Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

PB HUDA Ajak Masyarakat Jaga Adab di Media Sosial, Hindari Caci Maki terhadap Pemimpin dan Ulama

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
June 22, 2026
Reading Time: 3 mins read
0
PB HUDA Ajak Masyarakat Jaga Adab di Media Sosial, Hindari Caci Maki terhadap Pemimpin dan Ulama

Banda Aceh – Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengajak masyarakat untuk menjaga etika dalam menyampaikan kritik di ruang publik serta menghindari budaya caci maki, fitnah, ujaran kebencian, dan serangan terhadap kehormatan orang lain yang semakin marak terjadi di media sosial.

Ketua Umum PB HUDA, Tgk. Dr. H. Anwar Usman, M.M. atau yang akrab disapa Abiya Kuta Krueng, mengatakan bahwa Islam mengajarkan kebebasan menyampaikan pendapat, namun kebebasan tersebut harus berjalan beriringan dengan adab, tanggung jawab moral, dan penghormatan terhadap martabat sesama manusia.

Menurut putra almarhum ulama kharismatik Aceh Abu Kuta Krueng ini, dalam beberapa waktu terakhir ruang digital dipenuhi berbagai komentar yang tidak lagi berisi kritik yang konstruktif, melainkan telah berubah menjadi cacian, hinaan, fitnah, dan serangan pribadi terhadap ulama, pemimpin maupun pihak-pihak yang berbeda pandangan.

“Kritik adalah bagian penting dari kehidupan demokrasi dan bahkan menjadi salah satu instrumen untuk memperbaiki jalannya pemerintahan. Namun kritik harus disampaikan secara santun, objektif, berdasarkan fakta, dan tidak berubah menjadi penghinaan terhadap pribadi seseorang,” ujar Abiya Kuta Krueng.

Meski demikian, PB HUDA juga mengingatkan bahwa pemerintah pada semua tingkatan perlu membuka ruang komunikasi yang lebih luas serta mendengar berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Abiya, berbagai tuntutan yang disampaikan masyarakat, mahasiswa, akademisi, maupun kelompok-kelompok sipil dalam berbagai forum dan aksi penyampaian pendapat pada dasarnya lahir dari kepedulian terhadap masa depan bangsa dan negara.

“Di satu sisi masyarakat harus menjaga adab dalam menyampaikan kritik. Namun di sisi lain, pemerintah juga perlu mendengar suara rakyat dengan hati yang terbuka. Aspirasi yang disampaikan masyarakat dan mahasiswa hendaknya dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap bangsa, bukan semata-mata sebagai tekanan atau perlawanan,” katanya.

Menurut Abiya, pemimpin dalam Islam memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi, mengayomi, melayani, dan memperjuangkan kemaslahatan rakyat yang dipimpinnya. Karena itu, komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat harus terus dibangun agar berbagai persoalan bangsa dapat diselesaikan secara bijaksana dan bermartabat.

PB HUDA menilai bahwa bangsa ini membutuhkan suasana yang kondusif, dialog yang sehat, dan semangat saling menghormati. Polarisasi yang berlebihan serta budaya saling menyerang hanya akan memperlebar jarak antara masyarakat dan pemerintah serta berpotensi mengganggu persatuan nasional.

Selain itu, PB HUDA juga menyampaikan keprihatinan terhadap munculnya berbagai konten di media sosial yang mengarah kepada penghinaan terhadap para ulama di Aceh. Menurut Abiya Kuta Krueng, fenomena tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena ulama memiliki posisi penting dalam membimbing umat, menjaga akidah, serta membangun kehidupan sosial dan moral masyarakat.

“Perbedaan pandangan dengan ulama tentu boleh saja terjadi. Namun jangan sampai berubah menjadi kebencian, fitnah, atau caci maki. Dalam tradisi Islam dan budaya bangsa Indonesia, para ulama merupakan pewaris tugas para nabi yang harus dihormati meskipun pandangan mereka terkadang berbeda dengan sebagian masyarakat,” ujarnya.

Abiya menjelaskan bahwa sejarah bangsa ini, menunjukkan besarnya kontribusi ulama dalam perjuangan kemerdekaan, pendidikan, dakwah, perdamaian, serta pembangunan karakter bangsa. Karena itu, menjaga kehormatan ulama merupakan bagian dari menjaga marwah agama dan warisan kebangsaan yang telah dibangun oleh para pendahulu.

Beliau juga mengingatkan bahwa setiap ucapan dan tulisan yang dipublikasikan di media sosial akan dimintai pertanggungjawaban, baik secara hukum maupun di hadapan Allah SWT.

“Jangan sampai media sosial menjadi tempat melampiaskan kemarahan dan kebencian. Gunakanlah media sosial sebagai sarana menyampaikan gagasan, kritik yang membangun, ilmu pengetahuan, dan solusi bagi berbagai persoalan bangsa. Bangsa kita saat ini membutuhkan persatuan, bukan permusuhan; membutuhkan dialog, bukan saling menjatuhkan,” tegasnya.

PB HUDA mengajak seluruh elemen bangsa, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk sama-sama mengedepankan semangat musyawarah, saling menghormati, dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa. Dengan demikian, kritik tetap hidup sebagai bagian dari demokrasi, namun adab, persatuan, dan kepentingan nasional tetap terjaga.

“Mari kita jaga lisan dan tulisan kita. Kritiklah dengan santun, dengarkanlah dengan bijak, dan carilah jalan tengah demi kemaslahatan rakyat, bangsa, dan negara. Persatuan adalah modal utama untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” pungkas Abiya Kuta Krueng.[]

Tags: Abiya Kuta KruengAcehPB HUDAUlama
ShareTweetSendShare

Related Posts

Pemerintah Aceh Siapkan Revisi PoD Blok Andaman
Daerah

Pemerintah Aceh Siapkan Revisi PoD Blok Andaman

June 21, 2026
Haul ke-251 Teungku Di Anjong Digelar di Banda Aceh, Sabtu Malam Ini
Daerah

Haul ke-251 Teungku Di Anjong Digelar di Banda Aceh, Sabtu Malam Ini

June 19, 2026
Revisi UUPA, Sekda Nasir: Instrumen Penting Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran
Daerah

Revisi UUPA, Sekda Nasir: Instrumen Penting Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran

June 19, 2026
Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA
Daerah

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

June 18, 2026
Dugaan Pencurian Bukan Pembenar Kekerasan, YARA Desak Usut Tuntas Kasus Tangan Putus di Kajhu
Daerah

Dugaan Pencurian Bukan Pembenar Kekerasan, YARA Desak Usut Tuntas Kasus Tangan Putus di Kajhu

June 16, 2026
Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun
Daerah

Pemerintah Aceh Berduka atas Wafatnya Mantan Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah

June 13, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Bupati Syech Muharram Kukuhkan Pengurus FOSMADA dan FOSMADAKA

Bupati Syech Muharram Kukuhkan Pengurus FOSMADA dan FOSMADAKA

November 2, 2025
Sinergi Pusat dan Daerah Percepat Rehabilitasi Sekolah Pascabencana di Aceh

Sinergi Pusat dan Daerah Percepat Rehabilitasi Sekolah Pascabencana di Aceh

January 29, 2026
Review Laporan Keuangan Bank Aceh Syariah (I) ; Triliunan Dana Diinvestasikan ke Luar Aceh

Review Laporan Keuangan Bank Aceh Syariah (I) ; Triliunan Dana Diinvestasikan ke Luar Aceh

September 10, 2025

Popular Stories

  • Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!