Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh sukses menyelenggarakan Aceh Business Forum (ABF) Aceh–Malaysia 2026 di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, pada Jumat (7/8). Forum bisnis ini menjadi wadah strategis untuk mempererat hubungan perdagangan, investasi, dan kemitraan ekonomi antara Aceh dan Malaysia melalui promosi potensi daerah serta temu bisnis antara pelaku usaha kedua wilayah.
Mengusung tema “Memperkuat Kemitraan Ekonomi Aceh–Malaysia melalui Perdagangan, Investasi, dan Hilirisasi Komoditas Unggulan,” kegiatan ini dihadiri sekitar 65 peserta yang terdiri atas delegasi pengusaha Malaysia, pelaku usaha Aceh, perwakilan instansi pemerintah, asosiasi bisnis, investor, dan media.
Kepala DPMPTSP Aceh, Marwan Nusuf, B.HSc., M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Aceh memiliki posisi strategis di kawasan Selat Malaka dengan potensi investasi yang terus berkembang pada sektor industri pengolahan, perdagangan, perikanan, pariwisata, energi, serta berbagai komoditas unggulan yang siap dikembangkan melalui hilirisasi.
Menurut Marwan, hubungan Aceh dan Malaysia telah terjalin sejak ratusan tahun lalu melalui sejarah, budaya, agama, dan perdagangan. Kedekatan tersebut menjadi modal penting untuk membangun kerja sama ekonomi yang lebih erat dan berkelanjutan.
“Aceh dan Malaysia memiliki kedekatan yang tidak hanya dibatasi oleh letak geografis, tetapi juga oleh sejarah dan persaudaraan. Melalui forum ini kami berharap lahir lebih banyak kolaborasi perdagangan dan investasi yang memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak,” ujar Marwan.
Delegasi Malaysia dipimpin oleh Puan Zuraini binti Kamal selaku Ketua Delegasi. Turut hadir Dato’ Mohd Asri Redha bin Abdul Rahman selaku Penaung Cancer Survivors Malaysia, Datin Norasimah Abd Hamid dari Cancer Survivors Malaysia, Muhammad Faizal, Pengarah Urusan Faridabi Northern Store, Fauziah binti Abd Rahman dari Muslim Business Association, Amnah Salleh dari Royal Institution of Surveyors Malaysia (RISM), Haji Zainol Abidin bin Mohamad, Timbalan Pengerusi PIBKS Kebangsaan merangkap Pengarah Urusan Piagamas Maju Sdn. Bhd., Dr. Nukman bin Hussain, Timbalan Pengarah (Perubatan) Hospital Sultanah Bahiyah, Alor Setar, Kedah, serta tujuh orang perwakilan Dewan Perniagaan Muslim Malaysia.
Dalam sambutannya, Ketua Delegasi Malaysia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh atas penyelenggaraan forum yang dinilai mampu membuka ruang komunikasi yang lebih erat antara komunitas bisnis Malaysia dan Aceh. Ia berharap hubungan yang telah terjalin dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama perdagangan, investasi, serta pertukaran informasi bisnis yang berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan presentasi Investment Project Ready to Offer (IPRO) oleh DPMPTSP Aceh yang memperkenalkan berbagai peluang investasi strategis di Aceh.
Selanjutnya, peserta memperoleh paparan mengenai peluang perdagangan ekspor dan impor Aceh dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, peluang investasi dan perdagangan sektor perikanan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, serta potensi investasi pariwisata oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.
Forum juga menghadirkan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertukar pandangan mengenai potensi perdagangan, investasi, serta peluang kolaborasi lintas sektor antara Aceh dan Malaysia.
Sebagai puncak kegiatan, para peserta mengikuti Networking Session yang mempertemukan secara langsung pelaku usaha Aceh dengan delegasi Malaysia. Sesi ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya kemitraan bisnis baru, peningkatan perdagangan bilateral, serta realisasi investasi pada berbagai sektor unggulan Aceh.
DPMPTSP Aceh menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan investasi yang profesional, transparan, dan responsif melalui pendampingan kepada investor sejak tahap penjajakan hingga realisasi investasi.
Pemerintah Aceh juga akan terus memperkuat promosi investasi internasional guna menarik lebih banyak investasi berkualitas yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui penyelenggaraan Aceh Business Forum Aceh–Malaysia 2026, Pemerintah Aceh berharap hubungan ekonomi antara Aceh dan Malaysia semakin erat, membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan Aceh, meningkatkan investasi, serta menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua wilayah.[]











Discussion about this post