Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Dari Lamteuba ke Thailand, Meusifeut Mahasiswa UNIDA-Lamteuba Pukau Warga Kampung Aceh Malaysia

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
August 16, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Dari Lamteuba ke Thailand, Meusifeut Mahasiswa UNIDA-Lamteuba Pukau Warga Kampung Aceh Malaysia

ACEH BESAR — Dari sebuah kawasan yang berada di kaki Gunung Seulawah, Kemukiman Lamteuba, Aceh Besar, sebuah tradisi seni lokal kini menempuh perjalanan jauh melintasi batas negara. Meusifeut, seni tradisi masyarakat Lamteuba, dibawa mahasiswa Universitas Iskandar Muda (UNIDA) Kampus Lamteuba ke luar negeri dalam rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Masyarakat (KKM) Internasional.

Di bawah kepemimpinan Rektor UNIDA, Prof. Dr. Syafei Ibrahim, M.Si., UNIDA terus mengembangkan berbagai program pembelajaran dan pengabdian masyarakat. Salah satunya melalui keberadaan Kampus UNIDA-Lamteuba yang hadir di tengah lingkungan pedalaman dengan karakter alam yang khas, sekaligus membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Lamteuba dan kawasan sekitarnya.

Tahun ini, sejumlah mahasiswa UNIDA-Lamteuba mengikuti program KKM Internasional yang dilaksanakan di Malaysia dan Thailand. Selain menjalankan agenda pengabdian masyarakat, keberangkatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan sosial, budaya, dan kehidupan masyarakat di luar negeri.

Namun, mereka tidak datang hanya membawa program akademik. Mereka juga membawa Lamteuba. Salah satunya melalui pertunjukan Meusifeut.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Thailand, rombongan mahasiswa UNIDA-Lamteuba terlebih dahulu singgah di Gedung Dewan Utama Kampung Aceh Management Centre (KEM KAMC) di Lot 2505, Kampong Acheh, 06900 Yan, Kedah, Malaysia.

Di tempat tersebut, mahasiswa menampilkan Meusifeut, seni tradisi yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Kemukiman Lamteuba.

Pertunjukan itu mendapat perhatian dan sambutan dari peserta yang hadir. Tradisi yang selama ini hidup dalam ruang sosial masyarakat Lamteuba tersebut hadir di tengah komunitas Aceh di Malaysia sebagai sebuah ekspresi budaya yang memperlihatkan kekayaan tradisi masyarakat Aceh.

Bagi mahasiswa, pentas tersebut bukan sekadar pertunjukan seni.

Meusifeut menjadi cara sederhana untuk memperkenalkan dari mana mereka berasal.

Koordinator Kampus UNIDA-Lamteuba, Drs. Hamdani, yang turut mendampingi mahasiswa selama kegiatan di Malaysia dan Thailand, mengatakan program KKM Internasional tidak hanya bertujuan memberikan pengalaman akademik dan sosial kepada mahasiswa, tetapi juga membuka ruang bagi mereka untuk memperkenalkan kebudayaan daerah kepada masyarakat internasional.

“Program ini menjadi pengalaman bagi mahasiswa Lamteuba untuk melihat dan mengenal kehidupan di luar negeri. Tetapi pada saat yang sama, mereka juga membawa budaya Lamteuba untuk diperkenalkan kepada masyarakat di luar negeri, salah satunya melalui Meusifeut,” ujar Hamdani.

Menurutnya, antusiasme penonton ketika menyaksikan pertunjukan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa.

Ia mengatakan, mahasiswa sebelumnya telah mendapatkan pembekalan, baik terkait program kerja selama berada di Malaysia dan Thailand maupun penguatan keterampilan seni dan budaya lokal yang akan mereka tampilkan.

“Awalnya kita tidak menyangka respons masyarakat begitu baik. Mereka terlihat kagum ketika menyaksikan tradisi seni dari Kemukiman Lamteuba dipentaskan di luar negeri,” katanya.

Dari Kampung ke Panggung Internasional

Perjalanan Meusifeut ke Malaysia dan Thailand memperlihatkan satu hal penting: tradisi lokal tidak selalu harus tinggal di kampungnya sendiri.

Ketika generasi muda diberi ruang untuk mengenal, mempraktikkan, dan memperkenalkannya, tradisi tersebut dapat menemukan ruang baru di luar komunitas asalnya.

Bagi mahasiswa UNIDA-Lamteuba, perjalanan ke Malaysia dan Thailand akhirnya bukan hanya perjalanan akademik. Ia menjadi perjalanan membawa identitas.

Dari Lamteuba, mereka membawa pengalaman. Dari kampus, mereka membawa pengetahuan.Dan dari kampung, mereka membawa Meusifeut.

Sebuah seni tradisi yang tumbuh di kawasan pedalaman Aceh itu kini tampil di hadapan masyarakat lintas negara—menunjukkan bahwa kebudayaan lokal dapat menjadi jembatan yang mempertemukan generasi muda Aceh dengan dunia yang lebih luas.[]

Tags: Aceh BesarbudayaLamteubaUNIDA
ShareTweetSendShare

Related Posts

Rapat Forkompimda Aceh Bahas Dinamika Kerusuhan pada Hari Damai Aceh
Daerah

Rapat Forkompimda Aceh Bahas Dinamika Kerusuhan pada Hari Damai Aceh

August 16, 2026
Perdamaian Aceh Harus Jadi Energi Positif yang Menggerakkan Pembangunan
Daerah

Perdamaian Aceh Harus Jadi Energi Positif yang Menggerakkan Pembangunan

August 16, 2026
Generasi Muda Diperkenalkan dengan Naskah Aceh Kuno Koleksi Rizki Wahyudi
Daerah

Generasi Muda Diperkenalkan dengan Naskah Aceh Kuno Koleksi Rizki Wahyudi

August 16, 2026
81 Tahun Republik: Dari Kedaulatan Politik Menuju Kedaulatan Ekonomi
Daerah

81 Tahun Republik: Dari Kedaulatan Politik Menuju Kedaulatan Ekonomi

August 16, 2026
DPC Demokrat Aceh Besar Gelar Gerakan Langit Biru, Bersihkan Meunasah dan Tanam Pohon
Daerah

DPC Demokrat Aceh Besar Gelar Gerakan Langit Biru, Bersihkan Meunasah dan Tanam Pohon

August 15, 2026
Doa Tolak Bala Warnai Peringatan 21 Tahun Damai Aceh, Massa Sampaikan 10 Tuntutan
Daerah

Doa Tolak Bala Warnai Peringatan 21 Tahun Damai Aceh, Massa Sampaikan 10 Tuntutan

August 15, 2026
Next Post
Rapat Forkompimda Aceh Bahas Dinamika Kerusuhan pada Hari Damai Aceh

Rapat Forkompimda Aceh Bahas Dinamika Kerusuhan pada Hari Damai Aceh

Discussion about this post

Recommended Stories

Pekerja Migran Asal Aceh Tamiang Diduga Disiksa hingga Tewas di Malaysia, Haji Uma Beberkan Kronologi

Pekerja Migran Asal Aceh Tamiang Diduga Disiksa hingga Tewas di Malaysia, Haji Uma Beberkan Kronologi

June 23, 2026
Wacana Anggota DPR Non Parpol Dinilai Bertentangan dengan UUD 1945

Wacana Anggota DPR Non Parpol Dinilai Bertentangan dengan UUD 1945

April 4, 2026

Mengapa orang kaya semakin kaya – bahkan selama krisis global?

December 30, 2022
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!