Alijullah Hasan Yusuf Hadiri Syarah Budaya di Sigli, Bagikan Kisah Perjalanan Hidup ke Eropa

July 23, 2025
PB HUDA Ajak Masyarakat Jaga Adab di Media Sosial, Hindari Caci Maki terhadap Pemimpin dan Ulama

PB HUDA Ajak Masyarakat Jaga Adab di Media Sosial, Hindari Caci Maki terhadap Pemimpin dan Ulama

June 22, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!